Lingkungan tempat hewan tumbuh merupakan satu hal yang begitu penting, sebab di sanalah banyak proses penting yang akan dilalui. Tempat hewan tumbuh dan berkembang salah satunya adalah kandang.
Kandang bukan sekadar tempat untuk menampung hewan, melainkan bisa menjadi tempat tinggal yang mampu melindungi dari cuaca ekstrem, menjaga kebersihan, serta mendukung proses pertumbuhan dan reproduksi.
Oleh sebab itu, mengenal berbagai bentuk kandang domba menjadi langkah awal yang sangat penting bagi siapa pun yang ingin terjun ke dunia peternakan domba, baik skala kecil maupun besar.
Salah satu jenis kandang yang banyak digunakan oleh para peternak domba adalah kandang panggung. Kandang ini juga banyak direkomendasikan dan digunakan oleh para peternak.
Model kandang seperti ini terinspirasi dari sistem peternakan di wilayah tropis, di mana kelembapan dan genangan air sering menjadi penyebab penyakit pada ternak. Dengan mengangkat lantai, peternak dapat menghindari masalah seperti kaki busuk, jamur kulit, dan infeksi bakteri, yang umum terjadi pada lingkungan yang terlalu lembab.
Kandang tipe panggung juga memiliki sirkulasi udara yang baik. Hal tersebut akan menurunkan kelembaban dan mencegah ternak menghirup amonia dari kotorannya, sehingga ternak menjadi sehat.
Sesuai namanya, kandang panggung berbentuk seperti panggung yang ditopang oleh beberapa tiang. Kandang panggung memiliki lantai setinggi 50 hingga 1 meter dari tanah. Kondisi ini disesuaikan dengan kondisi lingkungan. Semakin lembab atau rawan banjir, lantai sebaiknya dibuat lebih tinggi.
Penggunaan kandang panggung memerlukan biaya yang lebih mahal. Hal tersebut karena harus menyiapkan bahan-bahan yang kuat dan kokoh sehingga dapat memperpanjang usia kandang, sehingga kandang tidak mudah rusak dan melukai ternak.
Meskipun memerlukan biaya yang cukup mahal, namun penggunaannya bisa dari bahan-bahan sehari-hari seperti kayu, bambu maupun papan.
Ukuran yang ideal kandang panggung untuk domba dewasa, ruang minimal yang dibutuhkan adalah 1,2–1,5 meter persegi per ekor. Jika kandang digunakan untuk pembibitan atau betina bunting, maka sebaiknya disediakan ruang lebih luas.
Untuk model kandang panggung, lantai harus dipastikan menggunakan bahan yang kuat dan kokoh. Serta harus mempertimbangkan berapa bobot yang bisa menampung di lantai panggung tersebut. Sebab dilantai inilah kambing akan melakukan banyak aktivitasnya.
Selain itu saat membuat lantai, juga harus membuat lubang di lantai kandang dan di bawahnya sebagai tempat penampungan kotoran domba. Dengan lubang di lantai, kotoran domba langsung jatuh ke bawah, sehingga kandang lebih bersih dan kering dan dapat mengurangi risiko penyakit akibat kotoran yang menumpuk.
Ukuran celah yang ideal adalah 1,2–1,5 cm. Celah yang terlalu besar berisiko membuat kaki domba terperosok, sementara celah yang terlalu kecil membuat kotoran sulit jatuh.
Pada kandang panggung, diusahakan untuk menggunakan bahan atap yang mampu menahan panas matahari namun tetap memungkinkan sirkulasi udara yang baik. Seng, genteng, atau asbes bisa digunakan, tetapi pastikan bagian atas memiliki lubang ventilasi agar udara tetap bergerak.
Untuk memudahkan proses pemberian makan, biasanya kandang panggung memiliki wadah khusus untuk pakan di bagian depan kandang dengan posisi yang mudah dijangkau domba, namun tidak mudah terinjak. Sedangkan tempat minum sebaiknya dipasang permanen agar tidak mudah tumpah.
Dengan adanya pemisah antara tempat pakan dan kandang, bisa mempermudah proses pembersihan, sehingga kandang bisa dipastikan tidak tercampur dengan pakan yang bisa membusuk dan menimbulkan banyak penyakit yang dapat mempengaruhi kualitas hewan.
Demikian beberapa hal mengenai kandang panggung yang bisa diketahui. Tipe kandang ini banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia dengan beragam kelebihan dan kekurangannya.
Kreator : Kakang Agung Gumelar