Makkah adalah kota suci yang tidak pernah sepi dari doa dan rindu umat Islam di seluruh dunia. Di kota inilah Ka‘bah berdiri tegak sebagai kiblat shalat kaum Muslimin, pusat ibadah haji, dan simbol persatuan umat. Makkah menjadi saksi bagaimana perjuangan dakwah dan perjalanan menegakkan tauhid sejak zaman Nabi Ibrahim ‘alaihissalam.
Keistimewaan Makkah tidak hanya terletak pada posisinya sebagai pusat ibadah, tetapi juga pada kedudukannya yang mulia dalam Al-Qur’an dan hadis. Allah menyebut kota ini dengan penuh penghormatan, sementara Rasulullah ﷺ menegaskan keutamaannya sebagai tanah haram yang suci dan terjaga. Hal inilah yang menjadikan Makkah sebagai kota paling dicintai dan dirindukan oleh hati setiap Muslim, meski belum semua berkesempatan menjejakkan kaki di sana.
Berikut ini sebagian keutamaan kota Makkah yang harus diketahui :
1. Makkah Allah Tetapkan Sebagai Kota yang Suci
Allah SWT telah menetapkan Makkah sebagai kota suci, bahkan sejak penciptaan langit dan bumi. Kesuciannya bukan hanya karena menjadi tempat berdirinya Ka‘bah, tetapi juga karena Allah sendiri yang memuliakan dan melindunginya.
Nabi bersabda:
إِنَّ هَذَا الْبَلَدَ حَرَّمَهُ اللَّهُ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ فَهُوَ حَرَامٌ بِحُرْمَةِ اللَّهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
“Sesungguhnya kota ini, Allah telah memuliakannya pada hari penciptaan langit dan bumi. Ia adalah kota suci dengan dasar kemuliaan yang Allah tetapkan sampai hari Kiamat.” (HR. al-Bukhari Muslim)
2. Makkah Sebagai Kota yang Aman
Dalam Alqur’an ada tujuh ayat yang secara gamblang menyebutkan Makkah sebagai Kota Aman. Salah satu ayat yang menyebutkan tentang Makkah sebagai kota yang aman tertuang dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 125 :
وَاِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَاَمْنًاۗ وَاتَّخِذُوْا مِنْ مَّقَامِ اِبْرٰهٖمَ مُصَلًّىۗ وَعَهِدْنَآ اِلٰٓى اِبْرٰهٖمَ وَاِسْمٰعِيْلَ اَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّاۤىِٕفِيْنَ وَالْعٰكِفِيْنَ وَالرُّكَّعِ السُّجُوْدِ ١٢٥
Artinya : “(Ingatlah) ketika Kami menjadikan rumah itu (Ka‘bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. (Ingatlah ketika Aku katakan,) “Jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim sebagai tempat salat.” (Ingatlah ketika) Kami wasiatkan kepada Ibrahim dan Ismail, “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, serta yang rukuk dan sujud (salat)!”
Ayat ini menjelaskan bahwa Allah SWT memang menjadikan Makkah sebagai kota yang aman sejak awal. Kemudian sejalan dengan do’a Nabi Ibrahim saat meninggalkan anaknya Ismail dan istrinya Siti Hajar di sebuah tempat yang tandus dan kering yang saat ini dikenal dengan Makkah. Hal tersebut terdapat dalam Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 35.
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعْبُدَ الْأَصْنَامَ
“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Rabb-ku, jadikanlah negeri ini (Makkah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala”. (QS. Ibrahim: 35).
Sebagai kota yang aman, Makkah memiliki berbagai aturan yang menjadikannya berbeda dari tempat lain. Di Tanah Haram ini, dilarang menumpahkan darah, menebang pepohonan, atau mengusir hewan-hewan di dalamnya. Larangan tersebut menandakan betapa Makkah dijaga dengan penuh kehormatan dan penghormatan, sehingga siapa pun yang berada di dalamnya akan merasa aman.
Salah satu bentuk penjagaan Allah SWT terhadap kota Makkah dan ka’bah khususnya tergambar dari bagaimana Allah SWT menjaga ka’bah dari pasukan Abrahah Al-Asyram atau Abrahah Al-Habsyi yang ingin menghancurkan Ka’bah pada tahun 571 M. . Sebagaimana diketahui bahwa sejak dulu Kota Makkah yang terdapat Ka’bah di dalamnya selalu menjadi magnet yang menarik banyak orang untuk mengunjunginya.
Dengan kekuasaan Allah SWT, melalui burung-burung yang diturunkan membawa batu dari api neraka Allah SWT meluluhlantahkan pasukan bergajah, hingga agresi yang dilakukan gagal total dan ka’bah terlindungi bahkan hingga hari ini.
