Tantangan yang harus dihadapi oleh para petani dalam membudidayakan suatu komoditas beragam dan salah satunya adalah hama dan penyakit. Hama dan penyakit pada pertanian bukanlah suatu hal yang asing. Ia bagaimana sebuah kemelekatan yang pasti ada dan harus disikapi dengan baik dan sesuai dengan keilmuan agar tidak semakin memperparah kerugian.
Jamur tiram yang kini makin digemari oleh masyarakat tentu menjadi primadona yang diunggulkan. Ada banyak peluang ekonomi yang bisa tumbuh dari jamur tiram ini. Maka, ketika ada hama atau penyakit itu bisa menjadi momok menakutkan bagi para petani.
Jamur tiram yang baik dan sehat kaya akan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu dari segi fisik jamur terlihat segar, tidak keriput, utuh atau sempurna, tidak berbau busuk, juga tidak ada perubahan warna yang mencolok.
Namun apabila menemukan jamur dengan perubahan warna pada miselium, bau busuk, bercak hijau, atau adanya serangga kecil, maka sangat mungkin jamur terdeteksi oleh penyakit atau hama.
Saat melihat ciri-ciri diatas, ada hal yang harus segera petani lakukan.
Pertama adalah langsung melakukan Isolasi pada media baglog yang terinfeksi agar tidak menular ke baglog lainnya. Terlebih jika penyebabnya adalah hama kecil yang tidak terlihat seperti kutu dan tungau yang begitu berpotensi menyebar cepat dan massal ke baglog lain.
Kedua adalah segera memeriksa suhu dan kelembaban kumbung. Pada umumnya jamur akan tumbuh pada kisaran temperatur antara 22- 28ºC. Suhu ini harus selalu disesuaikan agar tidak terlalu panas maupun dingin yang bisa mendatangkan hama dan penyakit. Sedangkan untuk kelembaban udara, pada saat inkubasi kelembaban yang dibutuhkan 60 – 80%, sedang untuk pembentukan tubuh buah 80 – 90%.
Ketiga bersihkan alat dan tangan sebelum menyentuh baglog lain. Hal tersebut guna mencegah penyebaran pada baglog yang masih dalam keadaan sehat. Sebab bisa saja hama atau penyakit melekat pada tangan atau alat, sehingga perlu dicuci dengan bersih dan disterilkan.
Selanjutnya yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan penyemprotan antiseptik ringan pada area yang terkontaminasi. Antiseptik yang digunakan bisa menggunakan bahan alami seperti cuka atau alkohol.
Itulah beberapa langkah cepat yang bisa dilakukan segera saat melihat ada tanda-tanda jamur tiram terkena hama atau penyakit sebagai upaya untuk mencegah penyebaran penyakit ke seluruh kumbung yang bisa berakibat gagal panen total.
Kreator : Kakang Agung Gumelar