Salah satu tantangan yang ada dalam dunia pertanian adalah adanya hama atau penyakit pada tumbuhan. Hama maupun penyakit tersebut bisa menyerang semua tanaman, termasuk Jamur tiram.
Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) adalah salah satu jenis jamur konsumsi yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi favorit banyak petani di Indonesia. Rasanya yang gurih, teksturnya yang lembut, serta kandungan gizinya yang tinggi menjadikan jamur ini digemari oleh berbagai kalangan.
Keberadaan hama atau penyakit jika tidak dihadapi dengan baik maka akan mempengaruhi hasil produksi pertanian khususnya pada jamur tiram. Bahkan petani bisa mengalami kerugian.
Untuk mendapatkan hasil optimal, petani perlu memahami berbagai jenis hama dan penyakit yang menyerang jamur tiram, mengenali gejalanya, serta mengetahui cara pencegahan dan pengendaliannya secara tepat. Artikel ini akan mengulas secara lengkap tentang jenis-jenis hama, penyakit, penyebab, serta strategi pengendalian yang ramah lingkungan.
Hama adalah organisme pengganggu yang secara langsung merusak pertumbuhan jamur, baik dengan memakan miselium, merusak baglog, mengganggu pertumbuhan tubuh buah jamur bahkan bisa membuat tumbuhan mati.
Salah satu hama yang bisa menyerang jamur adalah serangga. Serangga biasanya tertarik dengan aroma kuat dari jamur tiram yang mengandung senyawa volatile. Tubuh buah jamur tiram menjadi sarang dan sumber makanan bagi hama serangga, sehingga tubuh buah jamur tiram menjadi rusak dan lebih cepat membusuk.
Beberapa jenis hama serangga yang bisa merusak jamur tiram adalah sebagai berikut :
Pertama adalah lalat. Lalat merupakan serangga yang ternyata bisa menjadi hama yang menghambat pertumbuhan jamur. Biasanya lalat terdapat pada kumbung yang tidak dipelihara dengan baik. Mengingat tubuhnya yang kecil, masuk keluarnya lalat biasanya melalui celah-celah lubang yang ada.
Selain itu karena jamur tiram tumbuh di kondisi udara yang lembab ditambah aroma baglog yang kuat membuat lalat semakin menyukai area pertumbuhan jamur tiram.
Dalam prosesnya lalat yang masuk ke area jamur tiram akan bertelur dan meletakkannya pada media baglog. Telur-telur tersebut kemudian akan berubah menjadi larva yang akan memakan miselium dan tubuh buah jamur tiram sehingga batang jamur tiram berlubang. Karena memakan miselium inilah membuat pertumbuhan jamur tiram terganggu.
Tidak sampai disana, setelah memasuki fase dewasa dan bisa terbang, lalat akan berpindah lagi mencari media baglog lain dan melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. Jika tidak dicegah dengan baik maka akan menyebabkan kerusakan yang cukup besar pada jamur tiram.
Sebagai bentuk pencegahan maka harus menjaga kebersihan kumbung, menutup lubang ventilasi dengan kasa halus, serta menjaga suhu dan kelembaban agar tidak terlalu lembab.
Kedua, Adalah Kutu dan Tungau. Kutu dan tungau termasuk jenis serangga kecil namun amat berbahaya dalam pembudidayaan jamur tiram. Hal tersebut karena bisa menyerang secara massal pada baglog jamur tiram.
Karena bentuknya yang amat kecil, tungau dan kutu tidak bisa dengan mudah dilihat dengan mata telanjang. Sedangkan, tungau hidup di dalam baglog yang bisa membuat miselium gagal tumbuh.
Tungau yang sudah ada di baglog, akan bertelur seperti lalat dan kemudian akan bertumbuh kembang. Cara kerjanya hampir sama seperti lalat yang memakan miselium dan tubuh buah jamur muda sehingga membuat permukaan jamur terlihat kasar, miselium tampak berlubang, dan warna berubah kekuningan.
Kerugian yang disebabkan oleh hama kutu dan tungau bisa sangat merugikan. Sebab pergerakannya cepat dan banyak. Bahkan dari 100 baglog, kutu dan tungau bisa merusak sampai 60 baglog. Hal tersebut tentu menyebabkan kerugian pada petani.
Prose pencegahan yang bilakukan adalah dengan melakukan sterilisasi pada baglog, mengurangi tumpukan baglog agar tidak terlalu tinggi, mengkomposkan media tanam juga rutin melakukan pembersihan pada kumbung.
Serangga selanjutnya yang bisa menjadi hama dan menyerang jamur tiram adalah kecoa. Kecoa akan menggerogoti permukaan jamur atau baglog yang tentu membuat kerugian pada produksi jamur tiram.
Selain itu kecoa juga merupakan serangga yang membawa bibit penyakit yang akan tumbuh pada jamur tiram. Jika bibit penyakit tersebut berkembang, maka akan membuat jamur tiram tidak sehat dan tidak berkembang dengan baik.
Serangga lain yang bisa menjadi hama bagi jamur tiram adalah rayap. Mendeteksi kehadiran rayap pada jamur tiram relatif sulit dilakukan. Biasanya kita baru menyadari kehadiran rayap setelah melihat kerusakan yang ditimbulkannya.
Rayap memakan zat yang terkandung di dalam kayu yaitu selulosa. Zat ini juga terdapat dalam media baglog jamur tiram sehingga kemungkinan kerusakan baglog juga cukup besar.
Ada banyak faktor yang memicu timbulnya hama terutama serangga pada jamur tiram. Mulai dari kelembaban yang berlebih, ventilasi udara yang buruk, proses sterilisasi yang tidak sempurna juga kebersihan lingkungan yang rendah.
Maka, menjaga keseimbangan lingkungan kumbung menjadi kunci utama dalam mencegah munculnya hama dan penyakit. Kehadiran hama dan penyakit dapat merusak seluruh hasil panen bila tidak diantisipasi dengan baik.
Kunci keberhasilan petani jamur bukan hanya pada bibit unggul, tetapi pada pengelolaan lingkungan yang higienis, sterilisasi media, serta pengawasan rutin terhadap tanda-tanda serangan. Dengan penerapan prinsip budidaya bersih dan pengendalian alami, petani dapat menekan risiko kerugian sekaligus menghasilkan jamur tiram yang sehat, segar, dan berkualitas tinggi.
Kreator : Kakang Agung Gumelar