Beberapa Kesalahan Yang Sering Dilakukan Peternak Pemula dalam Memelihara Domba Garut 

Memelihara domba Garut  memang tidak begitu sulit, namun tetap membutuhkan pemahaman yang benar baik tentang manajemen ternak, pemilihan bibit, pakan, kesehatan, dan perawatan kandang. 

Terkadang banyak peternak yang abai terhadap hal-hal kecil yang bisa berdampak pada kesehatan, produktivitas hingga nilai ekonomi domba Garut yang dibudidayakan. 

Lalu, apa saja kesalahan yang biasanya dilakukan dalam memelihara domba Garut ? Berikut adalah beberapa kesalahan yang sering dilakukan dalam memelihara Domba Garut. 

1. Kesalahan Dalam Memilih Bibit

Kesalahan pertama dan paling fatal yang sering dilakukan adalah salah dalam memilih bibit domba. Banyak peternak tergiur harga murah tanpa memperhatikan kualitas genetik dan performa indukan. Padahal bibit dengan kualitas baik dan unggul bisa melahirkan keturunan-keturunan yang sama baik dan unggulnya. 

Selain karena terlena harga murah, kesalahan dalam memilih bibit ini juga bisa terjadi karena ketidaktahuan atau kurang memahami ciri-ciri dari bibit yang unggul. Misalnya bisa dilihat dari postur tubuhnya, struktur tulang, hingga tingkat kesehatannya. Apakah domba yang akan dijadikan bibit tersebut memiliki riwayat penyakit atau tidak, jika ada bagaimana kondisi terkininya dan pengobatan yang dilakukan seperti apa. 

Dampak dari kesalahan dalam memilih bibit membuat anakan yang dihasilkan tidak optimal, pertumbuhannya terhambat, mudah terserang penyakit serta berbagai kondisi yang tentunya malah membuat kerugian semakin besar. 

Maka, penting untuk peternak mempelajari dan memiliki pemahaman mengenai standar bibit domba Garut yang baik, jangan sungkan untuk bertanya dan memeriksa asal-usulnya serta rekam medisnya, serta belilah bibit pada peternak terpercaya.

2. Tidak Ada Jadwal Pemberian Makan yang Teratur

Banyak peternak memberi makan domba sesempatnya atau secara asal-asalan, tanpa memiliki waktu rutin yang dijadwalkan. Bisa jadi hari ini memberi makan begitu banyak tapi keesokan harinya hanya memberi sedikit pakan. Padahal Domba Garut membutuhkan ketepatan waktu dalam hal pemberian makan untuk menjaga metabolisme, kesehatan rumen, dan  agar pertumbuhannya optimal.

Untuk domba Garut, biasanya pemberian makan dilakukan 3 kali dalam satu hari. Waktunya bisa disesuaikan yaitu pagi, siang dan sore. 

Kesalahan lain dalam pemberian pakan adalah komposisi pakan yang diberikan. Banyak peternak yang kurang memahami apa saja kebutuhan pakan untuk Domba Garut. Seperti banyak yang tidak menyeimbangkan antara pakan hijauan dan konsentrat. Padahal keduanya memiliki aturan sendiri yang tidak boleh terlalu banyak ataupun terlalu sedikit. 

Kondisi pakan juga harus diperhatikan. Jangan sampai pakan seperti hijauan diberikan dalam keadaan layu dan busuk. Sebab bisa berpengaruh pada metabolisme dan pertumbuhan domba Garut itu sendiri. 

Dampak dari ketidakaturan dalam masalah pakan bisa membuat domba mudah stres, berat badan sulit naik, dan bisa mengalami gangguan pencernaan seperti kembung (bloat).

Maka peternak bisa membuat jadwal tetap untuk pemberian makan yaitu pada  pagi–siang–sore. Selai itu peternak juga bisa menyeimangkan pakan hijauan dan konsentrat, dan pastikan pakan selalu dalam keadaan segar dan tidak busuk.

3. Kandang Tidak Terawat dan Kotor

Kandang adalah rumah utama bagi para domba. Di sanalah banyak proses terjadi pada hewan ternak. Kondisi kandang sangat menentukan kesehatan domba. Sayangnya, banyak peternak lalai dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan kandang.

Kesalahan yang sering dilakukan oleh peternak pada kandang adalah kotoran domba dibiarkan menumpuk berhari-hari, padahal kotoran bisa membawa parasit dan sumber penyakit bagi domba itu sendiri. 

Kesalahan lain adalah membiarkan lantai dalam keadaan becek dan lembab yang membuat domb tidak nyaman dan mengundang penyakit. Juga ventilasi yang buruk sehingga udara di kandang terasa pengap. 

Selanjutnya adalah banyak peternak yang tidak mengecek kekokohan kandang. Baik lantainya, penyangganya dan lain sebagainya. Sebab jika tidak di cell secara berkala, bisa jadi ada kerusakan yang membuat kandang bisa roboh kapan saja.

Dampak dari lingkungan kandang yang kotor tidak main-main. Bisa menjadi sumber penyakit seperti scabies, cacingan, diare, dan infeksi kulit. Tentu jika domba terjangkit penyakit-penyakit ini bisa membuat peternak merugi. Selain itu kandangan yang tidak bersih dan terawat juga bisa membuat pertumbuhan domba terhambat dan risiko kematian meningkat.

Maka peeternak harus membuat jadwal untuk membersihkan kandang secara harian juga memastikan pengecekan secara berkala terhadap kandang agar kandang terawat dan bisa menjadi tempat untuk domba berkembag dengan baik.

4. Tidak Melakukan Pencatatan Perkembangan Domba

Pencatatan (recording) sangat penting dalam manajemen peternakan modern. Kesalahan umum yang banyak dilakukan peternak adalah tidak melakukan pencatatan mengenai informasi dan perkembangan domba. Banyak peternak yang hanya mengandalkan ingatan untuk menyimpan informasi,  sehingga sering lupa atau salah dalam menilai perkembangan domba.

Dampak dari tidak tercatatnya informasi ternak bisa membuat peternak sulit untuk melihat perkembangan domba,  sulit menentukan waktu kawin, tidak mengetahui performa indukan, dan sulit menilai mana domba yang unggul atau tidak.

Beberapa hal yang harus dicatat adalah pakan, bobot domba mingguan, siklus birahi pada betina, mencatat tanggal melahirkan, hingga harus mencatat riwayat penyakit, vaksin dan obat.

5. Abai dengan Pemberian Vaksin dan Obat

Kesehatan domba Garut sangat dipengaruhi oleh pencegahan penyakit. Pencegahan tersebut bisa melalui vaksin dan juga obat yang diberikan kepada domba Garut. Sayangnya, sebagian peternak hanya memberikan obat ketika domba sudah sakit, bukan mencegah sejak awal.

Kesalahan yang sering dilakukan peternak adalah tidak memberikan vaksin dasar, tidak memberikan vitamin berkala, jarang memberikan obat cacing atau melakukan pengobatan pada hewan yang terdampak penyakit tanpa dosis atau pengetahuan yang cukup.

Dampak dari abai dalam pemberian obat dan vaksin bisa membuat domba rentan terserang penyakit, tingkat kematian meningkat, dan biaya pengobatan menjadi lebih besar daripada biaya pencegahan.

Maka peternak harus membuat dan mencatat jadwal vaksin berkala agar lebih mudah diingat serta lakukan konsultasi kesehatan dengan dokter hewan atau penyuluh yang lebih memahami tentang vaksin dan obat.

6. Tidak Meng-upgrade Ilmu dan Hanya Mengandalkan Kebiasaan Lama

Hari ini dunia peternakan terus berkembang. Teknologi baru, metode manajemen modern, pola pakan baru, dan metode pembibitan semakin maju. Sayangnya, masih banyak peternak yang menolak belajar dan hanya bergantung pada cara lama. 

Memang cara lama masih bisa digunakan, namun menambah pengetahuan mengenai dunia peternakan khususnya budidaya domba Garut bisa semakin membuka peluang peternak bisa menjawab kebutuhan pasar dan menghasilkan keuntungan yang lebih besar. 

Dampak dari tidak mengupgrade ilmu bisa membuat peternak tertinggal, produktivitas rendah, biaya tidak efisien, dan hasil ternakan kalah bersaing di pasar maupun pada ajang kontes.

Maka tidak ada salahnya jika para peternak aktif mengikuti pelatihan, membaca artikel peternakan, berdiskusi dengan komunitas, dan selalu membuka diri terhadap inovasi baru.

Demikian kesalahan-kesalahan umum yang sering terjadi pada peternak baik pemula maupun yang sudah berpengalaman. Banyak peternak domba Garut belum menyadari bahwa kesalahan-kesalahan kecil bisa berdampak besar pada produktivitas dan keuntungan.

Dengan memperbaiki kesalahan-kesalahan umum di atas, peternak bisa meningkatkan kualitas ternaknya, memaksimalkan potensi domba Garut, dan meraih keuntungan lebih tinggi.

Kreator : Kakang Agung Gumelar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *