Taman Syurga Itu Bernama Raudhah

Di antara hiruk pikuk manusia yang datang dari berbagai penjuru dunia, ada satu tempat yang selalu disebut dengan nada berbeda. Bukan sekadar ruang di dalam masjid, bukan pula hanya hamparan karpet hijau yang indah. Ia disebut dengan penuh rindu, harap, dan doa. Tempat itu bernama Raudhah.

Raudhah merupakan salah satu tempat yang ada di Madinah tepatnya di Masjid Nabawi. Nama “Raudhah” sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti “taman”. 

Tempat ini sering disebut sebagai “Taman Surga” karena keistimewaannya yang dikaitkan langsung dengan hadits Nabi Shallallahu alaihi wa sallam.

“Apa yang berada antara rumahku dan mimbarku merupakan salah satu taman dari taman-taman surga.” (HR.Bukhari Muslim)

Para ulama menjelaskan bahwa Raudhah disebut sebagai taman surga karena dua makna. Pertama, secara hakikat, Raudhah kelak akan menjadi bagian dari surga di akhirat. Dapat diartikan bahwa lokasi fisik Raudhah saat ini akan menjadi bagian dari surga kelak. Pendapat ini memberikan makna bahwa Raudhah benar-benar taman surga dalam arti sebenarnya. 

Kedua, secara makna, Raudhah adalah tempat turunnya rahmat, ketenangan, dan keberkahan yang semuanya merupakan bagian dari ciri-ciri yang hanya ada di surga.

Di tempat inilah Rasulullah ﷺ banyak beribadah, berdoa, dan mengajarkan umatnya. Setiap sujud di Raudhah membawa jejak sejarah cinta antara seorang Nabi dan Tuhannya. Setiap lantai yang dipijak menjadi saksi air mata, harap, dan munajat terbaik manusia pilihan.

Dikutip dari Webiste https://bpkh.go.id/  batasan lokasi Raudhah adalah sebagai berikut : 

  • Dari arah timur, Raudhah dibatasi oleh rumah Aisyah radhiyallahu anha, yang kini menjadi makam Nabi Shallallahu alaihi wa sallam.
  • Dari arah barat, batasnya adalah mimbar Rasulullah saw.
  • Dari arah selatan, batasnya sejajar dengan ujung mihrab Nabi, yaitu bagian depan masjid lama.
  • Dari arah utara, batasnya adalah garis sejajar dengan ujung akhir rumah Aisyah radhiyallahuanha.

Untuk mengetahui lokasi raudhah sangatlah mudah, sebab Raudhah dibedakan dengan karpet yang berwarna hijau, sementara lantai masjid yang lainnya berwarna merah.

Ada yang istimewa setiap kali berada di Raudhah. Hati rasanya lebih lapang, air mata lebih mudha terjatuh dan doa mengalir tanpa kelu. 

Raudhah seakan menjadi tempat di mana manusia datang tanpa topeng. Jabatan, harta, dan status sosial tertinggal di luar. Yang ada hanyalah seorang hamba yang berdiri di hadapan Rabb-nya, membawa harap yang mungkin selama ini disimpan rapat.

Di Raudhah, doa-doa yang lama terpendam menemukan jalannya. Semua terasa dekat, seakan jarak antara langit dan bumi dilipat.

Raudhah adalah pengingat bahwa Allah menyediakan ruang-ruang khusus bagi hamba-Nya untuk kembali. Tempat di mana doa dipeluk, air mata diterima, dan harap tidak dianggap berlebihan.

Maka jika suatu hari kaki kita diizinkan kembali menapaknya, mintalah hati yang tetap hidup, iman yang dijaga, dan kesempatan untuk kelak benar-benar masuk ke taman surga yang sesungguhnya. 

Kreator : Kakang Agung Gumelar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *