Kepergian orang tua tentu menyisakan duka bagi siapa saja yang mengalaminya. Kerinduan demi kerinduan bisa hadir dalam waktu tidak terduga dan waktu yang lama.
Rasa rindu itu muncul dalam bentuk kenangan, doa, bahkan penyesalan-penyesalan kecil yang terbayang. Seperti menyesalkan banyaknya waktu yang tidak dihabiskan bersama, banyaknya pesan dan telpon yang tidak terjawab, banyak tempat yang harusnya bisa dikunjungi bersama, atau sesal karena tak berlaku lebih baik dan ramah saat bicara bersama.
Namun, meski mereka telah tiada, ikatan antara anak dan orang tua tidak pernah putus. Dalam Islam, amal seorang anak yang shalih dapat terus mengalirkan kebahagiaan, pahala, dan cahaya bagi orang tua di alam kuburnya.
Karena itu, membahagiakan orang tua tidak berhenti hanya ketika mereka masih hidup. Ada banyak cara yang bisa dilakukan seorang anak untuk tetap memberikan kebaikan kepada ayah atau ibu yang telah meninggal dunia. Sebab, kasih sayang orang tua tidak pernah tergantikan, dan balas budi kepada keduanya adalah perjalanan panjang yang tidak berakhir di batas kematian.
Lalu bagaimana cara agar kita bisa membahagiakan orang tua yang telah tiada ? Dari Abu Usaid Malik bin Rabi’ah As-Sa’idi, ia berkata,
بَيْنَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا جَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ بَنِى سَلِمَةَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ بَقِىَ مِنْ بِرِّ أَبَوَىَّ شَىْءٌ أَبَرُّهُمَا بِهِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا قَالَ « نَعَمِ الصَّلاَةُ عَلَيْهِمَا وَالاِسْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِى لاَ تُوصَلُ إِلاَّ بِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا ».
“Suatu saat kami pernah berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu datang seseorang dari Bani Salimah, ia berkata, “Wahai Rasulullah, apakah masih ada bentuk berbakti kepada kedua orang tuaku ketika mereka telah meninggal dunia?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya (masih tetap ada bentuk berbakti pada keduanya). (Bentuknya adalah) mendoakan keduanya, meminta ampun untuk keduanya, memenuhi janji mereka setelah meninggal dunia, menjalin hubungan silaturahim (kekerabatan) dengan keluarga kedua orang tua yang tidak pernah terjalin dan memuliakan teman dekat keduanya.” (HR. Abu Daud, no. 5142 dan Ibnu Majah, no. 3664. Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Hibban, Al-Hakim, juga disetujui oleh Imam Adz-Dzahabi. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.)
Maka ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk membahagiakan orang tua kita
1. Mendoakan Orang Tua Kita
Doa seorang anak adalah hadiah terbaik bagi orang tua yang telah berpulang. Rasulullah SAW bersabda bahwa ketika seseorang meninggal, amalannya terputus kecuali tiga hal, dan salah satunya adalah doa anak yang shalih.
Maka doa bisa menjadi kebahagiaan yang kita hadiahkan kepada orang tua yang sedang menanti di alam kubur. Do’a yang kita kirimkan bisa menjadi jala orang tua kita menikmati kenikmatan di bawah tanah dalam balutan kain kafan yang makin hari makin koyak.
Salah satu doa yang bisa kita amalkan untuk kedua orang tua kita adalah do’a yang sudah sering kita dawamkan dan hafalkan :
اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا
Artinya:
“Wahai Tuhanku. ampunilah aku dan kedua orang tuaku (ibu dan Bapakku), sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku waktu aku kecil.”
Do’a pendek ini bisa kita amalkan dalam setiap waktu kita, dalam sujud dan do’a-do’a panjang kita, sebagai wujud bakti kita dan upayakan kebahagiaan untuk orang tua kita yang telah lebih dulu mendahului kita.
2. Mintakan Ampunan Untuk Keduanya
Salah satu hal paling utama untuk menjemput keridhoan Allah adalah dengan pengampunan yang Allah berikan. Sebab jika Allah mengampuni segala kesalahan dan doa kita, maka kebahagiaan, keridhoan dan syurga yang dijanjikan bisa didapatkan.
Maka, kita bisa memintakan ampunan untuk kedua orang tua kita. Sebab mereka begitu butuh pengampunan Allah SWT saat lisan mereka sudah tak mampu laho untuk berdzikir dan berdoa.
Lisan anak-anak sholehnya lah yang bisa turut membantu menghadiahi amalan yang semoga dengan doa yang dikirimkan bisa meringankan siksa kubur dan menjadi pemberat timbangan pahala kebaikan di hari penghisaban nanti.
Salah satu do’a yang bis kita amalkan untuk kedua orang tua kita adalah do’a yang terkandug dlam Alqur’an surat Ibrahim ayat 41 :
رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُࣖ ٤١
Artinya:
“Ya Tuhan kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan orang-orang mukmin pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat).”
3. Memenuhi Janjinya meski telah tiada
Orang tua kita mungkin memiliki janji-janji yang hendak dipenuhi, maka janji itu harus dipenuhi meski telah tiada. Sebab janji bisa menjadi hutang yang harus dibayar atau ditunaikan.
Untuk mengetahui janji-janji itu, maka sangat penting semasa hidup kita banyak berdiskusi, berbicara dan mengetahui mengenai janji-janji orang tua. Atau kita juga bisa menyarankan agar orang tua senantiasa membuat catatan mengenai janji yang harus ditunaikan agar lebih memudahkan.
4. Menjalin Silaturahmi dengan Keluarga Kedua Orang Tua
Membahagiakan orang tua bukan hanya tentang hubungan langsung dengan mereka, tetapi juga cara kita merawat hubungan dengan orang-orang yang dulu mereka sayangi. Menyambung silaturahmi dengan saudara dan kerabat dekat juga merupakan sebuah bakti yang dicintai oleh Allah SWT.
Keluarga kedua orang tua kita adalah bagian yang tidak terpisahkan yang harus kita muliakan juga. Kita bisa meneruskan kebaikan-kebaikan kedua orang tua kita kepada keluarganya, agar menjadi bahan bakr doa yang akan sampai kepada kedua orang tua kita.
Kebaikan orang tua kita harus tetap terasa walaupun sudah tiada, sehingga bisa jadi amal yang masih terus mengalir meski mereka telah tutup usia.
5. Memuliakan Sahabat-Sahabatnya
Ada banyak orang yang berhubungan dengan orang tua kita. Seperti sahabat-sahabatnya yang selama hidup menemani dan saling berbagi. Mereka adalah bagian dari orang-orang yang harus kita muliakan juga.
Tetap menjaga silaturahim, saling berkabar bahkan mengunjungi apabila mungkin menjadi salah satu bentuk membahagiakan orang tua kita. Semakin banyak orang yang tetap ingat kepada orang tua, maka semakin banyak kemungkinan doa-doa dilangitkan untuk keduanya.
Demikianlah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membahagiakan orang tua yang telah tiada. Tidak ada doa yang bisa menghidupkan kembali orang tua. Tetapi ada banyak amal yang bisa membuat mereka tersenyum di alam sana.
Rindu yang tidak bisa disampaikan dalam pelukan dapat kita jadikan sebagai dorongan untuk memperbanyak amal. Kesedihan yang muncul dapat kita ubah menjadi ladang pahala. Sebab, cinta antara anak dan orang tua adalah cinta yang tidak pernah habis.
Membahagiakan mereka bukan lagi tentang hadir di hadapan mereka, tetapi tentang menghadiahkan kebaikan yang terus mengalir hingga hari akhir. Selama kita masih punya waktu dan nafas, kita masih bisa membuat mereka bangga dan tentunya menjemput Keridhaan Allah Subhanahu Wata’ala.
Kreator : Kakang Agung Gumelar