Berbudidaya jamur tiram memang menjadi salah satu usaha agribisnis yang menjanjikan karena permintaan pasar yang terus meningkat dan siklus panennya yang relatif cepat. Namun, di balik potensi keuntungan tersebut, terdapat tantangan besar yang kerap dihadapi oleh para petani jamur, yaitu serangan hama dan penyakit.
Permasalahan ini tidak hanya mengurangi hasil panen, tetapi juga bisa menyebabkan kerugian besar jika tidak ditangani dengan tepat. Maka dari itu, langkah pencegahan menjadi kunci utama dalam menjaga produktivitas dan kualitas jamur tiram.
Ada beberapa langkah pencegahan alami dan higienis yang bisa dilakukan oleh para petani agar dapat mencegah terjangkit penyakit dan hama. Berikut beberapa strategi yang efektif:
1. Memasang jaring atau kasa pada ventilasi atau celah-celah
Kita ketahui bahwa ada banyak hama yang bisa menyerang jamur yang masuk lewat celah-celah, ventilasi bahkan saat membuka tutup pintu kumbung. Salah satu hama yang bisa masuk lewat ventilasi dan celah-celah adalah nyamuk dan lalat. Maka penting untuk melakukan pemasangan kasa/ jaring kawat pada bagian pintu, jendela maupun ventilasi kumbung. Hal ini untuk mencegah masuknya hama maupun patogen dari luar.
2. Sterilisasi Media Baglog
alam proses budidaya jamur tiram, media tanam memeiliki fungsi yang amat penting. Untuk menjaga kualitas jamur tiram yang baik, maka harus dilakukan sterilisasi guna menghilangkan mikroorganisme patogen baik kapang, khamir mapun bakteri.
Media baglog sering menjadi sasaran utama hama dan penyakit berkembang biak. Maka penting untuk terus melakukan sterilisasi media baglog agar terhindar dari hama. Terutama hama-hama kecil yang tak kasat mata seperti tungau.
Salah satu cara mensterilisasi media baglog adalah dengan mengatur suhu 121⁰C selama sekitar 8 jam. Hal ini penting karena pada suhu tersebut dapat membunuh spora patogen maupun larva hama.
3. Menjaga Suhu dan Kelembaban Kumbung
Langkah selanjutnya yaitu harus memperhatikan suhu serta kelembaban kumbung yang dibutuhkan untuk pertumbuhan jamur tiram. Untuk memudahkan bisa menggunakan alat pengukur suhu dan kelembaban (higrometer) agar kondisi ruangan selalu terpantau. Kelembaban ideal sekitar 85–90%, dengan suhu stabil antara 24–28°C.
Suhu dan kelembaban ini harus diperhatikan dengan baik, sebab kelembaban yang terlalu tinggi dan suhu yang rendah dapat meningkatkan patogen, sedangkan kondisi kumbung yang terlalu hangat dapat memicu serangan hama.
4. Menjaga Kebersihan Kumbung
Kebersihan kumbung merupakan hal yang amat penting. Kumbung harus dibersihkan secara berkala dari sisa baglog, jamur busuk, dan kotoran.
Lantai pada kumbung juga harus diperhatikan agar selalu kering dan terbebas dari genangan air yang dapat memicu datangnya hama dan penyakit. Selain itu untuk menjaga lingkungan bisa menggunakan desinfektan ringan atau larutan kapur untuk menjaga kebersihan
Selain itu peralatan juga sebaiknya rutin dibersihkan, baik menggunakan alkohol, cloroks maupun sabun. Sebab bisa saja hama dan penyakit melekat pada peralatan dan mengkontaminasi tumbuhan jamur.
5. Selalu Melakukan Pemantauan Rutin
Untuk menjaga lingkungan dan tumbuhan dari hama dan penyakit, maka perlu dilakukan pemantauan rutin. Pemantauan rutin dapat membantu dalam memprediksi hama maupun patogen yang harus segera dikendalikan.
Dengan melakukan pemantauan rutin bisa membantu kita untuk mengetahui perubahan-perubahan kecil dan jika terlihat ada tanda-tanda terjangkit hama dan penyakit kita mudah dalam membuat keputusan yang tepat untuk melakukan pengobatan.
6. Menggunakan pengendalian hayati.
Kita tahu bahwa dalam kehidupan terdapat predator dan pemangsa. Untuk mencegah hama bisa memanfaatkan musuh alami pada hewan berkaitan. Misalnya dengan menggunakan tungau predator genus Hypoaspis untuk mengendalikan lalat Sciaridae dan Phoridae.
Selain itu agen hayati lain yang bisa digunakan adalah pestisida nabati dari tanaman mimba/ neem, bawang, daun pepaya, cabai dan lainnya dapat digunakan untuk menekan hama.
7. Pembuatan Perangkap Hama
Strateg selanjutnya yang bisa dilakukan oleh petani adalah dengan membuat perangkap terhadap hama. Ada banyak perangkap yang bisa dicoba dan dilakukan untuk menekan serangga yang menjadi hama bagi tumbuhnya jamur tiram.
Contohnya seperti perangkap sumuran (pit fall) yang diisi alkohol atau detergen serta dengan menggunakan metil eugenol (menggunakan hormon feromon) untuk menarik serangga jantan.
Contoh perangkap lain bisa menggunakan perangkap warna. Salah satunya adalah dengan menggunakan pengendalian hama melalui baki kuning kecil kira-kira berdiameter 15 cm yang diisi dengan larutan detergen. Yang terbukti bisa menurunkan serangan hama pada jamur tiram.
8. Pengendalian Dengan Bahan Kimia
Pengendalian menggunakan bahan kimia menjadi opsi dan pertimbangan terakhir. Tentu dalam penggunaannya harus bijak. Selain itu harus memiliki ilmu pengetahuan mumpuni agar bisa menghasilkan dosis seimbang atau berkonsultasi dengan ahli agar sesuai dengan dosis yang dianjurkan.
Hal tersebut karena adanya dampak negatif dari penggunaan bahan kimia yang bisa meninggalkan residu kimia pada jamur yang bahkan tidak bisa dikendalikan. Sehingga dikhawatirkan membunuh bakteri baik yang dibutuhkan dalam jamur.
Demikian beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai upaya untuk menghindarkan jamur tiram dari hama dan penyakit yang dapat menimbulkan kerugian bagi para petani.
Kreator : Kakang Agung Gumelar