Selain Sayur dan Buah, Panen Pahala Sedekah Juga Didapatkan Bagi yang Bercocok Tanam

Bertani merupakan salah satu kegiatan yang sudah ada sejak lama. Bahkan pertanian merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari kita. 

Manusia tidak pernah bisa terlepas dari hasil bumi: nasi yang kita santap, buah yang kita nikmati, hingga sayuran yang menjadi penyeimbang gizi, semuanya lahir dari tangan para petani. Namun dalam Islam, bercocok tanam bukan hanya aktivitas duniawi semata. Ia bisa bernilai ibadah jika disertai niat yang benar, bahkan menjadi sedekah yang pahalanya mengalir tanpa henti.

Secara bahasa, sedekah berasal dari kata ṣidq yang berarti “benar”. Makna ini mengandung filosofi bahwa sedekah adalah tanda kebenaran iman seseorang. Dalam islam bahkan sedekah tidak selalu berbentuk materi, melainkan juga perbuatan baik yang memberi manfaat bagi orang lain.

 Dalam hadis Rasulullah SAW seperti yang diceritakan oleh Abu Hurairah R.A, yang artinya: 

“Setiap ruas tulang manusia harus disedekahi setiap hari di saat terbitnya matahari: berbuat adil terhadap dua orang (mendamaikan) adalah sedekah; menolong seseorang naik kendaraannya, membimbingnya, dan mengangkat barang bawaannya adalah sedekah, ucapan yang baik adalah sedekah; Berkata yang baik juga termasuk sedekah. Begitu pula setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah. Serta menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah sedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Selain sedekah-sedekah yang disebutkan dalam hadits tersebut, bercocok tanam juga merupakan sebuah aktivitas yang bisa menghadirkan pahala sedekah. Terlebih jika kita meniatkan setiap biji dan benih yang kita tanam untuk kepentingan ibadah kepada Allah SWT. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلُ مِنْهُ طَيْرٌ أَوْ إِنْسَانٌ أَوْ بَهِيمَةٌ إِلَّا كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ

“Tidaklah seorang muslim pun yang bercocok tanam atau menanam satu tanaman, lalu tanaman itu dimakan oleh burung, atau manusia, atau hewan, melainkan itu menjadi sedekah baginya.” (HR. Bukhari)

Bayangkan ada begitu banyak pahala yang didapatkan dari setiap sayur, buah, beras dan segala macam hasil bumi yang dihasilkan. Hasil bumi tersebut kemudian dinikmati bukan hanya oleh satu orang tapi satu kampung bahkan bisa satu negara. 

Banyak orang yang menikmati hasil bumi yang diolah menjadi makanan, kemudian menjadi nutrisi yang diserap tubuh hingga menghasilkan energi untuk berbuat banyak kebaikan. 

Belum lagi hewan-hewan yang mendapatkan manfaat dari setiap tanaman yang dihasilkan dan semuanya tidak lain dan tidak bukan akan bernilai pahala sedekah.

Dalam urusan bercocok tanam, sesungguhnya Allah SWT telah memberikan fasilitas-fasilitas terbaiknya. Semua telah Allah siapkan dan sediakan tinggal apakah kita bersedia memanfaatkan fasilitas tersebut. Sebagaimana dalam firman-Nya  Quran Surat  al-An’am ayat 99 : 

Artinya: “Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.”

Setelah Allah SWT  memberikan fasilitas penting berupa tanah dan air untuk bertani, Allah swt juga memberikan fasilitas lainnya, yang bisa menunjang pertanian. Sebagaimana dijelaskan dalam surah al-Hijr ayat 19-22;

Artinya: “Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran (19) Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezeki kepadanya (20) Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu (21) Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh- tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya (22).”

Hal-hal yang bagi kita mungkin biasa yaitu air hujan, cahaya matahari, bahkan angin sebenarnya adalah fasilitas yang Allah berikan untuk umat manusia. Dengan fasilitas tersebut Allah akan menumbuhkan segala sesuatu yang bisa memenuhi hajat manusia. Dengan bertani maka sesungguhnya kita sedang berupaya untuk mengoptimalkan fasilitas yang telah Allah hamparkan tersebut. 

Bertani bisa dimulai dari mana saja dan kapan saja. Tidak selalu dimulai dari lahan yang luas dengan modal yang besar, tapi bisa memulai dari pekarangan rumah bahkan dari pot kecil yang ada dirumah. Terlebih di zaman sekarang, informasi mengenai tata cara bercocok tanam semakin bisa kita pelajari dengan leluasa. Dan berbagai fasilitas tersebar dimana-mana, tinggal bagaimana kita mengoptimalkannya agar bisa menjadi ladang sedekah terbaik kita. 

Kreator : Kakang Agung Gumelar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *