Ada satu tindakan sederhana yang tak pernah kehilangan maknanya meski zaman berubah yaitu memberi. Dalam islam istilah memberi itu erat kaitannya dengan sedekah.
Secara bahasa Sedekah berasal dari kata sadaqa yang artinya benar, maknanya orang yang bersedekah adalah orang yang benar pengakuan imannya. Maka sedekah bisa menunjukan keimanan seseorang.
Dalam islam, sedekah tidak hanya berkaitan dengan uang atau harta saja. Namun mencakup hal yang lebih luas bahkan senyuman dan dzikir juga dikategorikan sedekah.
Lalu bagaimana sedekah bermula ?
Praktek bersedekah sudah ada sejak zaman jahiliyyah. Bahkan jika ditarik mundur kebelakang, praktik bersedekah telah lama ada dalam kehidupan manusia.
Pada masa sebelum islam hadir, masyarakat Arab di kota Mekah dikenal sebagai masyarakat yang senang melakukan berbagai tindakan kedermawanan. Mereka dikenal dengan keramahannya serta senang sekali memuliakan para tamu dari berbagai penjuru khususnya saat musim-musim haji.
Bahkan dikalangan para pembesar, kegiatan berbagi merupakan hal yang menunjukan kehormatan dan kebesaran diri. Mereka selalu berlomba-lomba untuk memberi yang lebih banyak dan lebih baik. Seperti contohnya dalam menyediakan makanan dengan unta yang banyak juga kualitas terbaik. Saat itu selain menjadi alat transportasi, unta juga menjadi simbol kekayan seseorang. Maka para petinggi berlomba-lomba menjamu tamu dengan unta terbaik untuk menunjukkan kualitas dirinya.
Meskipun daging-daging unta ini diberikan kepada orang-orang miskin namun sayangnya praktik sedekah ini bukan dilakukan berlandaskan pada semangat tolong menolong. Mereka hanya melakukan demi kebanggan suku mereka, bahkan rela melakukan segala cara untuk menunjukan sukunyalah yang paling baik.
Hadirnya Nabi Muhammad SAW tentu menjadi penyempurna. Begitupun islam hadir untuk mempertahankan tradisi bersedekah yang dianggap baik, sembari meluruskannya berdasarkan semangat ketauhidan. Jika pada masa jahiliyah kedermawaan digunakan sebagai ajang untuk menunjukkan keunggulan pribadi di tengah kaumnya, Islam menggantinya dengan semangat tauhid di mana kedermawanan menjadi salah satu ibadah yang penting, bahkan inti dari ajaran Islam.
Jika melihat dari perintah sedekah dalam Al-Qurán, sedekah dimulai sejak Rasulullah SAW berada di Mekkah. Namun saat itu pemberian yang dianjurkan dinamai dengan zakat. Hal tersebut didukug dengan banyaknya dalil Al-Qur’an yang menjelaskan tentang sedekah pada surat-surat makiyyah atau surat yang diturunkan di Makkah.
Seperti perintah untuk mengeluarkan zakat yang terdapat dalam Al-Qur’an Surat Al-Anbiya ayat 73. Dimana surat Al-Anbiya ini termasuk kedalam surat makiyyah atau surat yang diturunkan saat Rasulullah berdakwah di Makkah.
وَجَعَلْنٰهُمْ اَىِٕمَّةً يَّهْدُوْنَ بِاَمْرِنَا وَاَوْحَيْنَآ اِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرٰتِ وَاِقَامَ الصَّلٰوةِ وَاِيْتَاۤءَ الزَّكٰوةِۚ وَكَانُوْا لَنَا عٰبِدِيْنَۙ
“Kami menjadikan mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk atas perintah Kami dan Kami mewahyukan kepada mereka (perintah) berbuat kebaikan, menegakkan salat, dan menunaikan zakat, serta hanya kepada Kami mereka menyembah.”
Selain dalam surat Al-Anbiya, perintah berzakat juga tercantum dalam surat Al-Mujadalah dan Al-Mu’minuun yang ketduanya juga termasuk kedalam surat makiyyah.
Salah satu anjuran atau kandungan dalam ayat-ayat tersebut adalah perintah bagi yang memiliki harta untuk menunaikan zakat dan menyampaikannya kepada orang-orang yang membutuhkan. Sebab dengan sedekah itu bisa menolong saudara yang sedang mengalami kesulitan serta hingga bisa menimbulkan ketentraman bagi masyarakat juga sebagai bentu pengorbanan terhadap agama Allah SWT.
Saat itu perintah zakat ini disambut dengan antusias oleh para sahabat. Sehingga begitu banyak sahabat yang berlomba-lomba mengeluarkan hartanya untuk jalan kebaikan.
Saat Rasulullah SAW berdakwah di Madinah, dikenallah istilah sedekah. Hal tersebut dikarenakan dalam ayat-ayat madinah banyak mengajarkan tentang hubungan bermasyarakat, ekonomi, sosial dan lain sebagainya. Sehingga pada masa inilah aturan-aturan dibuat secara lebih rinci dan disempurnakan. Baik ajaran yang baru maupun yang sudah ada sebelum kedatangan islam.
Meskipun pada masa-masa sebelumnya tradisi berbagi sudah ada, bahkan saat Rasulullah SAW berada di Makkah dinamai zakat, namun di periode dakwah Madinah inilah istilah sedekah banyak di sebutkan.
Kreator : Kakang Agung Gumelar