3. Tempat Lahir dan Kota yang dicintai Rasulullah SAW
Rasulullah SAW lahir dan tumbuh di Makkah. Sebagaimana kita yang begitu mencintai tempat kelahiran kita, Rasulullah SAW juga begitu mencintai Makkah. Namun, perjalanan dakwah yang ia emban, membuatnya harus terusir dari kampung halamannya sendiri. Kaum Quraisy dan masyarakat disana begitu memusuhi islam dan ajaran tauhid yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.
Kemudian turunlah perintah dari Allah SWT untuk berhijrah ke madinah. Tempat yang memang Allah siapkan untuk lapang menerima islam. Namun meskipun begitu, kecintaan dan kerinduan Rasulullah SAW terhadap kota Makkah yang dicinyainya tidak pernah terbendung. Dalm sebuah hadits dinyatakan :
وَاللَّهِ إِنَّكِ لَخَيْرُ أَرْضِ اللَّهِ وَأَحَبُّ أَرْضِ اللَّهِ إِلَى اللَّهِ وَلَوْلَا أَنِّي أُخْرِجْتُ مِنْكِ مَا خَرَجْتُ
“Demi Allah, Engkau adalah sebaik-baik bumi Allah, dan bumi Allah yang paling dicintai-Nya. Seandainya aku tidak terusir darimu, aku tidak akan keluar.” (HR. Tirmidzi.)
4. Utamanya Sholat di Masjidil Haram
Di kota Makkah terdapat masjid terbesar di dunia yakni Masjidil Haram. Masjid inilah yang begitu dirindukan untuk didatangi kaum muslimin dari seluruh penjuru negeri. Salah satu ibadah yang dituju saat tiba di Masjidil haram adalah sholat. Sebab sholat di masjidil haram memiliki keutamaan yang begitu besar. Dalam sebuah hadis dijelaskan :
صَلَاةٌ فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ
Artinya : “Shalat di Masjidil Haram, lebih utama dibandingkan seratus ribu shalat di tempat lainnya.” (HR Ahmad)
Dalam hadits lain juga disebutkan bagaimana keutamaan sholat di masjidil haram. Diriwayatkan dari Jabir Radhiyallahu Anhu, Rasulullah SAW bersabda:
“Sholat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih baik dari 1000 (seribu) kali sholat di masjid lainnya kecuali di Masjidil Haram, Makkah, dan sholat di Masjidil Haram lebih baik dari 100.000 (seratus ribu) sholat di masjid lainnya.” (HR Ibnu Majjah, dishahihkan oleh Al-Bani).
5. Tidak Dimasuki Dajjal
Kita tentu sering mendengar tentang salah satu tanda akhir zaman adalah dengan turunnya dajjal. Dajjal diyakini akan berkeliling keseluruh negeri dengan membawa misi untuk membawa manusia pada kesesatan. Namun terdapat dua tempat yang tidak akan didatangi oleh Dajjal.
Hal tersebut dijelaskan dalam hadits yang dibawakan oleh Imam An-Nawawi Rahimahullah adalah hadits dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu. Beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
لَيْسَ مِنْ بَلَدٍ إلاَّ سَيَطَؤُهُ الدَّجَّالُ إلاَّ مَكَّةَ والمَدينة، ولَيْسَ نَقْبٌ مِنْ أنْقَابِهما إلاَّ عَلَيْهِ المَلائِكَةُ صَافِّينَ تحْرُسُهُما، فَيَنْزِلُ بالسَّبَخَةِ، فَتَرْجُفُ المدينةُ ثلاثَ رَجَفَاتٍ، يُخْرِجُ اللَّه مِنْهَا كُلَّ كَافِرٍ وَمُنَافِقٍ
“Tidak ada satu negeripun melainkan akan didatangi oleh Dajjal, kecuali Makkah dan Madinah. Tidak ada satu jalan masuk dari jalan-jalan menuju keduanya, kecuali di sana ada para malaikat yang berbaris menjaganya. Maka Dajjal turun di sebuah tempat bernama Sabakhah. Lalu Madinah berguncang tiga kali, hingga Allah mengeluarkan setiap orang kafir dan munafik darinya.” (HR. Muslim)
Keutamaan kota Makkah membuat Dajjal tidak bisa masuk kedalamnya. Hal ini tentu menunjukkan bahwa Makkah dan juga Madinah adalah dua kota yang begitu dilindungi oleh Allah SWT.
Demikianlah beberapa keistimewaan kota Makkah yang insyaallah akan segera kita kunjungi. Semoga rindu dan bibit-bibit do’a yang kita tanam pada akhirnya bisa menghasilkan temu dan jumpa di rumah Allah SWT.
Kreator : Kakang Agung Gumelar