Pertanian merupakan sektor penting dalam kehidupan, banyak sekali kebutuhan manusia yang terpenuhi dari hasil-hasil sektor pertanian. Invasi dan pengembangan tentu terus dilakukan agar pertanian semakin mudah di jangkau sehingga masih bisa memenuhi hajat hidup manusia.
Di era modern, keterbatasan lahan subur, meningkatnya populasi, dan kebutuhan akan metode pertanian praktis mendorong masyarakat mencari solusi baru. Jika sebelumnya pertanian begitu erat dengan tanah, kini banyak ditemukan media tanam lain yang bisa menjadi alternatif pilihan.
Salah satu media tanam tersebut adalah dengan menggunakan bahan-bahan anorganik. Bahan anorganik adalah bahan dengan kandungan unsur mineral tinggi yang berasal dari proses pelapukan batuan induk di dalam bumi. Jika bahan organik berasal dari komponen organisme hidup, maka bahan anorganik kebalikannya atau bukan berasal dari proses makhluk hidup.
Komponen anorganik ini biasanya melalui proses fisika maupun kimia sehingga stabil dan tahan lama. Berbeda dengan media organik seperti tanah, kompos, atau arang sekam, media anorganik tidak mudah terurai sehingga bisa dipakai berulang kali.
Lalu, apa saja media tanam anorganik yang bisa digunakan untuk menumbuhkan tanaman selain tanah ? Berikut akan dijabarkan Beberapa media anorganik yang sering dijadikan sebagai media tanam yaitu :
1. Kerikil
Kerikil merupakan batuan kecil yang dihasilkan dari proses alami atau pemecahan batuan. Kerikil banyak digunakan sebagai media tanam untuk budidaya tanaman hidroponik. Sifatnya yang memiliki pori-pori berukuran besar dengan jumlah yang banyak, membuat kerikil mudah basah namun juga muda kering, sehingga harus sering menyiramnya.
Saat ini dipasaran banyak dijumpai kerikil sintetis yang cenderung lebih menyerupai batu apung. Sehingga bobotnya lebih rendah dan lebih baik dalam menyerap air.
2. Pasir
Pasir menjadi media tanam yang dapat dipakai sebagai media tanaman hias. Pasir biasanya digunakan untuk proses penyemaian benih, pertumbuhan bibit tanaman, dan perakaran stek batang tanaman.
Keunggulan pasir sebagai media tanam adalah kemudahan dalam penggunaan dan dapat meningkatkan sistem aerasi serta drainase media tanam. Selain itu pasir yang mudah kering bisa membantu dalam proses pembibitan dan strukturnya yang keras bisa membantu batang bisa berdiri dengan tegak untuk proses stek tanaman.
Media pasir sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan beberapa jenis tanaman hias. Seperti misalnya jenis tanaman hias allium atau tanaman hias yang memiliki umbi serta kaktus.
3. Tanah liat
Tanah liat merupakan tanah yang dihasilkan dari pelapukan kerak bumi. Karakteristik utama yang dimiliki oleh tanah liat adalah lengket. Sebagai media tanam, tanah liat bisa dipilih karena memiliki kemampuan mengikat air yang cukup kuat.
Namun, tanah liat merupakan tanah yang miskin akan unsur hara. Sehingga dalam penggunaannya harus didukung oleh bahan-bahan lain. Misalnya mengkombinasikan tanah liat dan pasir serta humus yang cocok dijadikan sebagai media penyemaian dan cangkok.
4. Pecahan batu bata
Pecahan batu bata bisa bermanfaat dan digunakan sebagai media tanam yang begitu penting untuk melekatkan akar. Bentuk pecahanya bisa berukuran kecil seperti kerikil bahkan lebih kecil. Sebab semakin kecil ukuran batu bata akan semakin optimal menyerap air dan unsur hara. Selain itu ukuran kecil juga bisa membuat lancar sirkulasi udara dan kelembaban di sekitar akar tanaman berlangsung lebih baik.
Karakteristik lain yang dimiliki oleh batu bata adalah miskin dengan unsur hara, sehingga harus dikombinasikan dengan bahan-bahan lainnya. Salah satu kombinasi yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan pupuk kandang. Namun, meskipun miskin akan unsur hara, batu bata juga tidak mudah lapuk. karena memiliki kemampuan drainase dan aerasi yang baik, pecahan batu bata bisa diletakan di dasar pot.
5. Gel
Gel atau hidrogel adalah kristal-kristal polimer yang sering digunakan sebagai media tanam bagi tanaman hidroponik. Warnanya yang cantik dan beragam bisa membuat tanaman semakin terlihat estetik.
Biasanya gel digunakan pada tanaman hias didalam ruangan dengan menggunakan vas, contohnya seperti tanaman philodendron dan anthurium. Tanaman bisa disimpan di berbagai tempat di dalam ruangan sehingga menambah keindahan ruangan tersebut.
Kita bisa memilih warna gel sesuai dengan warna tanaman. Biasanya tanaman-tanaman didalam ruangan menggunakan gel sebagai media tanamnya. Selain karena keindahannya karena dapat diserasikan dengan warna tanaman dan membuat lebih hidup, penggunaan media jenis ini sangat praktis dan efisien karena tidak perlu mengganti dengan yang baru, menyiram, atau memupuk.
6. Vermikulit
Vermikulit adalah media anorganik steril yang dihasilkan dari pemanasan kepingan-kepingan mika hingga terjadi pemecahan (disintegrasi) dan bebas dari hama penyakit dan biji gulma.
jika digunakan sebagai campuran media tanam, vermikulit dapat menurunkan berat jenis dan meningkatkan daya absorpsi air sehingga bisa dengan mudah diserap oleh akar tanaman.
7. Perlite
Perlite sendiri merupakan kaca vulkanis yang relatif banyak mengandung air. bahan perlit yang berwarna putih ini dihasilkan dari lava gunung berapi yang telah dipanaskan pada suhu 760derjat, merupakan produk mineral berbobot ringan serta memiliki kapasitas tukar kation dan daya serap air yang rendah. Umumnya, perlite ini terbentuk dari hidrasi batuan obsidian. Perlite merupakan media tanam bebas tanah yang memiliki tingkat retensi oksigen terbaik dari semua media tanam.
Namun, biasanya perlite harus dikombinasikan dengan sabut kelapa, tanah, atau vermikulit. Selain itu, perlite sendiri biasanya juga dijadikan sebagai hiasan pada aquarium.
8. Spons
Jika biasanya kita menggunakan spons untuk mencuci piring, ternyata spons juga bisa menjadi pilihan media tanam.
Spons memiliki kemampuan menyerap air yang sangat baik. Karakteristik lain yang dimiliki oleh spons adalah mudah dipindah-pindahkan dan ditempatkan dimana saja. Selain itu, spons juga ringan, walaupun ringan, media jenis ini tidak membutuhkan pemberat karena setelah direndam atau disiram air akan menjadi berat dengan sendirinya sehingga dapat menegakkan tanaman.
Selain itu, spons juga memiliki kemampuan daya serap yang tinggi terhadap air dan unsur hara esensial. Namun kelemahan yang dimiliki oleh spons adalah mudah rusak, sehingga harus diganti apabila terlihat telah rusak.
Tanaman yang biasanya menggunakan spons sebagai media tanaman biasanya adalah tanaman hias bunga potong (cutting flower) yang penggunaannya cenderung hanya sementara waktu saja.
9. Gabus
Gabus atau styrofoam merupakan bahan organik yang terbuat dari kopolimer styren. Gabus atau styrofoam awalnya hanya digunakan sebagai media aklimatisasi atau penyesuaian diri tanaman sebelum ditanam di lahan yang sudah tersedia. Namun kini gabus mulai dijadikan sebagai alternatif media tanam.
Untuk dijadikan media tanam, gabus bisa dibentuk kubus dengan ukuran (1x1x1) cm. Contoh tanaman yang menggunakan media tanam ini seperti aglaonema, phylo, dan puring.
Itulah jenis jenis media tanam anorganik yang bisa digunakan sebagai alternatif bagi tumbuhan. Tentu pemilihan media tanam juga harus disesuaikan dengan karakteristik tumbuhan yang akan ditanam sehingga bisa tumbuh dengan optimal.
Kreator : Kakang Agung Gumelar