Tepung jamur tiram menjadi salah satu olahan yang dihasilkan dengan jamur tiram sebagai bahan dasarnya. Tepung ini memiliki cita rasa yang gurih dan juga kaya akan nutrisi tentunya.
Tepung jamur bisa menjadi alternatif pilihan sebagai pengganti tepung yang biasanya kita gunakan. Selain itu nilai gizinya tentu menggiurkan untuk dimanfaatkan sebagai bahan dasar olahan.
Tidak semua jamur cocok untuk dijadikan tepung. Beberapa jamur yang bisa digunakan seperti Jamur tiram (Pleurotus ostreatus), Jamur kancing (Agaricus bisporus), Jamur shiitake serta Jamur kuping (Auricularia). Jamur-jamur tersebut cocok dijadikan tepung karena memiliki rasa gurih alami juga memiliki tekstur yang lebih padat.
Beberapa olahan dari tepung jamur tiram adalah mie, sosis, bakso, hingga cookies. Selain itu pembuatan tepung jamur juga bisa dimulai dari skala rumahan dengan memanfaatkan alat-alat dan bahan yang tersedia di rumah.
Untuk membuat tepung jamur, bisa menyiapkan terlebih dahulu alat dan banha yang akan digunakan, seperti :
- Jamur segar (500 gram atau sesuai kebutuhan)
- Pisau dan talenan
- Oven / alat pengering (bisa juga dijemur)
- Blender kering atau grinder
- Saringan halus (opsional)
- Wadah kedap udara untuk penyimpanan
Setelah menyiapkan alat dan bahan, langkah selanjutnya adalah membuat tepungnya. Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan :
1. Pencucian dan pemilihan jamur
Hal pertama yang harus dilakukan adalah memilih jamur yang segar dan tidak berbau. Pastikan jamur dalam keadaan terbaik agar bisa menghasilkan tepung yang baik pula.
Kemudian cuci jamur dengan menggunakan air mengalir hingga bersih. Pastikan tidak terlalu lama terendam air, sebab jamur mudah menyerap air.
Setelah proses pencucian selesai jamur bisa dikeringkan dengan menggunakan tisu agar lebih kering.
2. Pemotongan atau Pengirisan Jamur
Selanjutnya yang harus dilakukan untuk membuat tepung dari jamur tiram adalah mengiris tipis-tipis jamur agar proses pengeringan lebih cepat dan merata.
3. Pengeringan
Pengeringan merupakan hal yang penting untuk membuat tepung dari jamur tiram agar memastikan jamur tidak dalam keadaan lembab atau basah. Sebab jika tepung dalam keadaan lembab bisa membuat cepat rusak saat masa penyimpanan.
Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah dengan menjemur dibawah sinar matahari secara langsung dengan ditutupi kain tipis agar terhindar dari debu selama kurang lebih 2 – 3 hari.
Atau bisa juga dengan menggunakan oven. Caranya tinggal panggang jamur pada suhu 60 hingga 80°C selama 3–5 jam atau sampai jamur benar-benar kering dan renyah.
4. Penggilingan
Langkah selanjutnya adalah menggiling jamur yang telah dikeringkan. Jamur bisa dimasukan kedalam blender kering atau grinder. Giling jamur hingga menjadi bubuk halus.
5. Penyaringan atau pengayakan
Penyaringan atau pengayakan bisa menjadi pilihan alternatif yang bisa dilakukan atau tidak dilakukan. Penyaringan dilakukan dengan tujuan agar tepung yang telah dihaluskan memiliki tekstur yang lebih halus dan merata. Sedangkan sisa dari penyaringan bisa digiling ulang sehingga menjadi lebih halus.
6. Penyimpanan
Agar tepung jamur bisa bertahan lama, bisa menyimpan hasil pengolahan kedalam wadah kedap udara dan letakkan di tempat sejuk dan kering. Maka jamur Bisa bertahan hingga 3–6 bulan jika disimpan dengan baik.
Itulah langkah-langkah membuat tepung jamur yang bisa dilakukan dari rumah. Selain kaya akan nutrisi tepung jamur juga tinggi akan nilai ekonomi. Terlebih jika menggunakan sistem dan peralatan yang lebih mumpuni maka bisa menjadi olahan yang berdaya saing di pasaran.
Kreator : Kakang Agung Gumelar