Membuang sisa bahan makanan sepertinya masih banyak dilakukan oleh kita semua. Setiap hari, rumah tangga di Indonesia menghasilkan sekitar 0,5–1 kilogram limbah organik per orang, dengan sebagian besar sumber sampah berasal dari sisa makanan dan sayuran dapur.
Tentu ini menjadi sebuah permasalahan yang harus diselesaikan bersama. Jika sampah-sampah ini hanya berakhir di penampungan, maka akan menjadi salah satu sumber meningkatnya pemanasan global yang akhirnya tetap akan merugikan manusia.
Banyak sisa-sisa bahan masakan yang biasanya kita buang begitu saja. Contohnya seperti batang daun bawang yang kita buang selama proses memasak. Padahal dari tanaman seperti daun bawang, bisa tumbuh kembali bahkan bisa kita panen untuk digunakan kembali.
Fenomena ini dikenal dengan teknik regrow, sebuah cara sederhana menumbuhkan kembali tanaman dari sisa bahan makanan yang biasa kita buang begitu saja.
Teknik ini bisa terjadi sebab ada bagian tanaman tertentu seperti akar, batang, atau daun, yang masih menyimpan jaringan hidup. Dari jaringan itulah, sisa-sisa bahan dapur bisa tumbuh kembali.
Teknik Regrow ini sebenarnya serupa dengan stek vegetatif, yaitu cara memperbanyak tanaman tanpa biji. Namun, regrow lebih sederhana dan dapat dilakukan bahkan di dapur rumah dengan alat seadanya. Cukup dengan wadah bekas, sedikit air, dan sinar matahari, maka sisa-sisa bahan yang dibuang itu akan tumbuh menjadi tanaman baru.
Namun, tidak semua bahan dapur bisa di-regrow. Beberapa jenis tumbuhan yang bisa menerapkan teknik ini adalah :
1. Daun Bawang
Daun bawang merupakan salah satu bahan yang banyak digunakan saat memasak. Daun bawang bisa ditanam dan tumbuh kembali dengan menggunakan teknik regrow. Caranya bisa dengan memotong bagian pangkal daun bawang sekitar 5 cm dari akar. Kemudian letakkan dalam wadah berisi sedikit air hingga akar terendam. Dalam 3–5 hari, tunas hijau baru akan tumbuh. Setelah cukup tinggi, pindahkan ke tanah atau pot agar pertumbuhannya optimal dan bisa dipanen untuk digunakan kembali.
2. Seledri
Sama seperti daun bawang, seledri dapat tumbuh dari pangkal batangnya. Cara menumbukan kembalinya hampir samadengan daun bawang. Letakkan di wadah air, pastikan setengah bagian bawah terendam. Setelah muncul akar baru, pindahkan ke tanah. Dalam dua minggu, daun segar siap dipetik.
3. Sawi dan Selada
Sisa pangkal selada atau sawi juga bisa ditumbuhkan kembali. Cukup letakkan di wadah dangkal berisi air dan simpan di tempat terang. Daun baru akan tumbuh dari bagian tengahnya dan bisa dinikmati kembali.
4. Bawang Merah dan Bawang Putih
Dua bumbu primadona dalam setiap masakan ini juga bisa ditumbuhkan kembali. Caranya dengan ambil siung yang sudah bertunas, tanam di tanah dengan bagian tunas menghadap ke atas. Dalam beberapa hari, daun bawang baru akan tumbuh dari tunas itu, dan dalam beberapa minggu umbi baru mulai terbentuk.
5. Wortel
Meski bagian akar (yang kita makan) tidak bisa tumbuh lagi, pangkal daun di bagian atas wortel bisa ditumbuhkan kembali. Daunnya dapat dimanfaatkan untuk campuran salad atau bahan herbal.
6. Jahe dan Kunyit
Kedua rempah ini sangat bermanfaat, baik digunakan untuk bahan masakan maupun bisa menjadi bahan minuman herbal yang kaya akan nutrisi. Jahe dan kunyit tumbuh dari rimpang (akar batang bawah tanah), sehingga bisa ditumbuhkan kembali. Caranya dengan memotong bagian rimpang yang memiliki mata tunas, lalu tanam di tanah lembap. Dalam waktu 2–3 minggu, tunas baru akan muncul dari tanah.
Dengan menerapkan teknik regrow, kita bisa mengurangi volume sampah organik yang dibuang. Potongan sayuran yang tadinya dianggap tak berguna justru bisa menjadi sumber pangan baru.
Tidak hanya soal lingkungan, regrow juga punya nilai ekonomi. Jika setiap rumah tangga bisa menanam ulang beberapa jenis sayur seperti daun bawang, selada, seledri, atau kangkung. Pengeluaran belanja dapur bisa berkurang, bahkan bisa menjualnya dan mendapatkan tambahan penghasilan.
Selain itu, regrow juga memiliki nilai estetik, dimana dapur terasa lebih “hidup” dengan adanya tanaman segar yang tumbuh di sudut rumah.
Kreator : Kakang Agung Gumelar