Inilah Wujud Berbakti Kepada Orang Tua Yang Bisa Diterapkan Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Berbakti kepada orang tua adalah yang paling dianjurkan dalam islam. Bahkan Islam menempatkan kebaikan dan sikap hormat kepada orang tua berada hanya satu tingkat dibawah iman kepada Allah SWT dan ibadah yang benar kepadaNya. 

Tidaklah heran apabila berbakti menjadi amalan sekaligus perintah yang Allah langsung sampaikan dalam banyak firman-Nya. Hal tersebut karena kita tidak bisa lepas dari kedua orang tua kita. Kita tidak bisa terlahir kecuali dari rahim ibu kita, yang selama masa mengandung harus berjuang diantara kepayahan dan kepayahan yang terus bertambah. 

Belum lagi ayah kita yang berjuang dengan keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan mencurahkan kasih sayangnya sebagai seorang ayah untuk keluarga Setiap tetes keringatnya rasanya tidak bisa digantikan dengan apapun didunia ini.

Lalu apa saja yang bisa kita lakukan sebagai bentuk bakti kita kepada kedua orang tua kita ? 

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan bakti, ditengah ribuan cara untuk berbakti kepada keduanya. 

1. Berbicara yang Baik dan Lemah Lembut

Salah satu hal yang paling mendasar dalam berbakti kepada orang tua adalah bagaimana cara kita berbicara kepada keduanya. Seringnya kita mengira bahwa kata-kata hanyalah pelengkap, padahal hal yang paling utama adalah berkata yang baik, lemah lembut dan tidak membentak orang tua. 

Hal tersebut tentu bertujuan untuk menyenangkan hati ibu dan bapak kita. Jangan sampai kata-kata kita justru menjadi pedang yang menyakiti hati keduanya. Dalam sebuah ayat Allah SWT berfirman : 

 إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاهُمَا فَلا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلا كَرِيمًا 

Artinya: “Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”

Dalam ayat tersebut, Allah SWT bahkan melarang kita mengucapkan kata “uf” di hadapan kedua orang tua. Menurut Ibnu ‘Arabi, kata “uf” adalah ungkapan paling ringan yang menunjukkan ketidaksukaan.

Dalam bahasa Indonesia, kata ini sering disamakan dengan “ah” atau ungkapan serupa. Yang menunjukan rasa keberatan atau ketidaknyamanan kepada kedua orang tua kita. 

Jika sesederhana kata ah saja Allah SWT melarang, maka bagaimana dengan kata-kata yang lain yang kita sampaikan kepada orang tua kita yang telah mengajari kita bicara. Berlaku lembutlah dan jaga hati keduanya, sebab hati yang senang dan ridha akan mendatangkan ridho Allah SWT.

2. Tidak Bersikap Tinggi Hati Bahkan Merendahkan Hati Dihadapan Orang Tua

Kebaikan orang tua kita tidak pernah bisa kita balas. Bahan satu tetesan keringat ibu saat melahirkan kita tidak akan pernah bisa kita membalasnya. Begitupun dengan ayah kita yang bekerja untuk mencari nafkah tentu kita juga tidak akan pernah bisa membalasnya. Sudah sepatutnya kita merendahkan hati bahkan diri kita dihadapan mereka. 

Tidak peduli apa jabatan kita, berapa penghasilan kita, seberapa terkenalnya kita, dihadapan orang tua kita tetap bukan siapa-siapa. Justru kedua orang tua kitalah yang berjasa hingga bisa menempatkan kita pada tempat yang kita gapai saat ini. 

Perintah merendahkan hati sebagai wujud berbakti kepada kedua orang tua, dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Isra’ ayat 24:

 وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ 

Artinya: “Rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan.” 

Ibnu ‘Arabi menjelaskan maksud dari kata “merendahkan” dalam Al-Qur’an merupakan kiasan untuk “kelembutan”. Kelembutan tersebut bermakna kita tidak berperilaku seperti atasan kepada bawahan, atau seperti bos kepada anak buahnya. Justru kita harus begitu menghormati keduanya dengan sikap terbaik. 

 3. Senantiasa mendoakan kedua orang tua 

Cara berbakti selanjutnya adalah mendoakan orang tua. Do’a bagi umat muslim adalah senjata yang bisa digunakan. Begitupun dalam berakti, doa menjadi salah satu kekuatan dan wujud bakti paling mudah namun seringkali kita lalaikan. 

Perintah untuk senantiasa mendoakan orang tua tercantum dalam lanjutan surat al-Isra’ ayat 24, Allah berfirman:

 وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا 

Artinya: “dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil’.” 

Sudah sepatutnya kita senantiasa mendoakan kedua orang tua. Kita memintakan ampun untuk keduanya juga keberlimpahan kasih sayang dari Allah SWT sebagaimana kasih sayang yang mereka limpahkan kepada kita sejak kita masih kecil. 

Tidak ada batasan waktu dalam mendoakan orang tua. Di Setiap hela nafas kita, senantiasa memintakan ampunan dan doakan orang tua. Kita juga bisa meniatkan kebaikan dan ibadah yang kita lakukan untuk kebaikan mereka. 

Bahkan kewajiban berbakti melalui berdoa juga harus kita lakukan meski ibu dan bapak kita telah tiada. Sebab, doa anak yang saleh untuk kedua orang tuanya termasuk amalan yang pahalanya tidak terputus.

 4. Merawat Orang Tua Adalah Bagian Dari Bakti

Merawat orang tua menjadi bagian dari berbakti. Kita pasti ingat bagaimana keduanya merawat kita sedari kecil hingga bisa tumbuh. Mereka menyediakan makanan, minuman, kenyamanan dan keamanan hingga kita bisa bertahan. Maka, sudah sepatutnya kita juga merawat mereka.

Terlebih mereka yang telah mencapai usia senja. Maka kita harus ikut hadir untuk merawat keduanya. Memastikan kebutuhannya terpenuhi, memastikan rasa sakitnya diobati dengan baik, memastikan ibadahnya berjalan dengan baik.

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW menyebutkan bahwa merawat orang tua bernilai sama dengan berjihad. Sebab memang tidak mudah untuk merawat orang tua dalam jangka waktu yang panjang dan lama. Mungkin kita bisa bertahan dalam satu minggu, satu bulan hingga satu tahun, namun setelah itu kita harus berjuang dengan rasa sabar yang amat. Tak heran jika Rasulullah menyebutnya sebagai salah satu bentuk jihad.

 وعن عبد الله بن عمرو قال : جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم فاستأذنه في الجهاد ، فقال : أحي والداك ؟ قال : نعم ، قال : ففيهما فجاهد . 

Artinya: “Dari sahabat Abdullah bin Amr bin Ash ra, seorang sahabat mendatangi Rasulullah saw lalu meminta izin untuk berjihad. Rasulullah saw bertanya, ‘Apakah kedua orang tuamu masih hidup?’ ‘Masih,’ jawabnya. Rasulullah saw mengatakan, ‘Pada (perawatan) keduanya, berjihadlah,’” (HR. Bukhari, An-Nasai, Abu Dawud, Tirmidzi) 

5. Membuat Orang Tua Tertawa dan Bahagia

Semakin hari, rumah orang tua kita erat dengan sepi. Terlebih jika anak dan cucunya berada di perantauan atau jauh dari pandangannya. Maka, rumahnya tak lagi ramai. Mungkin hanya suara televisi yang menemani sambil menunggu hari-hari anak cucu datang berkunjung.  Dalam hadits disebutkan:

 عن عبد الله بن عمرو قال جاء رجل إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال جئت أبايعك على الهجرة وتركت أبوي يبكيان فقال ارجع عليهما فأضحكهما كما أبكيتهما 

Artinya: “Dari sahabat Abdullah bin Amr ra, ia bercerita, seorang sahabat mendatangi Rasulullah SAW dan mengatakan, ‘Aku datang kepadamu untuk berbaiat hijrah dan kutinggalkan kedua orangtuaku dalam keadaan menangis. Rasul menjawab, ‘Pulanglah, buatlah keduanya tertawa sebagaimana kau membuat mereka menangis,’’ (HR Abu Dawud).

Raslullah menyeru kita agar bisa membuat keduanya tertawa, tentu arti tertawa disini bukan hanya tertawa secara kata, dibaliknya ada banyak makna yakni membahagiakan dan menenangkan hati orang tua hingga muncul kegembiraan. 

6. Memasakakan atau Membawakan Makanan Untuk Orang Tua

Hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk orang tua dalam berbakti bisa dengan memasakan makanan untuk kedua orang tua. Terlebih jika itu maknaan yang disukai oleh keduanya. Hal tersebut dijelaskan dalam sebuah penggalan hadits : 

 Ibnu Umar lalu bertanya, ““Apakah engkau takut masuk neraka dan ingin masuk surga?” ”Ya, saya ingin”, jawabku. Beliau bertanya, “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” “Saya masih memiliki seorang ibu”, jawabku. Beliau berkata, “Demi Allah, sekiranya engkau berlemah lembut dalam bertutur kepadanya dan memasakkan makanan baginya, sungguh engkau akan masuk surga selama engkau menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 8, shahih. Lihat Ash-Shahihah, 2898.

Hadits tersebut menjelaskan bahwa kita bisa masuk surga lewat makanan yang kita hidangkan kepada orang tua kita. Atau jika berkeberatan memasak, kita juga bisa membawakan makanan yang kita beli untuk mereka. Cara sederhana namun ternyata bisa menjadi wujud bakti seorang anak kepada kedua orang tuanya.

Demikian hal yang bisa kita lakukan sebagai wujud berbakti kepada kedua orang tua kita. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan bagi kita dan kelapangan hati untuk bisa memaksimalkan syurga yang Allah berikan lewat ibu dan bapak kita, Aamiin.

Kreator : Kakang Agung Gumelar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *