Sewa Alat Berat Sendiri Untuk Angkat Jasad Ibunya, Wujud Sebuah Bakti Ditengah Material Banjir dan Longsor Sumatera

Mengawali penghujung tahun 2025, kabar duka menyelimuti tanah Indonesia. Berbagai daerah mengalami bencana, mulai dari tanah longsor, banjir hingga erupsi yang memakan korban dan kerugian. 

Salah satu bencana yang tak bisa luput dari pandangan adalah banjir dan longsor yang terjadi di Sumatera, meliputi wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Juga Sumatera Barat. 

Hujan yang mengguyur tanah Sumatera itu tak mampu lagi ditahan oleh resapan-resapan tanah di bumi, hingga menyebabkan lumpuhnya wilayah di tiga provinsi itu. 

Seorang ibu tertangkap kamera sedang memanggil-manggil anaknya sambil tangannya sibuk mencari di antara reruntuhan. Seorang bapak menangis, istri dan anaknya tak bisa ditemukan, ia juga menggali-gali tanah yang basah. Rumah-rumah seakan diseret oleh air hingga tak tersisa, bahkan ada desa yang hilang entah dimana.

Namun, selalu ada banyak cerita baik yang Allah kirimkan lewat setiap takdir yang ditetapkan-Nya. Ini bukan sekedar cerita fiktif belaka, melainkan kisah nyata ketika seorang anak kehilangan jejak ibunya. 

Dalam video yang dibagikan akun Instagram BBC Indonesia, Erik Andesra seorang anak laki-laki menceritakan bahwa saat ia mendengar kabar mengenai banjir dan longsor yang terjadi, bersegera pulang menuju rumah ibunya.

Sesampainya di lokasi, rumah sudah luluh lantak tertimbun lumpur, batu dan pohon. Ibunya tak nampak dimanapun, semua rata dan tidak tersisa.

Ia mencoba mengira-ngira letak rumahnya yang sudah tidak berupa, sambil terus menyisir lokasi tersebut, ada juga harapan dalam hati kecilnya keajaiban bahwa ibunya sempat menyelamatkan diri, semua keputusasaan dan harapan menyatu dalam benaknya. 

Menggunakan tangan kosong, pencarian itu tidak mendapatkan hasil apapun. Berhari-hari menunggu bantuan, nyatanya tidak juga kunjung datang. Berkali-kali juga ia pergi ke posko pengungsian dengan harapan ada informasi disana, tapi sayangnya itu juga nihil. 

Hatinya tidak bisa lagi menunggu lebih lama, “Kalau hanya pakai tangan dan tenaga, kami tidak mampu. Jadi, kami terpaksa pakai alat berat. Itu alat beratnya saya rental sendiri,” ungkap Erik.

Dengan menggunakan alat berat, Erik akhirnya menemukan ibunya dalam keadaan tak bernyawa. Diantara reruntuhan dan tanah yang masih basah ibunya tertimbun dalam balutan mukena. 

“Mama saya meninggal dalam keadaan shalat. Mayatnya ditemukan masih menggunakan mukena,” kata Erik.

Ia kemudian segera memeluk ibunya, air matanya tidak lagi bisa terbendung. Meski banjir merengut ibunya, tapi rasanya ia harus bahagia sebab akhir sang ibu sedang melaksanakan ibadah. 

Cerita ini tentu saja viral di sosial media, selain duka yang ditinggalkan, ada bakti yang ditunjukkan oleh seorang anak ditengah badai luka yang ia rasakan. Meski bakti yang diwujudkan dalam upaya yang tidak biasa, yakni harus mengangkat jenazah ibunya dengan alat berat. 

Selama kita mampu, rasanya apapun akan kita lakukan sebagai wujud bakti dan kasih sayang kita kepada ibu. Sebagaimana ibu yang semasa hidupnya selalu mengupayakan segalanya untuk kita bahkan melawan hal yang tidak bisa ia lakukan. 

Semoga Allah selalu memberi kesempatan bagi kita untuk memberikan bakti terbaik kepada kedua orang tua kita Aamiin…

Kreator : Kakang Agung Gumelar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *