Berbagai persoalan baik dilingkungan sosial, ekonomi, maupun lingkungan sudah seharusnya menjadi pemikiran bersama. Kini dibutuhkan lebih banyak pengusaha yang bukan hanya berfokus pada keuntungan semata, namun juga pada kelestarian dan kesejahteraan bersama.
Banyaknya sektor-sektor yang tidak tersentuh oleh pemerintah, membuat lebih banyak persoalan dan ketimpangan yang bukan hanya merugikan satu pihak namun kerugian juga bisa dirasakan secara global. Maka kehadiran pengusaha yang berorientasi pada penyelesaian serta solusi pembangunan yang berkelanjutan menjadi begitu penting.
Persoalan-persoalan ini bukan hanya dirasakan di Indonesia, bahkan menjadi perhatian tersendiri secara internasional. Maka tercetuslah program Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang memiliki 17 tujuan dan 169 target.
Sociopreneur hadir menjadi salah satu yang memegang peran untuk mecapai tujuan dan target pembangunan yang berkelanjutan ini. Sebab diharapkan para pengusaha sosial ini bukan hanya mendapat keuntungan namun juga bisa memberikan kebermanfaat bagi masyarakat secara luas dan bisa menggerakan perekonomian dari sektor-sektor terkait.
Sociopreneur menjadi pendekatan yang menjanjikan karena menjembatani dua hal yang selama ini dianggap bertentangan: kepentingan sosial dan kepentingan ekonomi. Sociopreneur membuktikan bahwa bisnis tidak harus merugikan masyarakat, dan misi sosial tidak harus selalu tergantung pada donasi
Manfaat Menjadi Sociopreneur
Menjadi seorang pengusaha sosial tentu mendapatkan banyak manfaat. Manfaat tersebut bisa dirasakan baik oleh diri sendiri maupun lingkungan sekitar, diantaranya adalah :
1. Mendapat keuntungan dari bisnis sekaligus bisa bermanfaat bagi masyarakat
Menjadi manusia yang bermanfaat untuk sesama tentu saja mulia. Bisa turut hadir menjadi solusi atas permasalahan banyak orang bisa menjadi bekal kebaikan yang kita miliki. Selain kebermanfaatan untuk sesama, dengan menjadi sociopreneur kita juga tetap bisa mendapatkan keuntungan secara bisnis. Artinya ada keseimbangan antara ekonomi dan sosial yang bisa menjadikan diri kita semakin berdaya guna.
2. Bisa Menjawab Masalah Sosial dengan Cara yang Inovatif
Berbagai permasalahan yang terjadi disekitar tentu secara tidak langsung akan mempengaruhi kehidupan kita. Misalnya terdapat permasalahan dalam pengelolaan sampah di kampung kita, akibat dari membuang sampah sembarangan maka menyebabkan banjir ketika musim hujan tiba. Maka dampak banjir tidak hanya dirasakan oleh orang yang membuang sampah sembarangan, melainkan oleh semua orang. Sebagai seorang sociopreneur, kita bisa memberikan solusi atas permasalahan tersebut dengan cara yang inovatif dan kreatif disesuaikan dengan kondisi. Misalnya seperti pengadaan bank sampah, pemisahan sampah sehingga bisa dijadikan produk yang bisa dijual, dan lain sebagainya.
3. Peningkatan Kualitas Hidup
Pada tingkat yang lebih luas, tujuan kewirausahaan sosial adalah meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Ini mencakup aspek-aspek seperti akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, air bersih, pangan, serta kesempatan untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan ekonomi.
Hal tersebut di atas adalah konsep yang memadukan prinsip-prinsip bisnis dengan nilai-nilai sosial dan lingkungan, dengan harapan menciptakan dampak positif yang lebih luas dalam masyarakat.
4. Menggabungkan Visi Hidup dan Karier
Banyak orang merasa terjebak dalam pekerjaan yang tidak sesuai dengan nilai dan tujuan hidup mereka. Menjadi sociopreneur memberi peluang untuk menjalani hidup yang bermakna, karena kita bisa menyatukan misi pribadi dengan karier profesional. Bekerja tidak lagi hanya soal mencari uang, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Sociopreneurship menawarkan model karir yang selaras dengan kebutuhan spiritual dan emosional manusia. Ini adalah jalan bagi mereka yang ingin bekerja dengan hati, sekaligus tetap produktif dan menghasilkan. Dengan menjadi sociopreneur, kita tidak hanya hidup untuk diri sendiri, tetapi juga hadir sebagai bagian dari perubahan positif di sekitar.
5. Menghadirkan Solusi Jangka Panjang, Bukan Hanya Bantuan Sesaat
Dalam sociopreneurship prinsip yang diterapkan adalah mengutamakan solusi jangka panjang melalui sistem yang mandiri dan berkelanjutan. Sociopreneur menciptakan model yang membuat masyarakat dapat berdiri di atas kaki sendiri, bukan tergantung pada bantuan terus-menerus.
Misalnya, program pelatihan kewirausahaan untuk mantan narapidana atau remaja putus sekolah bisa membuka jalan agar mereka membangun usaha sendiri, meningkatkan penghasilan, dan berkontribusi pada perekonomian lokal. Dengan demikian, sociopreneur menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan dan mengubah struktur kehidupan masyarakat secara sistemik.
Itulah mengapa menjadi sociopreneur begitu penting. Menjadi sociopreneur bisa dilakukan oleh siapa saja yang berani untuk ambil bagian. Kita bisa memulai dari lingkungan sekitar. Kita bisa meihat masalahnya, bayangkan solusinya, dan wujudkan melalui pendekatan bisnis yang berdampak sosial.
Karena menjadi sociopreneur berarti mengambil tanggung jawab lebih, bukan hanya untuk diri sendiri, tapi untuk masyarakat luas dan generasi mendatang.
Kreator : Kakang Agung Gumelar