Mengapa Makkah disebut Tanah Haram & Sejak Kapan Disebut Sebagai Tanah Haram ?

Kita sering sekali mendengar Makkah yang disandingkan dengan kata tanah haram. Namun pernahkah kita memikirkan apa maksud dari haram itu dan sejak kapan Makkah disebut sebagai tanah yang haram ? 

Kata haram yang terdapat dalam kalimat tersebut menunjukan kesucian. Dimana didalamnya berlaku berbagai ketentuan yang mengharamkan kita melakukan berbagai hal seperti berburu, membunuh, mematahkan tumbuhan hingga tempat yang haram untuk dimasuki oleh orang kafir. 

Nabi Muhammad  ﷺ bersabda sebagai berikut:

اِنَّ إِبْرَاهِيْمَ حَرَّمَ مَكَّةَ وَإِنِّي حَرَّمْتُ الْمَدِيْنَةُ

“Sesungguhnya Ibrahim menjadikan Makkah tanah haram, dan sesungguhnya aku menjadikan Madinah tanah haram”, (HR Muslim).

Allah SWT menjadikan tanah haram tanah yang suci dengan berbagai ketentuan khusus yang harus dipenuhi. Seperti tidak diperbolehkan untuk membawa senjata saat memasuki Makkah, kecuali jika ada sesuatu hal yang darurat maka diperbolehkan. Hal tersebut dijelaskan dalam sebuah hadits :  

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhu, ia berkata : saya mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : “Tidak diperbolehkan bagi kalian membawa senjata di Makkah,” (HR Muslim).

Selain itu, ada beberapa aturan lain seperti yang dikelaskan dalam sbeuah hadits : 

“ … maka sejak itu (negeri Makkah) haram dengan keharaman Allah hingga hari kiamat, duri-durinya tidak boleh dipatahkan, binatang buruannya tidak boleh di usir (diganggu), barang yang jatuh di Makkah tidak boleh diambil, kecuali untuk mencari (pemiliknya), tumbuh-tumbuhannya tidak boleh ditebang.” (HR Bukhari dan Muslim).

Di Makkah terdapat Masjid yang dikenal dengan masjidil haram. Masjid ini merupakan masjid terbesar di dunia. Didalamnya terdapat ka’bah yang menjadi kiblat utama untuk melaksanakan ibadah shalat serta tujuan utama umat muslim sedunia saat menjalankan ibadah haji dan umroh.

Saking utamanya Masjidil Haram, bahkan orang kafir tidak boleh memasuki kawasan ini. Hal tersebut didasarkan pada firman Allah SWT dalam Al-Quran : 

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil haram sesudah tahun ini,” (QS. At-Taubah: 28)

Sedangkan batas tanah haram yang berlaku semua ketentuan tentang tanah haram itu adalah batas miqat makani sebagaimana yang berlaku buat jamaah haji. Maka para batas-batas miqat itulah seorang non muslim sudah tidak boleh lagi masuk ke dalamnya juga termasuk berlaku segala ketentuan yang ada di tanah haram. 

Lalu sejak kapan Makkah disebut sebagai tanah haram ? 

Penyebutan Makkah sebagai tanah haram terjadi semenjak diciptakan langit dan bumi, sehingga penyebutan ini ada bahkan sebelum terbitnya fajar Islam. 

Banyak sekali kisah dan riwayat yang menjelaskan bagaimana sejarah dan peristiwa yang lahir dari tanah Makkah. Bahan kisah-kisah kerasulullan juga terjadi disekitar Mekkah, mulai dari Nabi Adam hingga Nabi Muhammad SAW. 

Hal tersebut didasarkan pada saat Rasulullah SAW diberikan kemenangan oleh Allah SWT kemenangan atas Mekkah, Rasulallah saw berdiri di hadapan masyarakat Makkah, kemudian beliau mengucapkan puji syukur kepada Allah lalu bersabda: ”Sesunguhnya dulu Allah telah melarang tentara gajah masuk ke kota Makkah dan Dia telah membinasakan mereka, dan sekarang Allah telah menaklukan kota Makkah untuk Rasul Nya dan orang orang yang beriman kepadaNya. Sesungguhnya diharamkan bagi orang sebelumku untuk menyerbu kota Makkah, hanya dihalalkan satu saat saja yaitu khusus untukku pada hari ini, dan sesungguhnya haram bagi siapapun yang ingin merebut kota Makkah setelahku. Maka dilarang mengusir hewan buruannya, dilarang memotong pohonnya dan dilarang memungut barang barang yang tercecer kecuali dengan niat ingin mengembalikannya kepada pemiliknya…”.

Dari keterangan tersebut dijelaskan bahwa jauh sebelum penaklukan Makkah oleh Rasulullah SAW, Makkah juga sudah menjadi tempat yang suci yang didalamnya terdapat ketentuan larangan-larangan dalam upaya menjaga kesuciannya. 

Kreator : Kakang Agung Gumelar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *