Ini Dia Fakta-Fakta Tentang Ingatan Domba

Selama ini domba kerap menjadi simbol kepolosan, kepatuhan, bahkan ketidaktahuan. Dalam percakapan sehari-hari, istilah “seperti domba” sering disematkan pada seseorang yang dianggap hanya ikut-ikutan tanpa berpikir panjang. 

Asal mula penyebutan tersebut datang dari mitos atau cerita rakyat, bukan dari sains. Sebab domba merupakan hewan yang senang berkelompok, banyak yang mengira bahwa domba tidak agresif dan hanya hewan yang mudah mengikuti kelompoknya saja. 

Padahal memang karakteristik domba adalah hewan yang suka berkelompok atau flocking behavior. Domba akan merasa ketakutan jika terpisah dari kelompoknya. Hal tersebut berbeda dengan kambing maupun hewan ternak lainnya. 

Meskipun domba senang berkelompok, kecerdasan domba tidak bisa diragukan. Fakta ilmiah menyatakan bahwa domba memiliki kemampuan ingatan dan kognisi yang jauh lebih kompleks. 

 Dr Muhammad Baihaqi, dosen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP) IPB University menyatakan bahwa dibandingkan dengan hewan ternak lainnya, domba merupakan hewan ternak yang cukup cerdas dengan kemampuan kognitif yang baik.

Domba (Ovis aries) termasuk mamalia herbivora dengan otak yang relatif besar dibandingkan ukuran tubuhnya. Secara neurobiologis, otak domba memiliki struktur penting seperti hippocampus, bagian otak yang berperan besar dalam pembentukan memori dan navigasi ruang. Struktur ini juga dimiliki manusia dan hewan cerdas lainnya.

Keberadaan hippocampus yang berkembang baik membuat domba mampu menyimpan memori jangka panjang, bukan hanya bereaksi berdasarkan naluri sesaat. Inilah yang membuat domba memiliki ingatan yang kuat. 

Domba mampu mengenali sesamanya.

Penelitian menyebutkan bahwa domba bisa mengenali sesa temannya atau domba-domba lain hingga 50 ekor. Tentu itu adalah sebuah kecerdasan yang mengagumkan. 

Sebagaimana manusia, domba bisa ingat ciri fisik teman-temannya dan begitu mengenalinya. Sehingga ketika ia terpisah dari kelompoknya ia akan dengan mudah mengikuti.

Mampu Mengenali Wajah Perawatnya. 

Selain mengenal domba-domba lain, salah satu kelebihan ingatan domba adalah mampu mengenali wajah manusia terutama wajah perawatnya. Semakin sering domba berinteraksi maka semakin besar ingatannya. 

Sehingga tidak heran jika domba terkadang agresif saat dihampiri oleh orang asing, namun bisa begitu nyaman jika ada perawat atau wajah yang sering ditemuinya. Sebab domba bisa mengenali dan mengingat wajah yang familiar dan asing baginya. 

Ingatannya Bertahan Lebih Dari Satu Tahun.

Lamanya waktu domba mengingat kawanan, orang hingga lokasi atau tempat-tempat tertentu ternyata bisa bertahan lebih dari satu tahun bahkan ada yang lebih dari dua tahun. Hal tersebut tentu menambah keluarbiasaan domba dalam hal ingatan.  

Mengingat Lokasi Sumber Pakan Atau Minum. 

Selain mengingat wajah baik kawan maupun manusia, domba juga bisa mengingat lokasi sumber pakan atau minum yang biasa digunakan. Meski tidak secerdas anjing, namun domba juga bisa dilatih untuk bisa keluar dan masuk kandang pada waktu-waktu tertentu serta mencari pakan ditempat yang telah ditentukan. Sebab ingatan pada domba yang cukup tajam, bisa semakin mempermudah dalam proses perawatan dan pemeliharaan.

Domba adalah hewan sosial yang membangun ikatan kuat dengan anggota kelompoknya. Ingatan berperan besar dalam menjaga ikatan ini. Induk domba dapat mengenali anaknya melalui kombinasi suara, bau, dan visual, bahkan di tengah kerumunan.

Ikatan ini tidak hanya bersifat biologis, tetapi juga emosional. Penelitian menunjukkan bahwa domba dapat mengalami stres ketika dipisahkan dari individu yang dikenalnya. Artinya, ingatan mereka tidak hanya menyimpan informasi, tetapi juga keterikatan emosional.

Memahami ingatan domba memberi kita pelajaran penting mengenai bentuk lain dari kecerdasan. Kecerdasan juga bisa hadir ditengah ketenangan, selain itu berkelompok tidak menjadi acuan kelemahan. Dan juga tidak semua kecerdasan harus ditunjukkan lewat dominasi, agresivitas, atau kemampuan teknis yang mencolok. 

Seperti halnya domba yang mampu mengingat, belajar, mengenali, dan merasakan keterikatan sosial lewat ingatannya.

Kreator : Kakang Agung Gumelar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *