Niatkan Bekerja dan Beramal Shalih untuk Kebaikan Orang Tua

Setelah beranjak dewasa, kita tidak lagi dalam buaian dan pandangan kedua orang tua kita. Ada beberapa yang harus pergi dari rumah untuk pendidikan, untuk menikah hingga bekerja. Atau juga ada yang hidup bersama orang tua namun kini memiliki tanggungjawab sendiri untuk melaksanakan tanggungjawab sendiri. 

Namun, keadaan kita yang sudah mulai bisa serba mandiri tidak pernah menjadi penghalang bakti kepada kedua orang tua. Justru kita harus meniatkan segala amal baik kita sebagai wujud bakti kepada keduanya.

Orang tua adalah sebab hadirnya kita di dunia, pintu doa mereka senantiasa terbuka. Merekalah sumber keberkahan hidup yang harus kita jaga dan rawat. Maka ketika seorang anak meniatkan pekerjaannya untuk membahagiakan mereka, bukan hanya sekadar rezeki dunia yang didapat, tetapi juga pahala yang berlipat di sisi Allah SWT.

Allah tidak pernah menutup mata atas setiap amal baik, terlebih jika amal itu diniatkan untuk berbakti kepada orang tua. Balasan-Nya datang dengan cara yang sempurna: melalui rezeki yang luas, hati yang tenang, dan doa orang tua yang menembus langit.

Terlebih jika keduanya ridho kepada kita, maka keridhaan Allah SWT pasti sudah didapatkan ditangan. Sebagaimana dalam sebuah hadits : 

“Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ridha Allah bergantung kepada keridhaan orang tua dan murka Allah bergantung kepada kemurkaan orang tua.” (HR. Bukhori)

Dalam Islam, bekerja tidak hanya dilihat sebagai aktivitas ekonomi, tetapi juga bernilai ibadah. Rasulullah SAW bersabda:

“Tidaklah seseorang memakan makanan yang lebih baik daripada hasil usahanya sendiri. Dan sesungguhnya Nabi Dawud ‘alaihissalam makan dari hasil usahanya sendiri.” (HR. Bukhari)

Hadis ini menegaskan bahwa bekerja adalah bentuk ibadah jika diniatkan dengan benar. Apalagi jika hasil kerja itu digunakan untuk menafkahi keluarga dan membahagiakan orang tua.

Terdapat 3 amalan yang akan terus mengalir kebaikannya meski telah meninggal dunia, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat juga doa anak yang shalih. 

Kita bisa memberikan ketiganya kepada orang tua kita, yaitu kita bisa bersedekah jariyah dengan niat pahala untuk kedua orang tua. Kita juga bisa menjadi wujud dari ilmu yang bermanfaat dimana sedari kecil kita juga dididik oleh ilmu yang orang tua kita berikan. Selain itu kita juga memiliki doa yang mustajab  apabila menjadi anak yang shalih. 

Semua amal ini, jika diniatkan tulus, menjadi ladang pahala yang tidak hanya mengalir kepada orang tua, tetapi juga kembali pada diri anak.

Allah SWT menjanjikan balasan sempurna bagi siapa pun yang berbuat baik, apalagi kepada orang tua. Dalam QS. An-Nisa: 40 disebutkan:

“Sesungguhnya Allah tidak menzalimi seseorang walau sebesar zarrah, dan jika ada kebaikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.”

Jika kita berbuat baik untuk orang tua dan meniatkan ibadah kita untuk keduanya maka balasan Allah bukan hanya kelak di akhirat namun bisa juga dirasakan di dunia dalam beragam bentuk.

1. Rezeki yang penuh keberkahan. Keberkahan ini dirasakan bukan selalu dengan jumlahnya yang besar, tetapi juga ketenangan dan rasa cukup saat menikmatinya.
2. Datangnya berbagai kemudahan dalam hidup, bisa jadi tiba-tiba pekerjaan yang sebelumnya menemui kesulitan jadi lebih lancar, masalah lebih mudah terselesaikan dan berbagai kemudahan yang terjadi.
3. Memiliki sumber keberhasilan dari doa mustajab kedua orang tua. Sebab doa orang tua adalah senjata yang bisa menembus langit.


Lalu bagaimana cara agar kebaikan yang kita kerjakan bisa mengalirkan pahala kepada kedua orang tua kita ? Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan :

  1. Perbarui niat setiap hari. Sebelum berangkat kerja, kita bisa niatkan: “Ya Allah, pekerjaanku hari ini untuk kebaikan orang tua dan keluargaku.”
  2. Sisihkan rezeki untuk orang tua – tidak harus besar, tetapi rutin. Atau bisa juga dengan memberikan makanan kesukaan orang tua kita, membawakan sembako sederhana, atau apapun yang bisa dirasakan oleh mereka.
  3. Libatkan orang tua dalam doa dan amal. Misalnya jika kita bersedekah, sebut nama mereka agar pahala mengalir untuk keduanya.
  4. Doakan mereka saat bekerja dan niatkan setiap keringat dan tenaga sebagai amal shalih.
  5. Tidak hanya niat dalam hati, tapi kita juga harus menunjukkan bakti lewat akhlak dan perbuatan kita. Usahakan untuk berbicara dengan lembut, tidak merendahkan dan menyakiti. Menghadapi dengan penuh  kesabaran juga berseri juga khidmat dan hormat kepada keduanya.

Dengan demikian bekerja dan beramal shalih bukan hanya jalan mencari nafkah, tetapi juga ladang pahala jika diniatkan untuk kebaikan orang tua. Setiap rupiah yang dihasilkan, setiap tenaga yang dicurahkan, bisa berubah menjadi amal mulia yang membahagiakan mereka dan mendekatkan kita pada ridha Allah.

Ingatlah, balasan Allah selalu sempurna. Tidak ada amal sekecil apa pun yang sia-sia, apalagi jika amal itu untuk orang tua yang telah berjasa melahirkan, merawat, dan membesarkan kita.

Maka, jangan biarkan hari-hari kita berlalu tanpa niat tulus ini. Niatkan setiap langkah bekerja sebagai jalan membahagiakan orang tua, dan lihat bagaimana Allah membalas dengan cara yang jauh lebih indah dari apa yang kita bayangkan.

Kreator : Kakang Agung Gumelar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *