Berbakti kepada orang tua sudah menjadi kewajiban kita sebagai anak. Menyenangkannya, membahagiakannya merupakan bagian dari upaya kita membahagiakan keduanya. Sebab apa yang mereka telah lakukan untuk kita tidak bisa sedikitpun dibalas setimpal.
Begitu banyak kisah-kisah terdahulu tentang bagaimana mereka berbakti kepada orang tuanya. Mulai dari kisah Uwais Al-Qarni yang begitu melegenda hingga ada satu kisah banti yang begitu manis dan luar biasa milik Usamah Bin Zaid.
Usamah bin Zaid merupakan salah satu tokoh anak muda yang begitu penting dalam islam. Beliau merupakan putra dari Zaid bin Haritsah dan Ibunya Ummu Aiman. Kehidupan Usamah begitu dekat dengan Rasulullah SAW bahkan Rasulullah begitu menyayangi Usamah seperti cucunya sendiri.
Diusinya yang masih muda, yaitu 11 tahun Usamah menjadi salah satu yang ikut berjihad dalam perang Khandaq. Setelah itu saat berumur 15 tahun, Rasulullah menunjuk Usamah untuk mendampingi ayahnya, Zaid bin Haritsah dalam perang Mut’ah.
Selain itu Usamah juga dipercaya menjadi panglima perang oleh Rasulullah SAW untuk berdakwah ke Syam, ia membawa kemenangan tanpa satupun jatuh korban.
Selain kisah hidupnya yang begitu luar biasa dari segi berjihad, Usamah juga memiliki satu amalan besar yang begitu menyayangi dan menghormati ibunya. Selama hidupnya ia akan selalu mendahulukan dan memenuhi apa yang diminta ibunya serta melakukan apa yang ibunya senangi.
Sebuah kisah tentang wujud bakti itu datang dari Usamah bin Zaid. Usamah menyatakan bahwa ia memiliki seribu pohon kurma. Ia memang sengaja mempercantik atau merapikannya, Lalu ada yang berkata pada Usamah, kenapa bisa sampai lakukan seperti itu. Usamah menjawab bahwa ibunya sangat suka jika melihat keadaan kebun kurma itu indah, maka ia melakukannya. Apa saja hal dunia yang diminta oleh ibunya, ia pasti memenuhinya. (Al-Birr li Ibnil Jauzi, hlm. 225. Dinukil dari Kitab min Akhbar As-Salaf Ash-Shalih, hlm. 396)
Begitulah cerita Usamah yang selalu mendahulukan kesenangan ibunya. Padahal saat itu harga kurma begitu mahal. Semua orang berlomba-lomba memangkas dan menjualnya demi keuntungan yang besar, namun Usamah dengan keridhoan hati memilih mempertahankan pohon-pohon kurma itu dan mempercantiknya karena kebun yang cantik begitu disukai ibunya.
Kisah ini tentu menjadi inspirasi bagi kita untuk bisa menjadi anak yang menyenangkan hati bagi orang tua kita. Menjadi penyejuk hati dan mata orang tua kita dengan melakukan yang terbaik yang kita bisa.
Semoga Allah selalu menjaga kita dan menjadikan kita hamba-Nya yang mensyukuri nikmat kebaikan orang tua. Yang selalu Allah lapangkan hatinya untuk senantiasa menyenangkan ibu bapak dengan penuh suka cita. Aamiin
Kreator : Kakang Agung Gumelar