Dalam Islam, makanan bukan sekadar pemenuh kebutuhan jasmani, tetapi juga bagian dari sunnah yang sarat akan nilai. Apa yang dimakan Rasulullah SAW, bagaimana cara beliau menyantapnya, dan sikap beliau terhadap makanan menjadi teladan bagi umat Islam hingga hari ini.
Salah satu jenis makanan yang kerap disebut dalam riwayat hadits adalah daging domba. Seperti hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:
“Kami pernah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah undangan. Kemudian dibawakanlah paha kambing, dan beliau menyukainya. Kemudian beliau menggigitnya satu gigitan.” (HR. Bukhari & Muslim)
Kondisi ini menggambarkan bahwa Rasulullah SAW tidak anti pada daging domba atau kambing. Bahkan, beliau menikmatinya dengan cara yang sederhana, tanpa berlebihan, dan penuh rasa syukur.
Namun Rasulullah SAW sangat menyukai bagian paha atau lengan pada kambing dibandingkan dengan bagian lainnya. Dari Abdullah bin Ja’far radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
“Aku melihat Rasulullah SAW memakan daging kambing dari bagian lengan.” (HR. Bukhari)
Dalam keterangan lain dari Abu Hurairah juga dijelaskan :
“Suatu ketika dihidangkan ke hadapan Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam semangkuk bubur dan daging. Maka beliau mengambil bahagian lengan (dari daging tersebut), dan bagian itulah yang paling disenangi oleh Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam.” (HR. Muslim)
Mengenai kegemaran Rasulullah SAW terhadap kambing, An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menukil keterangan Al-Qadhi Iyadh – rahimahullah – mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyukai paha kambing, karena mudah masak dan mudah dicerna, disamping lebih lezat dan lebih steril dari resiko penyakit.” (Syarh Shahih Muslim, an-Nawawi, 3/65)
Hal lain yang menjadikan Rasulullah SAW menyukai paha pada kambing juga dijelaskan dalam sebuah hadits :
“Tidaklah Paha kambing disukai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selain karena beliau jarang mendapatkan daging. Sehingga beliau ketika mendapatkannya, ingin segera memakannya, sebab paha adalah daging yang paling cepat masak.” (HR. Tirmidzi)
Keistimewaan domba tidak hanya terlihat dari sisi konsumsi, tetapi juga dari posisinya dalam ibadah. Domba menjadi hewan yang sangat lekat dengan syariat Islam, terutama dalam ibadah qurban dan aqiqah. Rasulullah SAW sendiri berqurban dengan dua ekor domba yang bagus dan bertanduk, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits shahih. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu:
“Rasulullah SAW berqurban dengan dua ekor domba yang putih bercampur hitam dan bertanduk.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hal ini semakin menegaskan bahwa domba memiliki kedudukan tersendiri dalam praktik kehidupan dan ibadah Rasulullah SAW, baik sebagai makanan maupun sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah.
Dari sudut pandang ilmu gizi, daging domba merupakan sumber protein hewani berkualitas tinggi. Daging ini mengandung asam amino esensial, zat besi, zinc, vitamin B12, serta lemak yang relatif seimbang jika dikonsumsi dalam porsi wajar. Kandungan zat besinya bermanfaat untuk pembentukan sel darah merah, sementara zinc berperan penting dalam sistem imun.
Daging kambing sering dianggap kurang sehat, padahal secara ilmiah, daging kambing memiliki kadar lemak jenuh yang relatif lebih rendah dibandingkan daging sapi jika dipotong dan diolah dengan benar. Kandungan zat besi dan proteinnya juga tinggi, sehingga baik untuk mencegah anemia.
Menariknya, pola konsumsi Rasulullah SAW sangat selaras dengan prinsip kesehatan modern. Beliau tidak berlebihan dalam makan daging, tidak menjadikannya makanan harian yang dominan, dan selalu mengimbanginya dengan makanan sederhana seperti kurma, gandum, dan sayuran. Ini menunjukkan bahwa sunnah Nabi SAW tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga relevan secara ilmiah.
Kreator : Kakang Agung Gumelar