Raudhah mengajarkan bahwa surga memang tidak diraih dengan tergesa

Tidak semua orang yang datang ke Madinah langsung bisa memasuki Raudhah. Terdapat aturan tersendiri yang harus jamaah lalui agar bisa mengunjunginya. 

Aturan tersebut dimulai dari harusnya jamaah mengajukan ijin (tasreh)  melalui aplikasi agar bisa masuk ke raudhah,.

Selanjutnya terdapat aturan mengenai waktu masuk bagi jamaah laki-laki maupun perempuan. Untuk jamaah laki-laki, jadwal tersebut tersebar dalam dua periode, dimulai dari pukul 2 pagi hingga shalat subuh; dan mulai pukul 11.30 hingga salat Isya. Sedangkan bagi jamaah perempuan yakni setelah shalat subuh hingga pukul 11 ​​pagi; dan setelah shalat Isya hingga pukul 2 pagi.

Setelah kita berhasil memasuki raudhah pun, ada batasan waktu yang harus kita ikuti. Yakni setiap jamaah diberikan waktu 20 hingga 30 menit saja untuk berada didalamnya. 

Terdapatnya berbagai aturan hingga antrian panjang, jadwal terbatas, dan kepadatan jamaah sering sekali menguji kesabaran. Namun justru di sanalah pelajaran itu dimulai.

Raudhah mengajarkan bahwa surga memang tidak diraih dengan tergesa. Ia membutuhkan adab, kesabaran, kesungguhan dan keikhlasan. Hingga akhirnya banyak yang sadar, bukan soal berapa lama berada di Raudhah, tetapi bagaimana memaksimalkan segala keterbatasan yang ada agar menjadi momen berharga dan amalan yang utama. 

Sebab beberapa orang bahkan tak sempat berlama-lama di dalamnya.  Namun menit-menit itu menjadi momen paling jujur dalam hidupnya, bisa jadi momen itu adalah saat doa dipanjatkan tanpa basa-basi, tanpa ingin didengar manusia, hanya ingin didengar Allah.

Bagi mereka yang telah pulang dari Madinah, Raudhah sering menjelma menjadi rindu yang diam-diam. Rindu akan suasana tenang, rindu pada shalawat yang tak putus, rindu pada perasaan dekat dengan Rasulullah ﷺ.

Raudhah mengajarkan bahwa surga bukan hanya tentang tempat, tetapi tentang keadaan hati. Jika hati mampu tunduk, ikhlas, dan penuh harap kepada Allah, maka sejatinya taman surga itu bisa tumbuh di mana saja.

Namun tetap, Raudhah akan selalu punya tempat istimewa. Ia bukan hanya bagian dari Masjid Nabawi, melainkan bagian dari perjalanan iman seorang hamba. Bahwasanya, menuju surga butuh pengorbanan. Tidak bisa dilakukan dengan amalan singkat nan tergesa, membutuhkan kesabaran yang panjang hingga akhir ajal menjelang. 

Kreator : Kakang Agung Gumelar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *