Biasanya kita mengolah jamur menjadi tumis jamur sehingga identik dengan sayur, padahal jika ditelusuri lebih dalam ternyata jamur tiram bukanlah sayur sejati.
Jamur sebenarnya sudah hidup lebih lama dari yang kita kira. Berbagai belahan bumi telah dulu ditumbuhi jamur dan memberikan manfaat yang sama banyaknya. Namun belakangan, jamur kembali dilirik sebagai salah satu komoditas hortikultura dengan berbagai kelebihan yang dimilikinya.
Dari segi konsumen, jamur memiliki berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Bahkan banyak kandungan yang bisa menjadi obat bagi berbagai penyakit. Begitu juga bagi para pengusaha, jamur memiliki nilai ekonomi tinggi dengan kemudahan dalam proses budidayanya. Tak heran jika jamur kini banyak dilirik dan diperhitungkan khususnya di Indonesia.
Namun pernahkah kita berfikir sebenarnya jamur itu termasuk pada kategori sayur, buah atau ada kategori lain yang memayunginya ?
Pertanyaan ini muncul bukan tanpa alasan. Jika tergolong sayuran, jamur tidak memiliki daun hijau, ungu, atau warna lain layaknya sayuran pada umumnya.
Dilansir dari Best Food Facts, Alice Henneman selaku ahli gizi dan keamanan pangan di Universitas Nebraska-Lincoln, Amerika Serikat mengatakan jamur termasuk golongan fungi.
Hal tersebut karena jamur tidak memiliki daun, akar, ataupun biji. Bahkan tidak butuh cahaya untuk tumbuh. Karena itulah jamur bukan sayuran sesungguhnya.
Meskipun secara klasifikasi biologi, jamur ada dalam kelompok/kerajaan yang berbeda dengan sayuran, namun Departemen Pertanian Amerika Serikat tetap mengelompokkan jamur ke dalam sayuran. Hal ini karena nutrisi jamur menyerupai nutrisi yang ditemukan pada sayuran lain.
Jamur memiliki banyak nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh, sama seperti sayuran lainnya. jamur tergolong rendah kalori, rendah sodium (garam), bebas lemak, dan bebas kolesterol. Selain itu jamur juga mengandung antioksidan, protein, vitamin, beta glucan, kalium, tembaga, mineral, dan serat.
Mengkonsumsi jamur tentu baik untuk kesehatan. Jamur bisa dikonsumsi oleh penderita diabetes maupun kolesterol yang tentunya harus melalui pengolahan yang baik dan benar. Banyak sekali manfaat dari jamur yang bisa dirasakan.
Kreator : Kakang Agung Gumelar