Mengenal 4 Teknik Budidaya Tanaman di Pertanian Modern

Saat ini dunia pertanian menghadapi berbagai tantangan untuk bisa membudidayakan tanaman. Tantangan tersebut mulai dari keterbatasan lahan, perubahan iklim, hingga meningkatnya kebutuhan pangan akibat pertumbuhan populasi.

Kondisi tersebut membuat baik masyarakat umum maupun petani secara khusus memutar otak dan tidak begitu mengandalkan cara-cara tradisional, namun saat ini teknologi dan inovasi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari dunia pertanian. Salah satu wujud nyata dari transformasi ini adalah lahirnya berbagai teknik budidaya tanaman modern yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan mampu menghasilkan produksi lebih tinggi.

Di antara banyak metode yang berkembang, terdapat empat teknik budidaya tanaman modern yang paling populer dan terbukti efektif, yakni hidroponik, aeroponik, kultur jaringan dan vertikultur. Keempat teknik ini tidak hanya membantu mengatasi keterbatasan lahan dan air, tetapi juga mendukung terciptanya pertanian berkelanjutan di era digital. Mari kita bahas lebih jauh satu per satu.

1. Hidroponik 

Teknik hidroponik sendiri sebetulnya bukan hal baru. Banyak sekali sejarah yang menyebutkan bahwa hidroponik sudah ditemukan bahkan pada saat manusia purba. Hal tersebut karena ditemukannya tanaman bergantung dan terapung yang ada di Babilon dan Cina. 

Hidroponik adalah metode menanam tumbuhan tanpa menggunakan tanah. Sebagai gantinya, tanaman tumbuh dalam larutan air yang kaya akan nutrisi dan mineral. Pada proses hidroponik, tanaman menjadi lebih cepat tumbuh sebab langsung menyerap nutrisi dari air. Tumbuhan yang biasanya ditanam dengan metode hidroponik antara lain sayuran seperti paprika, tomat, timun, terong, dan selada.

Penggunaan teknik hidroponik ini sangat cocok digunakan di daerah dengan lahan terbatas atau tanah yang kurang subur. Tanaman bisa ditanam langsung dalam wadah yang berisi air bercampur nutrisi. Selain itu air juga bisa dikombinasikan dengan media tanam lain untuk membantu mengoptimalkan tanaman agar mendapatkan nutrisi yang baik dan bisa tumbuh berkembang. 

2. Vertikultur

Foto 

Contoh Teknik Budidaya Vertikultur.  Sumber www.pertanian.ngawikab.go.id 

Menjawab permasalahan mengenai ruangan terbatas, teknik vertikultur adalah salah satu andalannya. Dimana vertikultur adalah metode budidaya tanaman secara vertikal, atau bertingkat. 

Dalam sistem vertikultur, tanaman ditanam dalam struktur bertingkat yang bisa ditempatkan di dinding, rak, atau bahkan dalam bentuk menara tanaman. Sehingga penggunaan vertikultur bisa memaksimalkan ruang terbatas yang ada. 

Teknik vertikultur dalam sejarahnya dikenalkan oleh sebuah perusahaan benih di Swiss pada tahun 1944 yang merujuk sebuah ide Vertical Garden. Tidak lama setelah itu, teknik ini menyebar diseluruh lapirsan bahkan hingga kerana rumah tangga.

Teknik ini banyak digunakan di daerah perkotaan bahkan banyak ibu rumah tangga yang mulai menanam dengan teknik ini. Terlebih jenis sayuran yang bisa ditanam teknik ini adalah sayuran-sayuran harian yang bisa dikonsumsi keluarga seperti bayam, kangkung, seledri juga tanaman lain yang dibutuhkan oleh satu keluarga setiap hari. Selain untuk menaman sayuran vertikultur ini bisa digunakan untuk menanam tanaman hias. 

Pemilihan metode vertikultur selain bisa menghasilkan sayur-sayuran yang bisa dikonsumsi juga bisa memberikan efek estetik dan bisa membantu menambah penghijauan di area yang ditanami. 

3. Kultur Jaringan

Foto

Kultur jaringan adalah metode perbanyakan tumbuhan dengan mengambil bagian kecil dari tanaman, seperti sel, jaringan, atau organ, lalu menumbuhkannya dalam kondisi steril di laboratorium sehingga mempunyai sifat yang sama seperti induknya.

Bagian kecil dari  tanaman ini akan diletakkan di medium khusus yang mengandung nutrisi dan hormon untuk mendorong pertumbuhan. Tujuan dari teknik kultur jaringan ini adalah untuk perbanyakan vegetatif tanaman yang permintaannya tinggi tetapi pasokannya rendah. Sebab dengan metode kultur jaringan ini memungkinkan tanamanan tumbuh dengan cepat dan dalam jumlah yang besar. 

Pada dasarnya kultur jaringan bertujuan untuk mengambil bagian kecil dari tanaman yang kelak akan tumbuh sama persis seperti induknya. Sehingga Kultur jaringan juga bisa digunakan untuk melestarikan tanaman yang langka atau hampir punah.

4. Aeroponik

Teknik aeroponik merupakan salah satu teknik yang juga berkembang dan dikenal oleh masyarakat. Secara bahasa istilah aeroponik berasal dari kata “aero” yang artinya udara dan “porus” yang artinya daya. Jadi, bisa diartikan bahwa aeroponik merupakan cara memberdayakan udara.

Jika dikaitkan dengan budidaya tanaman maka aeroponik adalah sebuah teknik menanam tanpa menggunakan tanah namun akarnya akan dibiarkan menggantung diudara. Untuk mendapatkan nutrisi, maka tanaman harus diberikan larutan yang disemprotkan langsung ke akarnya menggunakan kabut halu agar senantiasa mendapatkan zat hara untuk memaksimalkan tumbuh kembangnya.

Tanaman yang bisa ditanam dengan metode ini contohnya seperti stroberi, kentang mini maupun tanaman obat yang banyak digemari dan dibutuhkan oleh masyarakat. Menggunakan teknik aeroponik bisa membuat aroma dan cita rasa tanaman lebih enak, lebih segar dan kualitas yang baik.  

Selain itu keunggulan aeroponik adalah hasil panen yang lebih berkualitas, produktivitas lebih tinggi, serta efisiensi air mencapai 95% lebih hemat dibanding pertanian konvensional. Namun, aeroponik membutuhkan teknologi dan modal yang lebih besar karena sistemnya harus terkontrol secara ketat. 

Demikian pembahasan mengenai metode budidaya tanaman yang bisa gunakan untuk menanam sayur dan buah selain menggunakan tanah sebagai media tanam. 

Pertanian modern menghadirkan solusi inovatif untuk menjawab tantangan masa kini. Hidroponik, aeroponik, Kultur jaringan, dan vertikultur adalah empat teknik budidaya tanaman yang menjadi simbol transformasi pertanian menuju arah yang lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan.

Kreator : Kakang Agung Gumelar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *