Berbati Kepada Orang Tua, Sebuah Cara Merawat Syurga yang Paling Tengah

Selama ini kita sering menggaungkan syurga sebagai cita-cita terbesar yang ingin dituju. Sebuah akhir yang indah yang diimpikan semua orang terutama sebagai seorang muslim. Ada 1001 cara, bahkan lebih banyak lagi cara untuk bisa mendapatkan syurga, tapi banyak yang terlupa pada syurga yang paling tengah.

Lalu apa yang dimaksud dengan pintu paling tengah itu ?

Dari Abu Darda Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوِ احْفَظْهُ

“Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu, atau kalian bisa menjaganya.” (HR. Ahmad 28276, Turmudzi 2022, Ibn Majah 3794)

Pintu syurga paling tengah itu adalah kedua orang tua kita. Kita diperintahkan langsung oleh Allah dan Rasul-Nya untuk berbakti kepada keduanya. Selama apa yang dikatakan dan diperintahkannya tidak melanggar syari’at dan tidak merujuk pada maksiat maka kita harus menurutinya.

Orang tua disebut sebagai pintu syurga paling tengah karena menurut Rasulullah SAW itu adalah cara termudah untuk mendapatkan syurga. Selama keduanya masih hidup, maka kita berkesempatan untuk mendapatkan tiket syurga itu.

Sering sekali kita terlena, sibuk mengejar jalan syurga-syurga lain hingga lalai pada kedua orang tua kita. Mereka dibiarkan menunggu kabar, mereka dibiarkan menunggu dari segala sisa aktivitas kita, mereka mendapatkan senyuman dan wajah ramah kita paling sedikit, bahkan seringnya mereka paling kecil mendapatkan pemakluman kita.

Padahal Allah memberikan jalan menuju syurga dengan menghadirkan kedua orang tua kita. Sampai dalam Al-Qur’an, ayat mengenai berbakti kepada orang tua disebutkan sebanyak 11 kali. 

Dalam Al-Qur’an Allah SWT menyandingkan perintah untuk tidak meduakan-Nya dengan perintah untuk menghormati kedua orang tua. Hal tersebut tercantum dal Al-Qur’an surat Al-Isra : 23.

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya…”

Selain itu dalam hadits Rasulullah SAW menyandingkan kewajiban berbakti kepada orang tua setelah perintah sholat. Sebagaimana dalam hadits.

Abdullah bin Mas’ud berkata: “Aku bertanya kepada Rasulullah (SAW) amalan apa yang paling disukai Allah. Beliau menjawab: ‘Salat tepat waktu.’ Aku bertanya lagi: ‘Lalu apa?’ Rasulullah (SAW) menjawab: ‘Kebaikan dan rasa hormat kepada orang tua.”  (Al-Bukhari)

Maka selama orang tua kita amsih hidup, gunakanlah kesempatan itu untuk berbakti sebaik mungkin. Berikan senyuman yang cerah, berbicara dengan lemah lembut, melayani kebutuhannya, mendoakannya, serta jadilah anak yang sholeh agar bisa menjadi ladang amal jariyahnya. Sebab begitu rugi orang yang masih memiliki orang tua namun syurga tidak bisa didapatkannya. Nabi saw., pun menyinggungnya,

“Benar-benar hina, benar-benar hina, benar-benar hina.” Seorang sahabat bertanya, “Siapa, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, ”(Sungguh hina) seorang hamba yang masih mempunyai dua orang tua yang masih hidup atau salah satu dari mereka yang telah tua, tetapi ia justru tidak dapat masuk surga.” (HR. Muslim)

Jangan sampai kita menjadi manusia yang rugi dan terhina sebab tiket syurga yanga ada dihadapan tidak bisa kita optimalkan. Saat keduanya tiada kita baru akan merasakan betapa hampanya hidup tanpa do’a dari keduanya.

Dalam sebuah hadits diterangkan bagaimana kesedihan menyapa Iyas bin Mu’awiyah yang ibunya meninggal kala itu. Ia menangis tersedu sebab cintanya telah pergi menghadap Allah terlebih dahulu. Lalu, ada yang bertanya padanya, “Kenapa engkau menangis?” Ia menjawab,

كَانَ لِي بَابَانِ مَفْتُوْحَانِ إِلَى الجَنَّةِ وَأُغْلِقَ أَحَدُهُمَا

“Dahulu aku memiliki dua pintu yang terbuka menuju surga. Namun sekarang salah satunya telah tertutup.” (Al-Birr li Ibnil Jauzi, hlm. 56. Dinukil dari Kitab min Akhbar As-Salaf Ash-Shalih, hlm. 398)

Semoga kita bisa jadi anak-anak yang ebrbakti kepada kedua orang tua kita dan bisa mengamankan satu tiket syurga dengan berbakti sepenuh hati kepada keduanya serta mendapatkan kantong keridhoan yang bisa membawa kita bertemu wajah Allah SWT.

Kreator ; Kakang Agung Gumelar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *