
Belakangan menjadi pembisnis, pengusaha atau dalam bahasa inggris disebut Entrepreneur menjadi salah satu bidang yang banyak digemari dan banyak diperbincangkan.
Entrepereneur atau pengusaha bisa diartikan sebagai orang yang memiliki usaha sendiri dan mengelola usahanya sendiri dengan ide atau konsep yang baru.
Dalam dinamika perkembangan ekonomi saat ini, peran entrepreneur atau wirausahawan semakin vital. Para pengusaha dianggap bisa membawa angin segar yang bisa menghadirkan solusi inovatif bagi berbagai persoalan yang terjadi dalam masyarakat. Para pengusaha ini ikut serta berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hingga bisa menciptakan lapangan kerja.
Belakangan, muncul istilah-istilah dalam dunia entrepreneur yang mungkin tidak disadari atau tidak dimengerti oleh banyak kalangan. Padahal entrepreneur memiliki beragam jenis dengan karakteristik, tujuan, dan pendekatan yang berbeda-beda. Memahami jenis-jenis entrepreneur sangat penting, terutama bagi generasi muda yang ingin terjun ke dunia usaha atau menciptakan solusi inovatif bagi permasalahan sosial dan ekonomi.
Entrepreneur bisa dibagi lagi menjadi beberapa jenis antara lain:
- Foodpreneur
Dari namanya kita bisa mengetahui bahwa foodpreneur adalah pengusaha yang berfokus pada makanan atau minuman sebagai bidang utamanya. Kuliner menjadi ladang yang eksplor dalam bisnisnya. Tentu Kategori sangatlah luas mulai dari makanan atau minuman kemasan, pengelolaan franchise, distributor makanan ataupun minuman hingga bisnis warung makan kaki lima atau restoran bintang lima.
Seseorang yang berfokus pada bidang kuliner ini, tidak hanya menjual makanan dan minumannya saja, melainkan juga menciptakan nilai tambah melalui kreativitas dalam menu, pemasaran, model bisnis, hingga pengalaman konsumen. Selain itu juga mengedepankan bagaimana untuk memanfaatkan teknologi, mengikut tren pasar hingga pengembangan merek dan jangkauan.
- Technopreneur
Technopreneur merupakan gabungan dari teknologi dan entrepreneur. Sederhananya ini adalah sebutan bagi seorang wirausaha yang memanfaatkan teknologi sebagai sebuah peluang usaha.
Teknologi yang kini berkembang dengan pesat, maka seorang technopreneur adalah yang mampu mengoptimalkan berbagai potensi teknologi yang sedang berkembang agar bisa menghasilkan keuntungan.
Tugas utama seorang technopreneur yakni membuat bisnis teknologi yang berperan sebagai solusi atas masalah yang terjadi dalam keseharian.
Seorang technopreneur biasanya:
- Mengembangkan produk atau layanan berbasis teknologi, seperti aplikasi, perangkat lunak, platform digital, atau perangkat keras.
- Memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menjawab kebutuhan pasar, menyelesaikan masalah sosial, atau meningkatkan efisiensi di berbagai sektor.
- Berorientasi pada inovasi, skalabilitas, dan pertumbuhan cepat (startup-minded).
- Womenpreneur
Cakupan bisnis seorang womenpreneur sangatlah luas bahkan tak terbatas. Selama seseorang bergender wanita yang memulai, mengatur hingga menjalankan sebuah perusahaan atau bisnis, maka bisa dikategorikan sebagai seorang womenpreneur.
- Mompreneur
Siapa yang masuk kategori mompreneur? Ya, benar. Sesuai dengan asal katanya, mompreneur adalah sebutan untuk para ibu rumah tangga yang kesehariannya tak hanya sibuk dengan urusan rumah tangga namun juga sibuk dengan urusan pengembangan bisnisnya.
Sama halnya dengan womenpreneur, cakupan dari bidang bisnis untuk mompreneur juga tak terbatas. Selama Anda adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki kesibukan untuk mengembangkan bisnis, Anda disebut mompreneur.
- Sociopreneur
Sebagaimana namanya, Sociopreneur juga merupakan gabungan dari Entrepreneur dengan sosial. Dimana bidang ini bergerak berdasarkan pada kondisi sosial. Secara umum sociopreneur merujuk pada kelompok atau individu yang berusaha untuk menciptakan dampak sosial lewat kegiatan bisnis mereka.
Seorang Sociopreneur mengedepankan kebermanfaatan dan pemberian solusi atas persoalan yang ada di masyarakat dengan tetap mempertimbangkan keuntungan.
Yang menjadi bidang garapan seorang sociopreneur sangat luas, bisa di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan dan berbagai isu yang ada dimasyarakat.
- Ecopreneur
Wirausaha ini memiliki kepedulian yang tinggi terhadap permasalahan dan kelestarian lingkungan. Dalam menjalankan bisnisnya seorang ecopreneur akan selalu memperhatikan daya dukung dari lingkungan sekitar dan berusaha untuk meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan.
- Creativepreneur
Creativepreneur atau pelaku usaha kreatif adalah sebuah profesi yang menjadikan kreativitas sebagai hal utamanya. Caranya tentu dengan menciptakan produk inovatif yang mampu bersaing di pasar sebagai.
Karena berkaitan dengan kreatifitas maka dalam menjalankannya akan membutuhkan ide-ide, gagasan, konsep dan perencanaan yang matang.
Contoh creativepreneur adalah mereka yang bekerja dalam bidang fashion designer, pelukis, penuli, desainer grafis dan sebagainya.
- Digitalpreneur
Digitalpreneur adalah seorang pelaku usaha yang melihat internet sebagai peluang usaha dan memanfaatknya dengan optimal. Semua kegiatan bisnis sebagian besar dilaksanakan melalui internet, dimulai dari penawaran hingga penjualan produknya.
Contoh usaha di bidang digital adalah penyedia tiket online untuk kere api, pesawat, hotel atau penginapan dll. Semua kegiatan bisnisnya dilakukan melalui internet.
Itulah beberapa kategori dari Entrepreneur dari bidang yang digeluti. Semua jenis ini memiliki pendekatan yang berbeda, namun meskiun demikian, tetap saja seorang pengusaha akan mempertimbangkan keuntungan.
Dari beberapa jenis entrepreneur tersebut, kira-kira apakah sudah menemukan yang cocok dengan jati dirimu ?
Creator : Kakang Agung Gumelar