Dalam hidup kita tidak pernah bisa terlepas dari hubungan dengan banyak orang. Dimulai dari pasangan, anak, sahabat, guru, tetangga, rekan kerja hingga berbagai orang yang kita temui. Setiap hubungan tersebut tentunya selalu menuntut akhlak, adab, dan kebaikan yang kita pancarkan.
Namun jika seandainya harus dibuat sebuah peringkat atau sebuah urutan mengenai kepada siapa kita harus menunjukkan akhlak paling mulia, kasih sayang paling tulus, dan kebaikan terbaik yang kita punya, maka jawabannya tidak lain dan tidak bukan adalah kedua orang tua.
Sebab, merekalah yang pertama kali menyambut kita di dunia. Menemani dan mengajarkan kita dari saat belum bisa apa-apa. Mereka menimang, menggantikan popok, dan menjaga tubuh kecil kita yang baru terlahir hingga akhirnya bisa berjalan sendiri menyusuri dunia sebagai khalifah.
Selain itu Allah SWT juga telah mendahulukan Ibu dan ayah kita setelah perintah untuk menyembah-Nya. Hal tersebut tentu menunjukan kedudukan kedua orang tua kita dimata Allah SWT begitu istimewa.
Di dalam Al-Qur’an, Allah menyandingkan perintah beribadah hanya kepada-Nya dengan kewajiban berbuat baik kepada orang tua. Ini bukan sekadar kebetulan, tetapi pesan yang sangat besar bahwa kemuliaan seseorang dimulai dari caranya memperlakukan ayah dan ibunya.
Perintah itu bukan hanya untuk menghormati, tetapi untuk menunjukkan kebaikan terbaik, budi pekerti tertinggi, dan adab paling lembut. Hal tersebut sesuai dengan sebuah hadits dari Urwah atau selainnya, ia menceritakan bahwa Abu Hurairah pernah melihat dua orang. Lalu beliau berkata kepada salah satunya,
مَا هَذَا مِنْكَ ؟ فَقَالَ: أَبِي. فَقالَ: ” لاَ تُسَمِّهِ بِاسْمِهِ، وَلاَ تَمْشِ أَمَامَهُ، وَلاَ تَجْلِسْ قَبْلَهُ
“Apa hubungan dia denganmu?” Orang itu menjawab, ”Dia ayahku.” Abu Hurairah lalu berkata, “Janganlah engkau memanggil ayahmu dengan namanya saja, janganlah berjalan di hadapannya dan janganlah duduk sebelum ia duduk.” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod, no. 44. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih secara sanad.)
Hadits tersebut menjelaskan bagaimana contoh adab yang harus diperhatikan kepada kedua orang tua kita. Mulai dari kita tidak boleh menyebut kedua orang tua kita hanya namanya saja. Bahkan sebagai sebuah adab kita tidak boleh berjalan di hadapannya hingga mendahulukan kedua orang tua kita saat duduk.
Dari hal kecil seperti duduk dan berjalan saja kita harus memberikan orang tua kita sikap yang paling sopan dan beradab, apalagi hal lain seperti dalam berbicara dan bersikap.
Seringkali,seseorang bisa sangat ramah kepada rekan kerja, sopan kepada atasan, penuh senyum di depan masyarakat. Namun saat di depan orang tuanya, ia sering sekali bermuka masam, mudah membentak, meninggikan suara, atau melukai hati mereka.
Seseorang bisa saja dengan mudah berkompromi dengan kebiasaan buruk seseorang, tapi saat berhadapan dengan orang tua, sedikit saja kesalahan yang dibuat, membuat seolah-olah tiada kebaikan dari keduanya.
Seseorang bisa saja memaklumi orang lain saat memberinya masukan dan kritik bahkan dengan cara terburuk sekalipun, namun saat orang tua memberi nasihat dengan penuh cinta dan kasih sayang tidak pernah mau mendengar.
Tetu perilaku tersebut bukanlah akhlak yang benar. Justru akhlak terbaik harus dimulai dari rumah pertama kita. Adab paling lembut harus dirasakan oleh orang tua kita. Kesabaran paling luas harus diberikan kepada mereka. Maaf dan pemakluman terlapang harus disediakan untuk mereka.
Mengutamakan orang tua bukan berarti mengurangi cinta kepada pasangan, anak, atau orang lain. Justru sebaliknya, orang yang berbakti kepada orang tuanya biasanya akan menjadi pribadi yang penuh kasih, sabar, dan berjiwa besar saat berhadapan dengan siapapun, karena ia belajar dari sumber cinta yang paling murni.
Tidak ada kehidupan yang retak karena seorang anak membahagiakan orang tuanya. Yang ada adalah keberkahan yang melimpah pada keluarganya.
Maka, jika harus ditanya kepada siapa kita harus bersikap paling sabar, paling lembut, paling santun, dan paling dermawan tentu sekali lagi jawabannya adalah kepada orang tua.
Karena dari merekalah kehidupan kita bermula. Dan kepada merekalah kita pulang dengan penuh bakti.
Semoga setiap langkah kita dalam memuliakan ayah dan ibu menjadi wasilah turunnya keberkahan, kelapangan hidup, dan keridhaan Allah SWT.
Kreator : Kakang Agung Gumelar