Keistimewaan Hijir Ismail, Salah Satu Tempat Mustajab yang Harus Dioptimalkan Saat Berumroh

Hijir Ismail adalah salah satu bagian penting yang berada di sekitar Ka’bah. Keberadaannya tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang yang dimilikinya. Hijir Ismail mungkin terlihat seperti bagian pelengkap bangunan, namun dibaliknya Hijir Ismail menyimpan berbagai keistimewaan.

Secara bahasa, kata hijir berarti kamar atau sebuah tempat yang dibatasi dengan dinding pengaman. Hal tersebut sesuai dengan Hijir Ismail sendiri yang merupakan bangunan setengah ling­karan yang terletak di sebelah utara Ka’bah, ditandai dengan bangunan dinding tembok setinggi dada orang dewasa. Hijir Ismail membentang dari luar sepanjang 21,57 meter dengan tinggi dinding 1.32 meter.

Keistimewaan Hijir Ismail tidak hanya terletak pada posisinya yang berdekatan langsung dengan Ka’bah, tetapi juga karena ia memiliki kaitan erat dengan kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Dalam beberapa riwayat diyakini bahwa Hijir Ismail merupakan tempat tinggalnya Nabi Ismail dan Bunda Hajar. Sehingga Hijir Ismail memiliki sejarah yang panjang dan syarat dengan perjuangan. Sebab disanalah ada perjuangan dan keimanan sebuah keluarga yakni Nabi Ibrahim, Nabi Ismail juga Siti Hajar terhadap Allah SWT. 

Keistimewaan lain yang dimiliki Hijir Ismail adalah bahwa Hijir Ismail sendiri merupakan bagian dari ka’bah. Suatu Hari Rasulullah SAW mengajak Aisyah ke Hijir Ismail saatingin menjalankan sholat didalam Ka’bah. Menurut Rasulullah SAW melaksanakan sholat di Hijir Ismail sama dengan melaksanakan sholat di dalam ka’bah, sebab Hijir Ismail merupakan bagian dari dalam ka’bah. 

Pada awalnya Hijir Ismail hanyalah tumpukan batu sederhana yang ditutupi dedaunan, saat masa pembangunan ulang kawasan baitullah. Hijir Ismail tidak sempat dibangun kembali karena adanya keterbatasan kemampuan pada masa itu sehingga tidak masuk kedalam arena Ka’bah. Kemudian para Khalifah, Sultan dan Raja-raja yang berkuasa melakukan renovasi dengan mengganti  batu itu dengan batu marmar dan seperti bangunan yang sekarang.  

Hal tersebut didasari oleh sabda Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam, yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari ‘Aisyah r.a. yang berbunyi:

‘Dari ‘Aisyah r.a. katanya; “Aku sangat ingin memasuki Ka’bah untuk melakukan shalat didalamnya. Rasulullah S.A.W. membawa Siti ‘Aisyah ke dalam Hijir Ismail sambil berkata ” Sholatlah kamu disini jika kamu ingin “shalat di dalam Ka’bah, karena ini termasuk sebagian dari Ka’bah. Dan dalam riwayat yang lain bahwa Aisyah bertanya kepada Nabi saw tentang dinding (Hijir Ismail) “Apakah ia bagian dari rumah suci ini “? Nabi menjawab” betul” kemudian ‘Aisyah bertanya; mengapa mereka tidak memasukkan sekalian sisanya ke Ka’bah ? Nabi menjawab “Sebab kaummu kekurangan dana.”

Maka saat berhasil memasuki Hijir Ismail jangan lewatkan untuk melaksanaakan shalat sunnah disana. Meskipun pasti tidak bisa sempurna sebab banyaknya jamaah yang ingin melaksanakan shalat dan berdoa disana dan adanya keterbatasan waktu juga tempat, namun jika memungkinkan laksanakan shalat sunnah disana sebab siapa yang shalat disana akan diampuni dosa-dosanya. 

Sebuah hadis riwayat Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda, “Wahai Abu Hurairah, di pintu Hijir Ismail ada malaikat yang selalu mengatakan kepada setiap orang yang masuk dan shalat dua rakaat di Hijir Ismail; kamu telah diampuni dosa-dosamu. Maka mulailah dengan amalanmu yang baru”. Hadis lain riwayat Aisyah dikatakan, ”Shalatlah kamu di sini jika kamu ingin shalat di dalam Ka’bah, karena ini termasuk sebagian dari Ka’bah”. 

Hijir Ismail juga merupakan salah satu tempat yang mustajab untuk berdo’a. Memanjatkan segala hajat kepadanya disana adalah sebuah kesempatan yang harus dimanfaatkan dengan optimal. Sebab tidak mudah untuk bisa memasuki kawasan ini, ada penjaga yang siap mengawal dengan ketat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kreator : Kakang Agung Gumelar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *