Bisa Jadi Sebab Kita Diundang Umroh Bukan Karena Paling Kaya, Mulia, dan Berharta, Tapi Justru Karena Banyaknya Dosa.

Umroh bukan sekadar perjalanan ibadah. Ia adalah panggilan. Dan setiap panggilan selalu memiliki alasan yang hanya Allah ketahui sepenuhnya.

Seringkali manusia mengukur umroh dengan logika dunia: uang cukup, waktu tersedia, fisik kuat. Padahal berapa banyak yang memiliki semuanya, namun tak kunjung berangkat. Sebaliknya, ada yang merasa tak pantas, tak siap, bahkan penuh kekurangan, justru dimudahkan jalan-Nya.

Sebab memang bukan yang mampu yang Allah panggil, melainkan Allah mampukan orang yang dipanggil . Allah memiliki hak prerogatif untuk menentukan siapa saja tamu yang Dia kehendaki. 

Perjalanan umroh juga tidak Allah sediakan hanya untuk hamba-Nya yang merasa suci, tetapi sebuah rahmat bagi mereka yang ingin kembali.

Barangkali ada dari kita yang terbersit bahwa mereka yang dipanggil adalah orang-orang shalih yang memiliki keutamaan. Betul, itu tidak salah karena banyak orang shalih yang Allah panggil kesana. 

Namun, tidak semua undangan datang sebagai bentuk kemuliaan. Ada undangan yang datang sebagai bentuk kasih sayang Allah agar hamba-Nya tidak terlalu jauh tersesat. Bisa jadi Allah melihat dosa yang kian menumpuk, hati yang mulai mengeras, dan iman yang melemah, lalu Allah panggil untuk mendekat.

Sebab saat di depan Ka’bah, tak ada yang datang tanpa dosa. Yang ada hanyalah hamba yang berharap diampuni. Didepan Ka’bah luruhlah segala atribut dunia, semua sama dihadapan Allah SWT, hanya seorang hamba dengan kain ihram dan segunung harapan akan ampunan.

Jika Allah memanggil kita umroh, itu bukan selalu tanda kita lebih baik dari yang lain. Justru bisa jadi kita adalah hamba paling banyak dosa. Bahkan perasaan lebih baik dari yang lain juga adalah tanda bahwa kita memang hamba penuh dosa, sebab ada perasaan ujub dan kesombongan yang merajai hati kita. 

Bila hari ini Allah mengundang kita ke Tanah Suci, jangan bertanya apa kelebihan kita. Bertanyalah pada diri sendiri: dosa apa yang Allah ingin hapus, dan jalan hidup apa yang Allah ingin luruskan. Agar terhindar dari merasa si paling sempurna, hingga bisa mengotori hati yang hendak dibersihkan.

Sebab bisa jadi, kita diundang umroh bukan karena paling kaya, paling mulia, atau paling berharta, melainkan karena Allah ingin menyelamatkan kita dari diri kita sendiri.

Semoga setiap langkah umroh kita menjadi jalan taubat yang diterima, dan setiap air mata menjadi saksi bahwa kita ingin kembali. Aamiin.

Kreator : Kakang Agung Gumelar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *