Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Arab Saudi melakukan berbagai reformasi besar dalam sistem penyelenggaraan ibadah umrah. Salah satu perubahan paling mencolok adalah resminya izin bagi jamaah untuk berangkat umrah secara mandiri, tanpa harus melalui biro perjalanan.
Terkini, Pemerintah Indonesia juga resmi mengesahkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 yang mengatur penyelenggaraan ibadah umrah dapat dilakukan secara mandiri tanpa melalui biro travel.
Kebijakan ini tentu disambut antusias oleh banyak calon jamaah, terutama generasi muda yang terbiasa mengatur perjalanan sendiri.
Umroh mandiri adalah keberangkatan umrah yang diatur sendiri oleh jamaah, mulai dari yang bersifat administratif seperti pengurusan visa dan paspor, akomodasi, transportasi, itinerary hingga jadwal dan aktivitas selama umroh. Semua ini kini dapat dilakukan melalui aplikasi resmi milik Saudi seperti Nusuk, Tawakkalna, atau layanan e-visa yang terintegrasi.
Dengan berlakunya aturan baru tersebut, jamaah tidak wajib lagi berangkat lewat travel agent, meski layanan travel masih sangat dianjurkan bagi sebagian orang yang membutuhkan bimbingan.
Namun di sisi lain, muncul pula kekhawatiran terkait kesiapan jamaah, risiko kesalahan, hingga potensi kendala di lapangan.
Lalu, apa sebenarnya plus minus umroh mandiri yang kini legal dilakukan?
Kelebihan Umroh Mandiri
1. Lebih Fleksibel Mengatur Jadwal dan Durasi
Kelebihan umroh mandiri yang pertama adalah kita bebas menentukan jadwal dan durasi untuk melaksanakan umroh. Mulai dari hari keberangkatan, lamanya hari tinggal di Makkah maupun Madinah, maupun jadwal kepulangan. Semua bisa diatur secara mandiri dan disesuaikan dengan kebutuhan pribadi.
2. Potensi Biaya Lebih Murah
Kelebihan kedua dari umroh mandiri tentu dari segi biaya. Dimana harga umroh mandiri bisa lebih murah dibandingkan dengan umroh bersama travel.
Hal tersebut karena jamaah bisa memilih harga-harga fasilitas sendiri seperti tiket pesawat bisa mencari saat sedang promo, hotel atau penginapan bisa disesuaikan, transportasi selama Umroh , juga kebutuhan-kebutuhan lain secara mandiri yang disesuaikan dengan kesanggupan diri.
Sedangkan jika menggunakan travel biaya terhitung lebih mahal. Sebab mencakup berbagai pelayanan mulai dari persiapan, pelaksanaan umroh hingga kepulangan ke Tanah Air.
3. Aktivitas dan Jadwal Ibadah Bisa Disesuaikan
Jika menggunakan travel biasanya sudah memiliki jadwal dan kegiatan-kegiatan kolektif secara kelompok bersama jamaah lain. Maka, saat umroh mandiri, jamaah bisa menentukan aktivitas dan jadwal ibadahnya sendiri.
Bisa berlama-lama di Mekkah hingga puas dengan aktivitas yang bisa ditentukan sendiri. Atau berlama-lama di Madinah dengan segala ketenangan dan keindahan yang dimilikinya.
4. Ibadah terasa lebih personal
Karena banyaknya kegiatan dan aktivitas yang bisa ditentukan sendiri, maka jamaah biasanya merasa lebih personal dalam beribadah. Ia bisa fokus kepada dirinya tanpa harus memikirkan jamaah lain.
Selain itu juga bisa bebas berdo’a dan menentukan aktivitas mana yang ingin dilakukan tanpa harus terbentur jadwal lain. Ibadah bisa terasa lebih personal dan mendalam. Seakan bisa hanya berduaan dengan Allah SWT.
5. Bisa Menyesuaikan Akomodasi dan Itinerary Sesuai Keinginan
Kelebihan lain yang dimiliki umroh mandiri adalah jamaah bisa menyesuaikan akomodasi dan itinerary sesuai keinginan.
Beberapa orang misal lebih memilih hotel dan penginapan yang biasa saja, karena penginapan hanya dijadikan tempat penyimpnan barang atau merebahkan hak tubuhnya sebentar lalu berlama-lama di masjid untuk beribadah dan menunggu waktu dari sholat satu ke shalat lainnya.
Semua bisa disesuaikan dengan kondisi dan keinginan saat melaksanakan umroh mandiri.
Itulah beberapa kelebihan jika kita berhasil melaksanakan umroh secara mandiri. Meski demikian, tetap ada resiko atau kekurangan dari umroh secara mandiri ini, kekurangannya seperti :
1. Tidak Ada Pembimbing Ibadah
Bagi jamaah pemula ini tentu menjadi kekurangan. Berbeda dengan jamaah yang sudah pernah menginjakan kaki di tanah suci, setidaknya ia sudah memiliki gambaran dan ketika ingin umroh mandiri, bisa dengan menyiapkan segalanya dengan lebih mudah.
Bagi jamaah yang pertama kali, rasanya umroh mandiri bisa menjadi penuh tantangan. Sebab banyak teori dan praktek yang berbeda saat dilapangan.
Jika ada pembimbing maka bisa diarahkan dan dibantu baik dalam segi adminitstrasi, akomodasi, transportasi hingga perjalanan ibadah dipastikan sesuai sunnah.
Ketidakadaan pembimbing rawan membuat adanya kesalahan terutama dalam masalah ibadah, sehingga bisa membuat ibadah batal bahkan tidak diterima oleh Allah SWT.
2. Risiko Salah Mengurus Visa atau Salah Aplikasi Untuk Keperluan Administrasi
Saat umroh mandiri, maka jamaah harus mengurus keperluannya sendiri. Termasuk didalamnya dalam mengurusi keperluan administrasi seperti pembuatan visa dan paspor.
Meski simple, kesalahan kecil bisa fatal: salah input data, salah tipe visa, atau tidak paham aturan terbaru. Jika berangkat via travel, mereka yang akan membantu bahkan mengurusnya.
4. Risiko Mendadak Ada Aturan Baru
Jika ada aturan baru yang dikeluarkan oleh pemerintahan dari Arab Saudi kemungkinan jamaah yang berangkat mandiri tidak langsung update. Berbeda dengan travel yang memang biasanya mendalami dan mempersiapkan diri akan berbagai kebijakan dan aturan yang ditetapkan.
5. Masalah Bahasa dan Komunikasi
Meskipun banyak petugas bisa bahasa Inggris, tidak semua pelayan hotel, sopir, atau staf bandara memahami bahasa selain Arab. Terlebih jika jamaah yang berangkat secara mandiri tidak memiliki kemampuan untuk berbicara maupun memahami bahasa asing baik inggris maupun arab..
6. Tidak Ada Asuransi Perjalanan Bawaan
Travel resmi biasanya memberikan paket asuransi. Sedangkan umroh mandiri mengharuskan jamaah membeli asuransi sendiri. Maka ini harus disiapkan jauh-jauh hari agar saat keadaan tidak terduga terjadi, kita tidak panik dan membuat kesulitan.
Itulah beberapa kelebihan dan kekurangan dari umroh secara mandiri. Pada intinya baik berangkat umroh secara mandiri maupun melalui travel keduanya punya kelebihan dan kekurangannya sendiri. Tinggal bagaimana kita memilih dan menyiapkan diri agar ibadah umroh semakin nyaman, aman dan tentunya diterima oleh Allah SWT.
Kreator : Kakang Agung Gumelar