Pemerintah Arab Saudi membuka kajian ilmiah gratis yang bisa diikuti oleh jamaah umroh. Dimana kajian ini akan diisi oleh para ulama dan imam besar.
Program ini diluncurkan langsung oleh Pimpinan Urusan Keagamaan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi sebagai upaya untuk memberikan bimbingan keagamaan dan kegiatan ilmiah bagi para jamaah dan pengunjung yang datang.
Sehingga masjidil haram kini bukan hanya sebagai pusat peribadatan melainkan juga pusat ilmu pengetahuan.
Beberapa lokasi tempat diadakannya kajian ilmiah ini adalah :
- Pelataran thawaf (ṣaḥn al-maṭāf): di kursi imam, arah pintu Ismail – ‘alaihissalām.
- Lantai dasar: di dua kursi yang berhadapan dengan pintu nomor 89 dan 90.
- Lantai pertama: beberapa kursi tersebar di depan tangga mulai kursi 9-14 dari pintu perluasan, pintu 64, 74, 84, hingga 91.
- Perluasan utara: di samping pintu nomor 123.
- Lantai atas: di kursi nomor 15 berhadapan dengan tangga 91.
Kehadiran kajian ilmu-ilmu ini tentu menjadi angin segar bagi para pecinta ilmu juga bagi para pengunjung. Mengingat pada masa Rasulullah SAW masjid menjadi pusat lahirnya peradaban islam yang madani.
Masjid menjadi tempat segala solusi hadir, majlis-majlis ilmu ramai, para pecinta ilmu terduduk mendengarkan hikmah-hikmah. Membahas strategi perang, ekonomi umat, strategi perluasan hingga strategi perang semua dibahas di masjid.
Masjid tidak hanya menjelma menjadi bangunan tempat ibadah saja, melainkan multi fungsi menjadi sarana untuk mementingkan kemajuan umat.
Semoga dengan hadirnya kajian-kajian ilmu semakin semarak juga semangat umat untuk kembali mengkaji ilmu-ilmu Allah SWT. Harapan besarnya, dimulai dari pelataran Masjidil Haram ini, lahir banyak ilmuan-ilmuan, ulama-ulama besar islam di pelataran masjid seluruh dunia, hingga kembali bisa mengangkat islam sebagaimana saat masa jayanya dulu.
Kreator : Kakang Agung Gumelar