Pembibitan merupakan hal yang penting dalam dunia peternakan khususnya pada Domba Garut. Pembibitan bertujuan untuk meningkatkan baik kualitas maupun kuantitas pada hewan ternak seperti domba Garut.
Selain itu, salah satu upaya untuk memastikan terwujudnya ketahanan pangan adalah dengan pembibitan ini.
Pembibitan kambing dan domba merupakan suatu proses untuk menghasilkan ternak dengan kualifikasi bibit, pada usaha pembibitan lebih ditekankan pada upaya peningkatan mutu genetik melalui seleksi dan pengaturan perkawinan, serta pengkondisian lingkungan yang sesuai potensi genetiknya. Bibit yang dihasilkan dapat berasal dari suatu rumpun murni (pure breed) atau rumpun komposit (composite breed).
1. Pemilihan Induk Domba
Pemilihan bibit kambing dan domba perlu dilakukan karena akan berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan keturunan yang dihasilkan
Domba jantan dan betina unggul memiliki peranan penting bagi ketersediaan bibit yang baik, dimana kualitas performa pejantan dan betina dibentuk oleh 2 faktor yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan.
Faktor genetik ditentukan oleh susunan gen dan kromosom yang dimiliki individu, sementara faktor lingkungan eksternal dapat berupa pengaruh iklim, cahaya, suhu, kelembaban, makanan, serta manajemen, sedangkan yang termasuk lingkungan internal antara lain pengaruh hormonal, kelamin, dan umur dari dalam tubuh hewan itu sendiri.
2. Perhatikan Siklus Reproduksinya
Memahami siklus reproduksi juga penting dalam proses pembibitan. Sebab siklus ini menjadi bagian terpenting dalam pembibitan untuk menghasilkan anakan atau keturunanya.
Induk domba mencapai dewasa kelamin pada umur 6-8 bulan. Umur pertama kali dikawinkan antara 10-12 bulan (betina), dan jantan umur 12 bulan.
Maka saat memilih induk, harus yang sudah memasuki usia dewasa kelamin dan siap dikawinkan. Selain itu juga harus memperhatikan kondisi fisiknya, pastikan dalam keadaan sehat dan tidak cacat. Sebab bisa mempengaruhi keturunannya nanti.
Proses perkawinan dapat berhasil apabila domba betina dalam keadaan birahi. Ciri-ciri domba yang birahi adalah alat kelamin luar membengkak, basah, merah dan hangat; ternak gelisah dan nafsu makan menurun.
Jika ditemukan tanda-tanda ini pada domba betina, maka segera kawinkan dengan mencampurkan domba jantan dan betina dalam satu tempat. Waktu yang baik untuk mengawinkan 12-18 jam setelah terlihat tanda-tanda pertama birahi.
Jika masa perkawinan berhasil, maka domba akan mengalami masa ovulasi dan kebuntingan, Dimana masa bunting domba betina membutuhkan waktu sekitar 5 bulan.
3. Mempersiapkan Kandang
Dalam proses pembibitan domba garut kandang tentu menjadi hal yang tidak boleh dilupakan. Sebab semua proses pembibitan akan dilakukan pada kandangan ini.
Kita harus memastikan bahwa kandangan yang disediakan sesuai dan aman sehingga domba juga bisa melakukan proses perkembangbiakan dengan nyaman agar bisa menghasilkan kualitas yang baik.
Kandang bisa dibuat dari bahan yang kuat. Pastikan bilah kayu tidak terlalu licin atau runcing yang bisa melukai kaki domba. Sebaiknya kandang berbentuk panggung agar kotoran domba langsung jatuh ke bawah, sehingga kandang lebih bersih dan kering. Selain itu hal ini mengurangi risiko penyakit akibat kotoran yang menumpuk. .
Pastikan juga kandang memiliki atap agar melindungi domba dari hujan dan sinar matahari langsung. Selain itu juga bisa memperhatikan kemiringannya agara saat hujan air bisa mengalir dengan baik.
Selain itu harus memiliki ventilasi yang cukup agar domba tidak kekurangan oksigen. Hindari daerah yang lembab dan tertutup yang bisa memicu penyakit pernapasan.
4. Ketersediaan Pakan
Pakan adalah hal yang penting dalam pembibitan. Pakan yang baik akan menjadi nutrisi yang diserap selama prose pembibitan tersebut.
Pakan yang bisa diberikan adalah berupa rumput, hijauan leguminose, dan pakan tambahan berupa ampas tahu atau dedak padi. Jumlah pakan yang diperlukan secara umum sekitar 10 % dari bobot badan.
Pastikan pakan juga tersedia agar domba tidak kelaparan dan kekurangan nutrisi. Sebab pemberian pakan yang berkualitas dengan jumlah pemberian sesuai dengan kebutuhan ternak dapat mengoptimalkan pertambahan bobot badan, produksi daging, dan reproduksinya.
Itulah hal utama yang harus diperhatikan selama proses pembibitan domba Garut. Tentu yang lebih utama adalah bagaimana kesabaran dan ketelatenan kit dalam meninjau perkembanganya, memastikan kebersihannya dan makananya dan memiliki manajemen yang terstruktur agar pembibitan berhasil dilakukan.
Kreator : Kakang Agung Gumelar