Robot dan Kecerdasan Buatan (AI): Bisakah Menjadi Masa Depan di Bidang Pertanian Indonesia?

Pertanian merupakan tulang punggung kehidupan manusia menyediakan pangan dan bahan baku untuk kebutuhan sehari-hari. Kini teknologi terus berkembang dan menghadirkan solusi melalui penggunaan robot dan kecerdasan buatan (AI). Pertanyaannya kemudian, mampukah robot dan AI menjadi masa depan pertanian?

Pertanian tentu menjadi hal yang utama di indonesia. Menurut data dari https://www.bps.go.id/ mengenai Lapangan Pekerjaan Utama dari tahun 2011 – 2024, pertanian masih menempati urutan pertama pekerjaan utama masyarakat Indonesia. Hal tersebut berkaitan erat juga dengan kondisi iklim dan tipografi alam Indonesia.

Peran  Pertanian Konvesional dan Tantangannya

Tradisional atau konvesional merupakan salah satu kata yang erat dengan pertanian di Indonesia. Sektor pertanian selama ini sangat bergantung pada tenaga manusia dan proses manual. Petani harus mengolah tanah, menanam, menyiram, memupuk, hingga memanen dengan cara-cara konvensional. Meskipun alat berat telah diperkenalkan sejak Revolusi Industri, banyak proses di pertanian yang masih mengandalkan pengalaman dan insting manusia.

Namun kini, tantangan semakin kompleks:

  • Penurunan jumlah petani muda karena generasi baru kebanyakan enggan bekerja di sektor yang dianggap melelahkan dan kurang menguntungkan. Bahkan banyak juga orang tua petani yang tidak ingin keturunannya ikut bertani.
  • Perubahan iklim yang memengaruhi siklus tanam dan hasil panen. Cuaca yang berubah hingga musim yang tidak bisa lagi dihitung seperti sebelumnya. Banyak perubahan-perubahan yang tidak bisa diprediksi, sehingga berdampak pada proses dan hasil panen.
  • Hama dan penyakit tanaman yang semakin sulit dikendalikan. Semakin hari jenis hama semakin berkembang juga. Banyak petani yang mengalami gagal panen karena kesulitan dalam menghdapi hama dan penyakit tanaman.
  • Kebutuhan efisiensi dalam penggunaan air, pupuk, dan pestisida.

Dalam suasana ini, robotika dan AI muncul sebagai solusi potensial yang diharapkan mampu membawa revolusi di bidang pertanian.

Apa Itu Robot dan AI dalam Konteks Pertanian?

Robot pertanian adalah mesin otomatis yang dirancang untuk melakukan tugas-tugas di ladang seperti menanam, menyiram, membajak, hingga memanen. Mereka bisa berbentuk drone, kendaraan otonom, atau alat kecil yang bekerja secara presisi.

AI dalam pertanian mengacu pada penggunaan algoritma pembelajaran mesin, analitik data besar (big data), dan teknologi pengenalan gambar untuk menganalisis kondisi tanaman, cuaca, tanah, dan membuat prediksi serta keputusan otomatis.

Ketika digabungkan, robot dan AI mampu menciptakan sistem pertanian cerdas yang bekerja secara efisien dan minim kesalahan manusia.

Contoh Implementasi Robot dan AI di Pertanian

Robot dan AI sudah tidak asing lagi kita dengarkan, bahkan telah menyapa sektor pertanian. Terdapat beberapa contoh implementasi Robot dn AI yang lebih dahulu dikembangkan baik di dalam negeri maupun diluar negeri. 

China merupakan salah satu negara yang telah memanfaatkan penggunaan Robot dan AI di bidang pertanian. Salah satu contohnya adalah 60 jenis robot AI yang dibuat oleh perusahaan pertanian di China yakni Diantian Farm dan diterapkan diseluruh Tiongkok. Robot ini memiliki tugas mulai dari menanam hingga memanen dengan bantuan otak AI yang sudah bisa dioperasikan hanya melalui smartphone.

Selain China, Jepang juga telah ikut serta mengoptimalkan AI untuk sektor pertanian. Dimana robot-robot itu dipastikan bisa membantu petani menghasilkan panen yang maksimal. Salah satu produk AI yang diciptakannya dikhususkan untuk memetik timun. Dan secara mengejutkan robot tersebut bisa memotong dengan tingkat akurasi yang tepat.

Indonesia juga tidak mau ketinggalan dalam memaksimlkan AI dan Robot di bidang pertanian. Terbaru di bulan Mei ini dosen dan tim peneliti dari IPB juga telah mengembangkan sebuah robot cerdas berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dapat mendeteksi penyakit antraknosa pada tanaman cabai. Dimana penyakit ini emrupakan salah satu penyakit terbesar yang banyak membuat petani gagal panen.

Produk-produk robot dan AI di bidang pertania kini berkembang semakin pesat. Banyak peneliti dan perusahaan yang mulai memusatkan perhatian pada AI dan robot untuk menunjang sektor pertanian yang sangat penting ini. 

Masa Depan: Kolaborasi Manusia dan Mesin

Alih-alih menggantikan peran manusia sepenuhnya, masa depan pertanian yang ideal adalah kolaborasi antara petani dan teknologi. AI dan Robot bukan untuk menggantikan manusia, namun bisa mnejadi mitra untuk bekerjasama mencapai hasil pertanian yang lebih baik.

AI bisa menjadi alat bantu pengambilan keputusan, sementara robot menangani pekerjaan yang repetitif dan berat. Dan Petani tetap memegang peran sebagai pengelola dan pengambil keputusan utama.

Terlebih AI dan Robot memiliki beberapa potensi manfaat yang tidak bisa dielakkan. Mulai dari efisiensi yang tinggi. Sebab robot dapat bekerja sepanjang hari tanpa lelah. AI mampu membuat keputusan cepat berdasarkan data real-time. Kombinasi ini meningkatkan produktivitas dan mengurangi pemborosan.

Robot dan AI juga memiliki tingkat presisi atau keakuratan yang tinggi. Bisa memotong tepat pada bagian yang telah disistemkan, bahkan bisa menyemprotkan pestisida atau pemupukan hanya pada titik yang dibutuhkan, sehingga bisa mengurangi dampak negatif bagi lingkungan.

Namun tentu akan terdapat berbagai tantangan dalam penerapanya di lapangan. Mulai dari kesiapan sumber daya manusianya untuk terbuka pada teknologi dan memanfaatkannya, hingga ketersediaan produk-produk yang harus berkolaborasi dengan berbagai pihak.

Pemerintah diharapkan bisa hadir menjadi penopang utama dalam menyediakan program-program pengembangan pada sektor pertanian ini. Kemudian para peneliti juga diharapkan bisa bahu membahu menciptakan produk-produk unggulan yang bisa digunakan.

Maka apakah  Robot dan AI bisa menjadi masa depan bagi Pertanian khususnya di indonesia ?

Maka jawabannya adalah ya — robot dan AI bisa menjadi masa depan pertanian, asalkan diiringi dengan kebijakan yang tepat, edukasi yang memadai, dan adaptasi teknologi yang inklusif.

Robot dan kecerdasan buatan memiliki potensi besar untuk merevolusi sektor pertanian. Dengan kemampuan untuk bekerja secara efisien, presisi tinggi, dan berbasis data, teknologi ini bisa menjadi solusi atas berbagai tantangan pertanian modern. Namun, keberhasilan implementasinya bergantung pada kesiapan infrastruktur, kebijakan pemerintah, dan keterlibatan petani itu sendiri.

Kreator : Kakang Agung Gumelar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *