Menilik Pertanian Pada Masa Rasulullah SAW yang Menjadi Salah Satu Penopang Ekonomi Umat

Berbagai sektor ekonomi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat jazirah Arab. Mulai dari sektor pertanian, peternakan hingga perdagangan. Banyak orang yang mengandalkan sektor-sektor tersebut untuk menopang kehidupan.

Pertanian merupakan salah satu sektor penting pada masyarakat. Banyak masyarakat saat itu yang mengelola kebun-kebun dengan beragam komoditas hingga bisa menggerakkan roda perekonomian.

Tentu kita mengetahui bahwa arab dikenal sebagai negara dengan struktur padang pasir yang gersang, namun tentu saja ada beberapa daerah yang memiliki sumber daya alam yang bisa menopang sektor pertanian tersebut.

Salah satu tanah subur yang dikenal dengan hasil taninya adalah madinah. Sebuah tempat istimewa yang ternyata menjadi tempat bukan hanya tanaman buah dan sayur tumbuh, melainkan islam juga tumbuh menjadi kuat dan bisa menunjukkan hadirnya peradaban yang hebat.

Letaknya yang berada  di dataran tinggi Najd dan daerah pantai Tihamah, membuat Madinah memang dikenal dengan daerah yang subur dan cocok untuk menjadi lahan pertanian.  

Hal tersebut salah satunya karena adanya air melimpah yang membuat tanahnya tidak segersang Makkah. 

Maka pertanian sudah menjadi mata pencaharian penduduk Madinah, bahkan sebelum hijrahnya Nabi Muhammad SAW. Komoditas yang paling dikenal dari Madinah adalah kurmanya yang memiliki kualitas terbaik. Selain itu juga dikenal dengan Anggur dan ladang sayurnya yang melimpah. 

Saat Rasulullah menjalankan perintah Allah SWT untuk berhijrah ke Madinah, berbagai sektor mulai Rasulullah perhatikan dengan baik, termasuk dalam pertanian. Perhatian Rasulullah SAW terhadap sektor pertanian juga meningkat, banyak sahabat yang bertani dan berkebun, hingga hasil dari pertanian bisa mendukung dakwah islam dan menjadi salah satu tonggak ekonomi masyarakat saat itu. 

Perhatian Rasulullah SAW terhadap pertanian terlihat dari banyaknya hadits yang membahas sektor pertanian dan pentingnya untuk bercocok tanam. Mulai dari terdapat pahala sedekah dari setiap buah atau sayur yang dihasilkan, hingga pentingnya untuk menanam pohon atau bibit tanaman.

Nabi Muhammad SAW bahkan ikut serta mengatur bagaimana agar sektor ini bisa berjalan dengan baik dan mendatangkan manfaat bagi penduduk juga bagi jalan perjuangan dakwah-Nya. 

Nabi Muhammad SAW sendiri juga turut serta mengelola beberapa kebun dan lahan. 

Dimana kebun dan lahan itu digunakan untuk kepentingan umat islam. Hasilnya bisa membantu banyak sahabat, masyarakat hingga bisa membantu saat berjihad. Manfaat dari pertanian bisa dirasakan oleh semua kalangan. 

Dalam pelaksanaannya, teknik yang digunakan dalam bertani pada masa Rasulullah SAW begitu sederhana yaitu menggunakan teknik irigasi dari sumur dan mata air untuk mengairi ladang-ladang. 

Untuk hasil panen, petani menggunakan sistem bagi hasil. Sistem ini melibatkan kerjasama antara pemilik tanah dengan petani kerja dalam menentukan pembagian hasil panennya yang bisa membawa kebaikan bagi kedua belah pihak. 

Maka, pertanian memiliki peran yang penting dalam menopang kesejahteraan masyarakat Muslim di Madinah. Manfaatnya bisa dirasakan oleh semua pihak, baik untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari maupun untuk kebutuhan sektor ekonomi lain seperti perdagangan.

Melihat peran masyarakat agraris pada masa Nabi Muhammad SAW yang sangat penting dalam menopang kehidupan ekonomi umat Islam, tentu ini menjadi inspirasi bagi kita sebagai generasi islam masa kini untuk terus memperhatikan sektor pertanian. 

Bagaimana kita bisa mengoptimalkan sumber daya alam yang terbentang dan disiapkan Allah SWT agar bisa membawa kebaikan dan menopang perekonomian masyarakat umumnya serta umat muslim khususnya. 

Kreator : Kakang Agung Gumelar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *