Tidak pernah ada yang mudah dalam menghadapi kehilangan orang tua. Terlebih orang tua adalah dua sosok yang selalu mengupayakan yang terbaik untuk kita. Mereka adalah dua orang yang memiliki jalan syurga yang telah disediakan Allah SWT.
Kehadiran orang tua di dalam kehidupan kita adalah anugerah, sementara kepergian mereka adalah kepastian yang tidak bisa ditolak. Pada hakikatnya kematian memang memisahkan raga, tetapi tidak memutuskan ikatan kasih sayang dan kewajiban seorang anak untuk berbakti kepada orang tuanya.
Meskipun keduanya ataupun salah satunya telah tiada, kesempatan untuk berbakti masih sangat terbuka. Bahkan sudah seharusnya kita meningkatkan bakti kita untuk mereka.
Lalu bagaimana cara untuk berbakti kepada orang tua yang telah tiada ?
1. Jadilah sumber jariyah untuk mereka dengan berupaya menjadi anak yang shaleh.
Kita harus berupaya untuk menjadi anak yang shaleh. Sebab salah satu di antara amal yang tidak terputus adalah anak yang saleh yang selalu mendoakan orang tuanya. Sebagaimana terdapat dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :
إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث: صدقة جارية، وعلم ينتفع به، وولد صالح يدعو له
“Jika seorang anak Adam meninggal, maka terputuslah amalnya, kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)
Hanya do’a anak yang shalehlah yang akan memperpanjang amalan orang tua kita meskipun telah tiada. Jika kita tidak menjadi anak yang shaleh, yang jauh dari nilai-nilai agama, yang tidak melakukan apa yang Allah suka, maka bagaimana bisa do’a kita sampai kepada mereka ?
Maka salah satu hal yang harus kita upayakan untuk berbakti kepada orang tua adalah dengan mendidik diri kita agar menjadi anak yang shaleh agar kita bisa menjadi amal jariyah bagi mereka.
2. Memintakan Ampunan dan Selalu Doakan Mereka
Sebagaimana kita ketahui, setelah nyawa terlepas berhentilah kesempatan seseorang untuk beribadah dan berbuat kebaikan. Begitu juga dengan orang tua yang telah wafat. Mereka telah selesai menjalankan peran sebagai hamba Allah di dunia, ia telah selesai dengan kewajiban-kewajiban yang dipikulnya selama di dunia.
Untuk bisa mendapatkan amalan tambahan, maka orang tua kita begitu membutuhkan do’a-do’a kita. Mintakanlah ampunan untuk keduanya, kita bisa menggunakan doa dengan bahasa yang mudah maupun dengan do’a yang terdapat dalam Al-Qur’an Surat Nuh ayat ke-28,
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
“Wahai Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman, dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan.”
Dengan istigfar yang kita lantunkan untuk kedua orang tua kita, Allah akan mengangkat derajat orang tua kita. Sebagaimana dalam sebuah hadits :
“Sesungguhnya Allah ‘Azza Wajalla akan mengangkat derajat seorang hamba yang saleh di surga. Lalu, ia berkata, ‘Wahai Rabb, dari mana semua ini?’ Maka, Allah berfirman, ‘Dari istigfar anakmu kepadamu.’ ” (HR. Ahmad0
Maka, kita tidak bisa menyepelekan kekuatan doa sebagai bentuk bakti kita kepada orang tua yang telah wafat. Berbaktilah dengan lebih banyak memintakan ampunan, keridhoan dan kasih sayang Allah untuk mereka yang tengah menanti kita dan menempati alam kubur.
3. Mengamalkan Ilmu yang Telah Mereka Ajarkan
Kita pasti masih ingat dengan ilmu-ilmu yang telah orang tua ajarkan. Baik ilmu yang secara jelas dan langsung mereka ajarkan maupun melalui banyak hal lain. Maka cara kita berbakti adalah dengan mengamalkan ilmu kebaikan yang mereka ajarkan dan niatkan bahwa kebaikan yang dilakukan juga untuk kedua orang tua.
Hal tersebut berkaitan dengan salah satu amalan jariyah yang mengalir kepada mayit yaitu ilmu yang bermanfaat.
Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan : “Amal shalih yang dihadiahkan pahalanya untuk orang lain dapat sampai kepadanya, baik berupa doa, sedekah, haji, dan sebagainya, berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin.” (Syarh Shahih Muslim, 11/85)
4. Tetap Bersilaturrahmi dengan sahabat, kerabat dan orang-orang yang dekat dengan orang tua
Menyambungkan Silaturahmi dengan Orang-Orang yang biasa bersilaturahmi dengan orang tua juga merupakan bentuk berbakti kepada mereka. Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,
مَنْ أحَبَّ أنْ يَصِلَ أَبَاهُ فِي قَبْرِهِ؛ فَلْيَصِلْ إِخْوَانَ أَبِيهِ بَعْدَهُ
“Barangsiapa yang ingin menyambung ayahnya di kuburnya, maka sambunglah hubungan dengan teman-teman ayahnya semasa hidupnya.” (HR. Ibnu Hibban)
Maka penting bagi kita mengetahui siapa saja sabahat dan kerabat yang dekat dnegan orang tua semasa kita hidup. Keberadaan kita yang tetap bersilaturrahmi juga bisa memanjangkan doa untuk mereka. Selain itu melalui sahabat dan saudara orang tua kita, kita bisa mengenang hal-hal baik yang mereka lakukan, bahkan mungkin banyak hal yang akan kita ketahui tentang orang tua, yang semasa hidup meeka kita begitu sering alfa.
5. Bersedekah Atas Nama Mereka
Bersedekah atas nama orang tua yang telah tiada diperbolehkan bahkan dianjurkan. Hal tersebut juga bisa menunjukan bakti kita kepada mereka.
أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ أُمّـِيْ افْـتُـلِـتَتْ نَـفْسُهَا (وَلَـمْ تُوْصِ) فَـأَظُنَّـهَا لَوْ تَـكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ، فَـهَلْ لَـهَا أَجْـرٌ إِنْ تَـصَدَّقْتُ عَنْهَا (وَلِـيْ أَجْـرٌ)؟ قَالَ: «نَعَمْ» (فَـتَـصَدَّقَ عَـنْـهَا).
Bahwasanya ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , “Sesungguhnya ibuku meninggal dunia secara tiba-tiba (dan tidak memberikan wasiat), dan aku mengira jika ia bisa berbicara maka ia akan bersedekah, maka apakah ia memperoleh pahala jika aku bersedekah atas namanya (dan aku pun mendapatkan pahala)? Beliau menjawab, “Ya, (maka bersedekahlah untuknya).
(HR. Bukhari)
Imam asy-Syaukani rahimahullah berkata, “Hadits-hadits bab ini menunjukkan bahwa sedekah dari anak itu bisa sampai kepada kedua orang tuanya setelah kematian keduanya meski tanpa adanya wasiat dari keduanya, pahalanya pun bisa sampai kepada keduanya.
Itulah beberapa cara untuk berbakti kepada orang tua yang telah tiada. Kesempatan untuk berbakti meski raga mereka sudah tidak didekat kita. Mungkin kita banyak mengecewakan mereka selama hidup, kurang sekali dalam berbakti pada mereka, maka jangan sampai setelah mereka tiada pun kita melewatkan kesempatan berbakti dengan optimal kepada mereka yang telah tiada.
Pada akhirnya, kematian memang menutup satu babak perjalanan hidup orang tua, tetapi tidak menutup kewajiban seorang anak. Meski telah tiada, orang tua tetap hadir dalam doa, dalam amal, dan dalam setiap langkah kita yang mencerminkan ajaran kebaikan mereka. Dengan menjaga bakti ini, kita tidak hanya menghormati orang tua, tetapi juga menjaga keberkahan hidup kita sendiri. Sebab, siapa pun yang menghargai jasa orang tuanya, niscaya akan merasakan kedamaian dan keberkahan dalam hidup.
Kreator : Kakang Agung Gumelar