Domba Garut masih menjadi salah satu primadona ternak yang banyak dipilih karena kualitasnya yang tidak main-main. Kualitas ini bisa didapatkan oleh para peternak jika dimulai dengan langkah yang tepat terutama saat proses pembibitan dimulai.
Salah satu langkah awal yang amat penting adalah pemilihan domba Garut jantan sebagai aktor utama dalam proses pembibitan. Dimana pejantan yang baik akan meningkatkan produktivitas dan menurunkan sifat-sifat unggul pad a turunannya.
Selain itu penting untuk memperhatikan kualitas pejantan pada domba Garut, sebab satu pejantan bisa mengawini banyak domba betina. Sehingga jika jantan tidak memiliki kualitas yang baik besar kemungkinan akan banyak keturunannya yang juga memiliki kualitas kurang baik. Maka, pemilihan pejantan harus dilakukan secara hati-hati.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat hendak memilih pejantan pada domba garut untuk pembibitan.
Pertama selalu pastikan bahwa genetik pada domba benar-benar dari domba Garut. Hal tersebut penting dilakukan sebab disinilah semua berawal, domba Garut memiliki ciri khas sendiri yang bisa kita kenali. Selain itu kita juga harus memperhatikan tempat pembelian bibit, pastikan tempatnya terpercaya.
Kedua perhatikan kondisi fisik pada domba Garut. Salah satu ciri domba yang berkualitas bagus bisa dilihat dari kondisi fisiknya. Kita bisa melihat bobotnya. Sebab dibandingkan dengan domba lain, domba Garut memiliki tubuh yang agak besar. Domba jantan dewasa memiliki berat sekitar 60-80 kg.
Selain itu kita bisa melihat tubuhnya apakah proporsional atau tidak. Serta melihat kaki pada domba garut dan pastikan dalam keadaan tegap, lurus, dan tidak bengkok.
Ketiga, kita bisa memperhatikan tanduk dan kepala domba. Sebagaimana kita ketahui salah satu ciri khas utama pada Domba Garut terletak pada kepala dengan tanduknya yang unik dan menjadikan domba ini terlihat semakin mewah dan gagah..
Domba jantan memiliki tanduk yang cukup besar, melengkung ke belakang, dan ujungnya membentuk spiral. Pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.
Keempat bisa memperhatikan kondisi bulu atau rambut pada Domba Garut yang hendak dijadikan bibit. Bulu domba Garut lebih panjang dan halus jika dibandingkan dengan domba asli. Warna bulunya bisa putih, hitam, cokelat, atau kombinasi dari ketiga warna tersebut.
Bulu yang mengkilap dan bersih serta tidak terdapat tanda-tanda penyakit kulit tentu menjadi indikator bahwa domba dalam keadaan sehat.
Kelima, hal penting lain yang harus diperhatikan adalah alat reproduksi pada domba Garut Jantan. Kita harus memastikan bahwa testis berjumlah dua dengan bentuk yang besar juga simetris. Tidak terdapat penyakit kelamin yang diderita.
Keenam harus memastikan bahwa domba Garut memiliki uia yang cukup, tidak kurang ataupun lebih agar proses reproduksi berjalan dengan lancar dan aman.
Pada Domba, Usia 10–18 bulan biasanya sudah mulai matang kelamin. Tapi umur 1,5–2 tahun adalah usia emas pejantan untuk dikawinkan secara optimal.
Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan saat hendak memilih domba garut untuk sistem briding atau pembibitan. Tentu disesuaikan kembali dengan maksuda dan tujuannya apakah ingin pembibitan khusus untuk lomba saja atau untuk konsumsi seperti kita.
Kreator : Kakang Agung Gumelar