Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat, daging domba kerap mendapat stigma kurang baik. Banyak orang menghindarinya karena dianggap tinggi kolesterol, berlemak, dan berisiko bagi kesehatan jantung. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Jika ditinjau secara ilmiah dan dikonsumsi dengan cara yang tepat, daging domba justru memiliki berbagai keunggulan gizi yang bermanfaat bagi tubuh.
Menurut Muhamad Baihaqi, SPt, MSc, Dosen IPB University dari Fakultas Peternakan, terdapat dua hoax yang masih beredar di masyarakat. Pertama adalah perbedaan kambing dan domba yang sering keliru dan anggapan daging kambing dan domba berkolesterol tinggi.
Padahal di negara barat seperti Eropa dan Amerika, daging kambing disebut sebagai ‘the healthiest red meat’ atau daging merah yang paling sehat. Hal tersebut karena kandungan kolesterolnya jauh lebih rendah dibanding jenis daging lainnya seperti sapi dan ayam.
Menurutnya, munculnya opini bahwa daging tinggi kolesterol sebenarnya diakibatkan dari pola masak yang kurang tepat. Pengolahan daging kambing biasanya diolah dengan tinggi lemak dan jeroan daripada porsi daging utuhnya. Selama porsinya sesuai dan pengolahannya tepat, daging kambing memang sehat bagi tubuh.
Stigma ini sering muncul karena kesalahan dalam memahami jenis lemak, cara pengolahan, serta porsi konsumsi. Sama seperti daging merah lainnya, daging domba tidak bisa dinilai hanya dari satu sisi. Di balik aromanya yang khas, tersimpan kandungan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh, bahkan relevan dengan kebutuhan kesehatan modern.
Nutrisi daging domba lain yang sangat bermanfaat untuk kesehatan, seperti :
Kaya Protein Berkualitas Tinggi
Salah satu keunggulan utama daging domba adalah kandungan protein hewani berkualitas tinggi. Protein dalam daging domba mengandung asam amino esensial yang lengkap, yang berperan penting dalam pembentukan otot, perbaikan jaringan tubuh, serta menjaga sistem imun. Inilah alasan mengapa daging domba sangat baik dikonsumsi oleh orang yang membutuhkan asupan energi lebih, seperti pekerja fisik, atlet, hingga lansia dalam porsi yang disesuaikan.
Protein juga membantu menjaga rasa kenyang lebih lama dan lebih mudah dicerna dan diserap tubuh hingga 90%. Sehingga berperan dalam pengendalian berat badan jika dikonsumsi dengan bijak. Bahkan, di rumah sakit luar negeri disarankan diet bagi penderita jantung untuk mengkonsumsi daging kambing.
Terdapat Kandungan Antioksidan
Keunggulan lainnya yang ada pada daging kambing adalah kandungan antioksida seperti bioaktif dan asam amino esensial yang baik untuk meningkatkan sistem imun tubuh.
Daging domba juga kaya akan vitamin B12, zinc, dan selenium. Yang berperan penting dalam menjaga fungsi saraf dan pembentukan DNA, mendukung sistem kekebalan tubuh dan proses penyembuhan luka, membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Kombinasi nutrisi ini menjadikan daging domba bukan sekadar sumber energi, tetapi juga makanan fungsional yang mendukung kesehatan secara menyeluruh.
Agar manfaat daging domba bisa diperoleh secara optimal, cara pengolahannya menjadi kunci. Mengolah daging domba dengan cara direbus, dikukus, dipanggang, atau ditumis ringan lebih disarankan dibanding digoreng. Menghilangkan lemak berlebih sebelum memasak juga dapat membantu menekan asupan lemak jenuh.
Selain itu, mengombinasikan daging domba dengan sayuran, rempah, dan serat akan membantu pencernaan serta menyeimbangkan nutrisi dalam satu hidangan. Jika dikonsumsi secara bijak dan diolah dengan benar, maka nutrisi pada daging domba akan begitu bermanfaat bagi tubuh.
Kreator : Kakang Agung Gumelar