Pulanglah Sebab Ada Bakti yang Harus Ditunaikan dan Ada Rindu Milik Ibu yang Harus Dituntaskan

Bagi sebagian orang, takdir harus membawa langkah kakinya berjalan menjauh dari kampung halaman. Meninggalkan Ibu dan ayah dirumah, baik dengan alasan pendidikan, pekerjaan hingga pernikahan. 

Meski kini banyak media yang bisa meringkas pertemuan seperti adanya fitur telepon, video call hingga penyediaan cctv yang bisa terhubung di handphone, tetap saja pertemuan menjadi lebih bermakna dan dinantikan. 

Beberapa kondisi mungkin membuat tidak memungkinkan untuk pulang, namun sekeras tenaga kita harus bisa meluangkan waktu agar bertemu bukan hal mahal yang harus didapatkan. Terlebih jika orang tua kita sudah dalam keadaan tua.

Mereka sudah tidak akan lagi meminta makanan-makanan yang lezat sebab selera makan mereka mulai menghilang, giginya mulai tanggal dan makanan harus dijaga ketat karena faktor kesehatan. 

Mereka juga mungkin sudah tidak sesemangat saat muda untuk keliling kota atau ke tempat wisata, sebab kakinya yang mulai goyah dan renta. 

Maka, pulang adalah salah satu bentuk bakti yang bisa kita pilih. Menemani mereka, mengobrol ringan, membawa cucu untuk bermain dan membuat rumah kembali ramai. 

Jangan sampai kita menyia-nyiakan kesempatan untuk berbakti kepada kedua orang tua. Sebab disana ada balasan terbaik bagi yang bisa memenuhi baktinya dengan penuh keikhlasan dan ketulusan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺍﻟْﻮَﺍﻟِﺪُ ﺃَﻭْﺳَﻂُ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻓَﺈِﻥْ ﺷِﺌْﺖَ ﻓَﺄَﺿِﻊْ ﺫَﻟِﻚَ ﺍﻟْﺒَﺎﺏَ ﺃَﻭِ ﺍﺣْﻔَﻈْﻪُ

Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu, atau kalian bisa menjaganya. (HR. Ahmad, hasan)

Pintu paling tengah yang dimaksudkan dalam hadits ini menandai bahwa orang tua merupakan jalan menuju syurga yang paling mudah untuk dimasuki. Sebuah pintu tengah yang disediakan didunia agar syurga bisa dirasa. 

Selain itu berbakti juga merupakan kewajiban kita kepada orang tua. Perintah tersebut langsung Allah sebutkan dalam Al-Qur’an Surat Lukman ayat 14 : 

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun . Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Qs. Luqman : 14)

Kebaikan orang tua kita sejatinya tidak pernah bisa kita balas. Terlebih perjuangan Ibu yang mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, kemudian ia melahirkan dengan mempertaruhkan nyawanya, menyusui dengan penuh keikhlasan meski kadang kantuk dan rasa sakit menyerangnya, dan berbagai pengorbanan yang tidak pernah dirupiahkan.

Maka, jangan tunggu waktu menjadi luang tapi luangkanlah waktu agar bisa bertemu dan menuntaskan rindu.

Kreator : Kakang Agung Gumelar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *