Pemanfaatan Serbuk Kayu Sebagai Media Tanam Jamur Tiram 

Salah satu komponen penting dalam keberhasilan budidaya jamur tiram adalah media tanam. Media tanam berfungsi sebagai sumber nutrisi bagi pertumbuhan miselium hingga menghasilkan tubuh buah jamur yang berkualitas. 

Dari sekian banyak bahan yang dapat digunakan, serbuk kayu menjadi pilihan utama bagi para petani jamur tiram karena mudah diperoleh dan murah. 

Pada dasarnya hampir semua jenis kayu dapat digunakan sebagai bahan baku yang bagus untuk pertumbuhan jamur, karena didalamnya memiliki berbagai kandungan seperti selulosa dan Hemiselulosa yang akan diubah menjadi sumber makanan bagi jamur. 

Salah satu jenis kayu yang tidak bisa digunakan adalah kayu pinus karena mengandung terpentin yang justru dapat menghambat pertumbuhan jamur.

Serbuk kayu sengon merupakan media yang pada umumnya digunakan untuk media tanam jamur tiram karena serbuk kayu ini tergolong serbuk kayu yang keras, tidak mengandung getah, tidak mengandung minyak serta bahan kimia lainnya. 

Untuk membuat media tanam dari serbuk kayu, terlebih dahulu kita harus menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan. Bahan-bahan tersebut adalah serbuk kayu, bekatul sebagai tambahan nutrisi, kapur dolomit untuk membantu menjaga pH media tanam jamur tiram, air bersih, dan tentunya bibit induk jamur tiram.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan mencampurkan bahan-bahan seperti serbuk kayu, bekatul, dan kapur dolomit dengan perbandingan 80:15:5 kedalam wadah besar. 

Setelah tercampur rata, tambahkan air sedikit demi sedikit hingga mencapai kelembapan 60-65%. 

Untuk mengetahui kelembabannya kita bisa menggunakan tes sederhana dengan mengepalkan adonan. Apabila air menetes sedikit dari genggaman, maka kelembabannya sudah cukup. 

Jika semua sudah tercampur dan kelembaban sudah sesuai, kemudian masukkan adonan ke dalam plastik atau baglog dan tekan hingga padat, tetapi tetap sisakan ruang kosong di bagian atas untuk sirkulasi udara.

Setelah itu, baglog disterilkan dengan menggunakan autoklaf atau alat pemanas tertutup dengan suhu 121°C selama 6 hingga 8 jam. Selain itu bisa menggunakan panci presto untuk mensterilkannya dengan waktu yang lebih lama yaitu hingga 10 jam. 

Setelah proses sterilisasi selesai, baglog  kemudian didinginkan dan siap untuk proses selanjutnya yang disebut dengan inokulasi yaitu proses memasukkan bibit induk jamur tiram ke dalam media tanam yang telah disterilkan sebelumnya.

Setelah bibit jamur tiram masuk kedalam media tanam, terakhir, baglog  diinkubasi atau disimpan di kumbung bersuhu sekitar 18–30°C sampai miseliumnya tumbuh sempurna dan siap berbuah. 

Selama proses inkubasi ini harus sering melakukan pemantauan, baik dari suhu, kelembaban, cahaya, hingga pemantauan apakah ada hama dan penyakit yang bisa menghambat pertumbuhan jamur tiram. Dan Jika ditemukan kontaminasi, segera pisahkan media tersebut agar tidak menyebar ke yang lain. 

Begitulah tata cara budidaya jamur tiram dengan menggunakan serbuk kayu sebagai media tanam. Selama ini serbuk kayu menjadi penyumbang limbah terbesar yang belum dimanfaatkan dengan baik, padahal serbuk kayu memiliki manfaat yang bisa menghasilkan nilai ekonomi tinggi jika digunakan dengan baik dan tepat. 

Kreator : Kakang Agung Gumelar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *