Hati-Hati Durhaka Pada Orang Tua Adalah Dosa Besar

Tidak salah jika selama ini kita berfikir bahwa dosa besar adalah membunuh atau menyekutukan Allah, namun kini kita juga harus menyadari bahwa durhaka kepada kedua orang tua kita juga termasuk kepada dosa besar. 

Tidak ada dosa yang lebih cepat menghapus keberkahan hidup selain durhaka kepada orang tua. Sebab perintah berbakti kepada orang tua berada tepat setelah perintah beriman kepada Allah SWT. 

Dalam Islam, dosa besar (kabāir) adalah dosa yang ancamannya disebut secara tegas dalam Al-Qur’an atau hadis, baik dengan laknat, ancaman neraka, maupun azab berat. Dan salah satu dosa besar yang paling ditekankan adalah durhaka kepada kedua orang tua.

Rasulullah SAW bersabda: 

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ ؟) ثَلاَثًا، قَالُوْا : بَلىَ يَا رَسُوْلَ اللهِ قَالَ : ( الإِشْرَاكُ بِاللهِ وَعُقُوْقُ الْوَالِدَيْنِ ) وَجَلَسَ وَكَانَ مُتَّكِئًا ( أَلاَ وَقَوْلُ الزُّوْرُ ) مَا زَالَ يُكَرِّرُهَا حَتىَّ قُلْتُ لَيْتَهُ سَكَتَ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kalian mau aku beritahu mengenai dosa yang paling besar?” Para sahabat menjawab, “Mau, wahai Rasulullah.” Beliau lalu bersabda, “(Dosa terbesar adalah) mempersekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua.” Beliau mengucapkan hal itu sambil duduk bertelekan pada tangannya. (Tiba-tiba beliau menegakkan duduknya dan berkata), “Dan juga ucapan (sumpah) palsu.” Beliau mengulang-ulang perkataan itu sampai saya berkata (dalam hati), “Duhai, seandainya beliau diam.” (HR. Bukhari, no. 2654 dan Muslim, no. 87)

Hadis ini menunjukkan bahwa kedudukan orang tua begitu tinggi di sisi Allah, hingga pelanggaran terhadapnya disejajarkan dengan syirik sebuah dosa yang paling besar dalam Islam.
Hal tersebut tentu bukan tanpa alasan, kedua orang tua kita adalah orang yang paling berjasa dalam hidup kita. Mereka yang melindungi kita, mendidik kita dan menjadi bentuk kasih sayang Allah yang paling nyata. 

Banyak orang merasa tidak durhaka kepada orang tua hanya karena tidak pernah membentak atau memukul orang tuanya. Padahal, durhaka tidak selalu dalam bentuk kekerasan fisik. Ia juga bisa hadir dalam bentuk ucapan, sikap, dan sikap abai. Allah SWT berfirman:

“Maka janganlah sekali-kali kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’, dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”
(QS. Al-Isra’: 23)

Dalam ayat tersebut kata “ah” saja sudah dianggap bentuk ketidak hormatan kepada orang tua oleh Allah SWT. Artinya, sekecil apapun nada tinggi, lirikan kesal, atau sikap tidak sabar terhadap orang tua bisa menjadi bagian dari durhaka.

Semua ini bisa menjadi durhaka, bukan karena besar kecilnya perbuatan, tetapi karena hilangnya rasa hormat dan kasih. Islam tidak main-main dalam memperingatkan dosa durhaka kepada orang tua. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:

“Semua dosa akan ditangguhkan pembalasannya oleh Allah sampai hari kiamat, kecuali durhaka kepada orang tua. Maka Allah akan menyegerakan (azab) bagi pelakunya di dunia sebelum di akhirat.”
(HR. Hakim)

Artinya, anak yang durhaka tidak hanya kehilangan keberkahan di akhirat, tetapi juga di dunia. Sebab Allah SWT langsung memberikan balasan bagi yang durhaka kepada ibu bapaknya langsung di dunia. Ia mungkin akan mengalami kesulitan hidup, rezeki yang tersendat, hati yang gelisah, atau anak-anak yang kelak memperlakukannya dengan cara yang sama.

Banyak orang berjuang mencari pahala besar, berinfaq, atau berhaji berkali-kali. Tapi seringnya lupa bahwa ada pahala besar yang begitu melekat dan dekat dengan kita yaitu bakti kepada kedua orang tua.  Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Celaka, celaka, celaka orang yang mendapatkan orang tuanya masih hidup—salah satunya atau keduanya—tetapi tidak membuatnya masuk surga.”
(HR. Muslim)

Durhaka seringkali disadari ketika sudah terlambat. Ketika kursi ruang tamu itu sudah kosong. Ketika suara yang dulu kita dengar setiap pagi kini hanya tinggal gema dalam ingatan. Baru kita sadar betapa berharganya setiap kesempatan untuk berbuat baik kepada orang tua.

Maka, sebelum semua itu terjadi, jadikan hari ini titik balik. Hubungi mereka, kunjungi mereka, cium tangan mereka, belikan hadiah untuk mereka, berikan makanan favorit mereka, luangkan waktu untuk menghibur dan temani mereka, jadilah lebih baik dari hari-hari sebelumnya. 

Jangan sampai surga yang pintunya terbuka itu tertutup hanya karena keegoisan kita atau karena langkah kita yang enggan berhenti mengejar dunia. Sebab durhaka kepada kedua orang tua akan terlalu berat untuk ditanggung, bahkan oleh orang yang paling kuat sekalipun.

Kreator : Kakang Agung Gumelar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *