Kubah Hijau di Masjid Nabawi adalah salah satu ikon paling dikenali dalam dunia Islam. Hampir setiap muslim, ketika melihat gambar kubah berwarna hijau ini, secara spontan teringat kepada kota Madinah, Masjid Nabawi, dan sosok manusia paling mulia yakni Rasulullah SAW.
Kubah ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah dan perkembangan islam. Dibalik keindahan dan popularitasnya, Kubah Hijau memiliki sejarah panjang dan fakta-fakta unik.
Pada mulanya Rasulullah SAW membangun masjid Nabawi dengan begitu sederhana. Bentuknya tidak seluas hari ini, atapnya menggunakan pelepah kurma, tidak ada arsitektur serba megah dan indah. Namun didalamnya ada begitu banyak hal yang megah hingga membuat islam bisa kita rasakan hingga saat ini.
Keberadaan Kubah Hijau di Masjid Nabawi tentu tidak terlepas dari perkembangan perawatan dan pemeliharaan Masjid Nabawi.
Barulah Kubah ini dibangun pada tahun 1279 M (678 H) oleh Sultan Mamluk Al-Mansur Qalawun. Pada mulanya struktur kubah ini dibuat dari kayu, tetapi kemudian diperkuat dengan batu dan timah agar lebih tahan lama terhadap cuaca ekstrem Madinah. Renovasi besar dilakukan oleh Sultan Muhammad bin Qalawun pada tahun 1296 M, yang mengganti struktur kayu dengan bahan lebih kokoh.
Kubah ini berdiri tepat di atas makam Rasulullah SAW, serta makam Abu Bakar As-Siddiq dan Umar bin Khattab. Area ini awalnya adalah rumah Aisyah RA, istri Rasulullah, yang kemudian menjadi bagian dari Masjid Nabawi.
Pada mulanya warna yang digunakan bukanlah warna hijau,namun berganti-ganti dari mulai putih hingga biru. Warna hijau baru digunakan pada tahun 1837 M oleh Sultan Utsmaniyah Mahmud II . Dan hingga kini warna hijau tersebut dipertahankan dan menjadi simbol ikonik saat mengunjungi masjid Nabawi.
Kubah hijau ini bukanlah bagian yang bisa dimasuki oleh jamaah dan dapat diakses secara umum. Sehingga Area sekitar makam dilindungi oleh dinding berkisi-kisi yang hanya bisa dilihat dari luar.
Akses untuk masuk kedalam makam tempat dikebumikan Rasulullah bersama sahabatnya itu hanya bisa didapatkan oleh raja atau pimpinan tertentu, ulama besar juga hanya pekerja khusus yang ditugaskan.
Walaupun Kubah Hijau adalah tempat yang penuh penghormatan, dimana disana tempat Rasulullah dikebumikan, Islam mengajarkan bahwa tetap harus berdoa dan meminta segalanya kepada Allah SWT, bukan kepada Nabi apalagi para sahabatNya.
Biasanya jika ada jamaah yang terlihat meminta kepada selain Allah, akan ada petugas atau askar yang mengingatkan bahkan tidak ragu untuk mengusir jika didapati penyelewengan-penyelewengan. Sebab sejatinya hanya Allah sajalah satu-satunya yang berhak disembah.
Kreator : Kakang Agung Gumelar