Jangan Remehkan Kekuatan Doa Kedua orang Tua, Doanya Bisa Melesat Melintasi Ruang dan Waktu

Diantara keajaiban yang Allah anugerahkan di dunia ini adalah doa kedua orang tua. Ia mungkin tidak memakai kata-kata indah, tidak tersusun dalam bahasa tinggi, bahkan terkadang hanya berupa bisikan lirih yang keluar dari hati yang paling dalam. Namun doa seorang ibu adalah doa yang tidak bisa dibandingkan dengan doa siapapun di muka bumi ini.

Ia lahir dari cinta paling tulus, dari pengorbanan yang tidak terhitung, dari kasih sayang yang tidak pernah menuntut balas. Dan karena itu, doa ibu dan ayah kita memiliki kekuatan yang melintasi ruang, waktu, jarak, dan seluruh batas kehidupan manusia.

Kadang kita tidak melihat bagaimana ibu berdoa. Kita sibuk dengan kehidupan kita, jarak membentang karena kesibukan, juga waktu yang kadang tidak diluangkan. Tetapi ibu dan bapak selalu memiliki doa di sepanjang harinya. 

Sering kali mereka berdoa dalam sepi, dalam sujudnya yang panjang, dalam kesendiriannya di malam hari. Terkadang ia mengusap wajah sambil menahan tangis, menyebut nama anaknya satu per satu.

Doa kedua orang tua kita adalh salah satu doa yang mustajab atau doa yang tidak tertolak. Sebagaimana dalam hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ يُسْتَجَابُ لَهُنَّ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ لِوَلَدِهِ

“Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang yang dizholimi, doa orang yang bepergian (safar) dan doa baik orang tua pada anaknya.” (HR. Ibnu Majah no. 3862. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa ada tiga doa yang tidak akan tertolak dan salah satunya adalah doa baik dari orang tua pada anaknya. Dimana setip doa baik dari orang tua maka Allah SWT akan menjawabnya tanpa ragu. 

Maka kita harus menjaga agar ibu dan bapak kita memberikan doa-doa baiknya saja. Sebab jika kita membuat hati keduanya terluka, maka doa yang tidak baikpun akan Allah wujudkan. Hal tersebut tersirat dalam hadits: 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar) dan doa orang yang dizalimi.” (HR. Abu Daud no. 1536. Syaikh Al Albani katakan bahwa hadits ini hasan).

Selain hadits tersebut, terdapat hadits lain dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ لاَ تُرَدُّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ ، وَدَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ

“Tiga doa yang tidak tertolak yaitu doa orang tua, doa orang yang berpuasa dan doa seorang musafir.” (HR. Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubro. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shahih sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 1797). 

Dimana pada 2 hadits tersebut tidak disebutkan apakah doa dari orang tua adalah doa yang baik atau tidak. Maka makna dari keterkabulan doanya adalah doa yang baik maupun yang tidak baik.

Namun bagaimanapun tidak pernah ada orang tua yang ingin ankny hidup dalam luka dan kesusahan, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Maka doa orang tua akan selalu berisi rangkaian kebaikan dan kebahagiaan untuk anak-anaknya. 

Bahkan doa yang dimiliki ayah dan ibu bisa melintasi ruang dan waktu. Meskipun kita berada di kota lain, negara lain, atau bahkan benua lain, doa mereka tetap akan menemukan kita. Ia tidak mengenal jarak. Ia tidak membutuhkan koneksi internet. Ia tidak terhalang gelap, dinding, atau kesibukan.

Dan yang lebih menakjubkan, doanya tidak hanya bekerja pada masa kini. Tapi doa itu menjadi perisai untuk hari-hari kita di masa depan.


Kreator : Kakang Agung Gumelar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *