Jamur tiram atau juga dikenal sebagai pleurotus, merupakan salah satu jamur pangan yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Selain nilai gizinya yang tinggi, rasanya yang lezat juga jamur tiram juga memiliki khasiat obat dan manfaat yang besar bagi kesehatan.
Selain itu, jamur tiram mempunyai nilai ekonomis tinggi dan sangat potensial untuk dikembangkan dalam skala komersial. Terlebih saat ini, banyak masyarakat yang mulai menggemari jamur dan mengolahnya menjadi berbagai makanan.
Jamur tiram merupakan salah satu jamur pangan yang memiliki citarasa yang lezat, sebab mengandung asam glutamat yang menimbulkan rasa gurih pada masakan.
Dalam bahasa Yunani jamur tiram disebut Pleurotus yang berarti bentuk samping atau posisi menyamping antara tangkai dengan tudung. Sedangkan sebutan tiram, karena bentuk atau badan buahnya menyerupai kulit tiram (cangkang kerang).
Kandungan gizi jamur tiram begitu lengkap. Mengandung protein, lemak yang cukup rendah dan tidak jenuh, mengandung 9 macam asam amino, mengandung vitamin B, C dan D. Selain itu juga mengandung vitamin B1, vitamin B2 , vitamin D2, niasin dan mengandung mineral dengan kandungan tertinggi adalah Kalium, Fosfor, Natrium, Kalsium, dan Magnesium.
Dikutip dari laman website Pusat Perpustakaan dan Literasi Pertanian Kementerian Pertanian, terdapat beberapa jenis jamur tiram yang biasa dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia yaitu :
- Jamur tiram putih (P. ostreatus). Jamur ini paling banyak ditemui dan dibudidayakan. Dilihat secara fisik sekujur jamur tiram memiliki buah berwarna putih karena sporanya tak berwarna. Permukaan tudung licin dan agak berminyak.
- Jamur tiram merah muda (P. flabellatus). Dikenal juga dengan jamur sakura shimeji. Karena warnanya yang cantik dan menarik banyak yang menjadikan jamur tiram merah muda ini untuk dijadikan pajangan atau tanaman hias.
- Jamur tiram abu- abu (P. sajor caju). Sebagaimana namanya, jamur ini dikenal juga dengan shimeji grey karena tudungnya berwarna kelabu kecokelatan sampai kuning kehitaman. Tiram abu-abu memiliki cita rasa yang cenderung manis.
- Jamur tiram abalone atau coklat (P. cystidiosus). Jamur tiram cokelat ini memiliki aroma khas dengan rasa lebih gurih dan lebih tebal.
- Jamur tiram kuning (Pleurotus citrinipileatus). Warna dari tiram ini adalah kuning cerah bak emas, sehingga dijuluki jamur tiram emas. Saking cantiknya, banyak yang enggan memasak tiram kuning karena lebih senang memajang seperti tanaman hias.
- Jamur tiram raja (Pleurotus umbellatus). Disebut juga king oyster. Jamur ini tidak bercabang dan menghasilkan tudung besar berwarna kecokelatan.
Dari jenis-jenis tersebut jamur tiram putih dan coklat paling banyak dibudidayakan karena mempunyai sifat adaptasi dengan lingkungan yang baik dan tingkat produktivitasnya cukup tinggi.
Jamur Tiram merupakan tumbuhan yang tidak berklorofil, sehingga tidak bisa memproduksi dan mengolah makanannya sendiri. Di alam liar, jamur tiram merupakan tumbuhan saprofit yang hidup di kayu-kayu lunak dan memperoleh bahan makanan dengan memanfaatkan sisa-sisa bahan organik.
Sedangkan dalam proses pembudidayaan jamur tiram, bisa menggunakan kubung atau rumah jamur yang berfungsi sebagai tempat pertumbuhan dan perkembangan jamur itu sendiri.
Kubung adalah bangunan tempat tumbuhnya jamur tiram yang terbuat dari bilik bambu / atau tembok permanen. Di dalamnya tersusun rak-rak tempat media tumbuh/ baglog jamur tiram.Baglog adalah kantong plastik transparan berisi campuran media tanam jamur.
Pertumbuhan jamur tiram sangat tergantung pada faktor fisik lingkungannya. Maka penting untuk bisa merekayasa iklim atau lingkungan tempat pertumbuhan jamur tiram agar bisa tumbuh dan berkembang secara optimal.
Faktor lingkungan yang harus diperhatikan adalah suhu lingkungan yang ideal berada pada 26 – 28°C. Perhatikan juga kelembaban udara dan PH media tanam yang agak masam. Dalam perkembangan jamur tiram, cahaya dan sinar matahari yang dibutuhkan juga amat sedikit. Selain itu aerasi udara merupakan hal yang penting dalam pertukaran udara pada lingkungan tempat tumbuhnya jamur yaitu dengan mempertahankan persediaan oksigen (O₂) dan membuang karbon dioksida (CO₂).
Dengan nilai gizinya yang tinggi jamur tiram memiliki ragam manfaat bagi kesehatan. Mulai dari bisa menjaga kesehatan jantung, kaya akan Antioksidan yang dapat melawan radikal bebas, dapat memperkuat sistem imun tubuh dengan memperbaiki gejala dari infeksi virus, seperti infeksi virus herpes simpleks 1 dan infeksi saluran pernapasan. Selain itu, jamur tiram juga memiliki efek antivirus dan antibakteri.
Bagi penderita diabetes, mengkonsumsi jamur tiram secara teratur dapat menurunkan kadar gula darah. Bahkan Jika kita mengkonsumsi sekitar 18 gram jamur (sekitar dua buah jamur berukuran sedang) sehari, bisa membantu menurunkan risiko kanker hingga 45 persen.
Dengan beragam manfaat yang dimiliki oleh jamur tiram, tidak salah jika jamur tiram banyak penikmatnya sehingga bisa meningkatkan nilai ekonominya. Banyak orang yang kembali pada makanan sebagai obat dan perlindungan diri dari penyakit. Selain itu perkembangan dunia kuliner juga turut mempengaruhi tingginya permintaan terhadap jamur tiram ini.
Kreator : Kakang Agung Gumelar