Keistimewaan masjidil Haram Hingga 13 Kali di Sebut Dalam Alquran

Masjidil Haram merupakan tempat yang mulia dengan berbagai keistimewaan. Bagi kaki yang singgah disana, dipastikan akan merasakan perasaan yang tenang, tentram juga meninggalkan jejak kerinduan untuk kembali kesana. 

Didalam masjidil haram terdapat ka’bah yang menjadi kiblat seluruh umat islam di dunia untuk melaksanakan ibadah sholat. Juga menjadi tempat untuk umrah dan haji yang dituju oleh semua umat muslim. 

Masjidil Haram sendiri terletak di sebuah lembah Makkah. Ditahun 2025 ini menurut Saudi Press Agency, kapasitas Masjidil Haram setelah perluasan tahap ketiga selesai, mencapai tiga juta orang per hari dengan adanya peningkatan luas area Masjidil Haram dari 414.000 meter persegi menjadi 1,5 juta meter persegi

Yang dimaksud dengan Masjidil Haram saat masa Rasulullah SAW adalah hamparan luas, dibatasi oleh permukiman penduduk Makkah. Kira-kira luasnya 1.490 hingga 2.000 meter persegi. Saat itu Rasulullah SAW tidak melakukan renovasi terhadap masjidil haram, beliau hanya mengeluarkan patung-patung dan membiarkannya seperti sebelumnya.

Begitu juga Pada masa Khalifah Abu Bakar as-Shiddiq, beliau  juga tidak dilakukan renovasi. Pada masa Umar bin Khattablah renovasi berupa perluasan lokasi dilakukan seiring dengan bertambahnya jamaah haji. Saat itu Umar membeli rumah-rumah yang ada disekitar masjidil haram untuk kemudian dibangun. 

Renovasi terus berlanjut pada masa khalifah Usman bin Affan juga pada masa kekhalifahan. Bahkan sampai pada masa kerajaan Arab Saudi pun renovasi terus dilakukan dengan tujuan tiada lain untuk memberikan kenyamanan kepada jamaah yang melaksanakan ibadah haji. 

Dalam Al-Qur’an Allah SWT menyebutkan kata Masjidil Haram sebanyak 13 kali. Penyebutan itu terdapat dalam berbagai surah, antara lain: Al-Baqarah, Ali Imran, Al-Maidah, Al-Anfal, At-Taubah, Al-Isra, Al-Hajj, dan Al-Fath. Hal tersebut tentu menunjukkan adanya keistimewaan yang dimiliki oleh masjidil haram. Lalu apa saja keistimewaan tersebut ? Mari kita simak bersama-sama.

1. Masjid pertama yang ada dimuka bumi 

Masjidil Haram merupakan masjid tertua di dunia. Masjid ini merupakan masjid pertama yang saat itu dibangun oleh Nabi Ibrahim A.S. Hal tersebut diperkuat dengan firman Allah SWT dalam Al-Quran : 

اِنَّ اَوَّلَ بَيْتٍ وُّضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِيْ بِبَكَّةَ مُبٰرَكًا وَّهُدًى لِّلْعٰلَمِيْنَۚ ۝٩٦

Artinya : “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” (QS. Ali Imran: 96).

Jarak antara pembangunan masjidil haram dan masjidil Aqsha adalah sekitar 40 tahun. Hal ini sebagaimana tertuang dalam hadits : 

Dalam satu hadis juga dijelaskan:

عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيُّ مَسْجِدٍ وُضِعَ فِي الْأَرْضِ أَوَّلُ؟ قَالَ: الْمَسْجِدُ الْحَرَامُ، قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: الْمَسْجِدُ الْأَقْصَى، قُلْتُ: كَمْ بَيْنَهُمَا؟ قَالَ: أَرْبَعُونَ سَنَةً، قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: ثُمَّ حَيْثُ أَدْرَكْتَ الصَّلَاةَ فَصَلِّ؛ فَكُلُّهَا مَسْجِدٌ. وَأَخْرَجَهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ

Artinya: Dari Abi Dzar ra yang berkata: Aku bertanya, Wahai Rasulullah! Masjid mana yang dibangun pertamakali? Beliau jawab: Masjidil haram. Aku bertanya kembali: Mana lagi? Beliau jawab: Masjidil Aqsa. Aku kembali bertanya: Berapa jarak waktu di antara keduanya? Beliau jawab: empat puluh tahun. Aku kembali bertanya: kemudian masjid mana lagi? Beliau jawab: di mana saja kamu temukan untuk mengerjakan salat maka salatlah! Sebab semuanya adalah masjid. (Bukhari Muslim)

2. Nabi berangkat Isra’ Mi’raj dari Masjidil Haram

Isra mi’raj merupakan salah satu peristiwa penting dalam kenabian Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini terjadi pada periode akhir kenabian di Makkah, sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah.

Pada saat isra mi’raj, Rasulullah mengalami hal-hal yang luar biasa. Mulai dari diperlihatkannya syurga dan neraka, diturunkannya perintah shalat, hingga “bertemu” dengan Allah SWT. 

Perjalanan luar biasa ini, diwali dari Masjidil Haram sebagai tempat pemberangkatannya. Hal tersebut dijelaskan dalam firman Allah SWT :  

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ ۝١

“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.” (QS. al-Israa: 1)

Dengan menjadi tempat awal atau titik keberangkatan pertama Rasulullah SAW, tentu menjadikan masjidil haram memiliki keutamannya tersendiri. 

3. Sebaik-baik Perjalanan Adalah Ke Masjidil Haram

Allah SWT memberikan perintah agar kaum muslimin melakukan perjalanan ketiga masjid yang ada dimuka bumi ini. Yaitu Masjid Nabawi yang berada di Makkah, Masjidil Haram yang ada di Makkah dan juga Masjidil Aqsa yang berada di Palestina. 

 لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ مَسْجِدِي هَذَا وَمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِ الْأَقْصَى 

Janganlah kalian bersusah payah melakukan perjalanan jauh, kecuali ke tiga Masjid. Yaitu: Masjidku ini (Masjid Madinah), Masjidil Haram (di Makkah) dan Masjid Al Aqsha.” (HR. Bukhari no.1189, Muslim no.827)

Ketiga masjid ini syarat akan sejarah, kisah serta berbagai keutamaan. Ketiganya menjadi saksi bisu bagaimana ketauhidan hidup dari waktu ke waktu. 

4. 100.000 Lebih Baik Jika Shalat di Masjidil Haram 

Keutamaan lain yang dimiliki oleh masjidil haram adalah pahala yang tidak tanggung-tanggung bagi siapa yang melaksanakan ibadah disana khususnya yang dapat melaksanakan shalat. 

jika kita bisa shalat di masjidil haram maka itu lebih baik dari shalat dimasjid lainnya. Hal tersebut sesuai dengan hadits Rasulullah SAW : 

 “Sholat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih baik dari 1000 (seribu) kali sholat di masjid lainnya kecuali di Masjidil Haram, Makkah, dan sholat di Masjidil Haram lebih baik dari 100.000 (seratus ribu) sholat di masjid lainnya.” (HR Ibnu Majjah, dishahihkan oleh Al-Bani). 

5. Pusat Kiblat Shalat Umat Muslim di Seluruh Dunia

Ka’bah yang terdapat di dalam masjidil haram menjadi salah satu magnet repenting dalam ajaran islam. Ka’bah inilah yang menjadi kiblat umat muslim diseluruh dunia. Jika hendak melaksanakan shalat kita harus menghadap kearah kiblat, dan kiblat ini adalah ka’bah. 

قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِۚ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰىهَاۖ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا 

وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ لَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ ۝١٤٤

Artinya : “ Sungguh, Kami melihat wajahmu (Nabi Muhammad) sering menengadah ke langit. Maka, pasti akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau sukai. Lalu, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Di mana pun kamu sekalian berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Sesungguhnya orang-orang yang diberi kitab benar-benar mengetahui bahwa (pemindahan kiblat ke Masjidil Haram) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al-Baqarah : 144)

Demikian beberapa keutamaan masjidil haram dibandingkan dengan tempat lain di dunia. Disebutkan hingga 13 kali dalam Al-Qur’an, masjid ini menjadi simbol tauhid, persatuan, dan kesucian. 

Dengan memahami keistimewaan Masjidil Haram, seorang Muslim diingatkan untuk selalu mencintai, menghormati, dan berdoa agar Allah memberi kesempatan untuk menunaikan ibadah di sana. Karena sesungguhnya, beribadah di Masjidil Haram adalah nikmat yang tidak dapat ditukar dengan apa pun di dunia ini.

Kreator : Kakang Agung Gumelar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *