Terdapat banyak jenis jamur di dunia ini, bahkan menurut Chang and Bushwell (2008) lebih dari 14.000 jenis jamur di dunia, sekitar 3.000 yang dikonsumsi manusia, sekitar 700 telah dikenal mempunyai khasiat obat dan sekitar 1400 diakui sebagai jamur beracun.
Seiring berjalannya waktu, jamur yang bisa dikonsumsi cukup banyak peminatnya di pasaran. Aksesnya Pun kini semakin mudah didapatkan, kita bisa menemukan banyak jamur di swalayan maupun di pasar tradisional.
Jamur yang dapat dikonsumsi atau edible mushroom merupakan makanan yang kaya akan nutrisi, rendah kalori, karbohidrat, lemak, mineral (P, Ca, Fe, K, dan Na) dan vitamin (tiamin, riboflavin, asam folat, dan niasin) juga natrium, bebas kolesterol. Selain itu jamur juga mengandung protein, meskipun mengandung protein dalam jumlah kecil tetapi masih mencukupi kebutuhan. Bahkan kandungan gizi yang dimiliki oleh jamur, sebanding dengan telur, susu dan daging .
Berbagai penderita penyakit seperti hipertensi dan juga jantung sangat bisa mengkonsumsi jamur. Karena kandungannya yang terdapat semua unsur asam amino esensial juga mengandung kalium tinggi. Jamur juga terkenal karena potensinya sebagai antikanker, antivirus, dan atau meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Beberapa jenis jamur yang dapat dikonsumsi adalah sebagai berikut :
1. Jamur Shitake atau Lentinula Edodes
Jamur shiitake telah digunakan sebagai makanan yang bisa meringankan flu sejak ratusan tahun yang lalu. Tak heran jika jamur shiitake saat ini menjadi jamur dengan peringkat pertama di dunia karena kandungannya yang begitu luar biasa.
Menggeser jamur kancing, jamur shiitake memiliki manfaat yang sangat besar dalam dunia pengobatan dan kesehatan. Bahkan ditemukan bahwa ekstrak air dari jamur ini bisa digunakan sebagai sumber potensial senyawa antioksidan dan antikanker yang bisa menurunkan proliferasi sel pada tumor juga.
Selain bermanfaat untuk kesehatan dengan nilai manfaat yang tinggi, jamur shitake ini juga memiliki bentuk yang besar dan juga rasanya yang mirip dengan daging. Sehingga banyak yang menggunakan jamur ini sebagai pelengkap menu makanan.
Namun, saat mengkonsumsi jamur ini pastikan harus memasaknya dalam keadaan matang. Kita harus menghindari konsumsi jamur shitake mentah sebab mengandung zat beracun yang disebut lentunan dan bisa menyebabkan ruam pada beberapa orang. Selain itu, jamur shitake mentah juga mungkin masih mengandung kuman yang dapat menyebabkan keracunan apabila dikonsumsi.
2. Jamur Shimeji
Jamur Shimeji merupakan salah satu jamur yang juga populer di wilayah Asia termasuk di Indonesia. Jamur ini telah lama digunakan di Cina sebagai salah satu obat tradisional.
Shimeji memiliki bentuk batang berwarna putih dan saling menyatu satu sama lain, bentuknya lebih gemuk daripada enoki dan terdiri dari dua jenis, ada yang berwarna putih dan ada yang coklat.
Jamur yang satu ini paling cocok sebagai menu tumisan atau sebagai bahan dalam sup. Selain itu banyak juga yang menggunakan jamur shimeji sebagai toping pada ramen.
Tidak hanya lezat jamur shimeji juga memiliki beragam manfaat pada tubuh. Mulai dari menjaga kekebalan tubuh, mencegah sembelit, Menjaga kesehatan jantung
Menjaga sel tubuh dari radikal bebas hingga Menurunkan risiko terjadinya kanker.
3. Jamur Merang
Jamur merang atau bahasa ilmiahnya Volvariella volvacea, memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi. Jamur Merang adalah salah satu jamur yang bisa dikonsumsi, pada umumnya banyak dibudidayakan di beberapa wilayah Asia dan juga termasuk di Indonesia.
Penamaan jamur merang karena dalam proses budidayanya menggunakan media merang atau jerami yang telah dijadikan kompos. Di alam, jamur merang banyak dijumpai hidup bergerombol pada jerami padi, sagu, serbuk gergaji dan tandan kosong kelapa sawit.
Jamur merang kaya akan kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh. Seperti kalsium, fosfor, kalori, protein kasar dan karbohidrat bebas N (N-face carbohydrate) dengan kandungan lemak yang rendah.
Jamur merang dikenal sebagai penawar racun, dan banyak mengandung antibiotik yang berguna untuk pencegahan anemia. Menurut penelitian jamur juga dapat digunakan untuk penderita diabetes dan penyakit kekurangan darah, bahkan dapat mengobati kanker.
Jamur merang bisa dimasak dengan cara ditumis dengan sayuran lain, atau menjadi toping dengan dimasak bersama saat membuat nasi goreng.
4. Jamur Kancing atau champignon
Salah satu jamur yang banyak dibudidayakan dan dikonsumsi di dunia adalah jamur kancing.Dinamakan jamur kancing karena bentuknya yang bulat dengan warna putih hingga coklat muda sehingga terlihat seperti kancing.
Jamur Kancing atau champignon memiliki beragam nilai gizi yang begitu bagus untuk kesehatan. Mulai dari kandungannya yaitu vitamin D yang penting untuk kesehatan tulang dan sistem kekebalan tubuh, Vitamin B yang mengubah makanan menjadi energi, selenium, kalium hingga riboflavin yang mendukung pertumbuhan sel dan fungsi pada tubuh.
Selain itu jamur kancing juga bisa menjadi makanan yang menghadirkan manfaat mulai dari meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menjaga kesehatan jantung, melancarkan pencernaan hingga sebagai sumber antioksidan yang bisa melindungi tubuh dari sel-sel yang rusak akibat radikal bebas.
Untuk menambah kelezatan jamur kancing, kita bisa mengolahnya dalam beragam bentuk mulai dari ditumis, dipanggang, disup, dibuat sebagai salad hingga sebagai toping yang menambah cita rasa makanan.
5. Jamur Tiram
Pleurotus atau juga dikenal sebagai jamur tiram, merupakan salah satu jamur yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Selain nilai gizinya yang tinggi, rasanya yang lezat juga jamur tiram juga memiliki khasiat obat dan manfaat yang besar pada kesehatan.
Kandungan gizi jamur tiram begitu lengkap. Mnegandung protein, lemak yang cukup rendah dan tidak jenuh, mengandung 9 macam asam amino, mengandung vitamin B, C dan D. vitamin B1 (tiamin), vitamin B2 (riboflavin), niasin dan provitamin D2 (ergosterol) juga mengandung mineral dengan kandungan tertinggi adalah Kalium, Fosfor, Natrium, Kalsium, dan Magnesium.
Selain kandungan-kandungan diatas, jamur tiram juga mengandung asam glutamat yang menimbulkan rasa gurih pada masakan sehingga menambah kenikmatan cita rasanya.
Jamur tiram bisa diolah menjadi berbagai hidangan. Mulai dari digoreng dengan tepung, ditumis, dibuat sop, dicampurkan dengan nasi goreng, dan lain sebagainya.
6. Jamur Enoki
Belakangan jamur enoki menjadi primadona yang banyak diminati. Flammulina velutipes atau Enoki sebenarnya sudah banyak digunakan dalam pengobatan tradisional dengan dibuat sup untuk mengurangi mengurangi gula darah, tekanan darah, dan kolesterol.
Jamur enoki memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Selain itu, jamur ini merupakan jamur kayu yang dapat berpotensi sebagai bahan pangan dengan cita rasa yang lezat serta mengandung gizi yang tinggi. Disamping itu jamur enoki berkhasiat sebagai obat bagi berbagai penyakit.
Jamur enoki memiliki bentuk yang menyerupai tauge dengan batang tipis dan panjang serta berwarna putih kekuningan. Untuk mengolah jamur enoki, terlebih dahulu harus mencucinya hingga bersih. Setelah itu barii diolah sesuai dengan cara yang disuka, bisa direbus, ditumis, ataupun digoreng. Bahkan belakangan jamur enoki bisa menjadi topping pada menu jajanan seperti seblak, suki, dan lain sebagainya.
Itulah beberapa jenis jamur yang bisa dikonsumsi dengan manfaat dan nilai gizi yang tinggi. Namun untuk mengkonsumsi jamur, kita perlu memperhatikan beberapa hal sebelum memprosesnya, yaitu :
- Pastikan jamur aman, jangan sembarangan mengkonsumsi jamur liar sebab beberapa spesies jamur bisa beracun dan berbahaya bila dikonsumsi.
- Mencuci dengan bersih dan masak matang saat mengelola jamur agar spora, kotoran, dan toksin alami hilang.
- Konsumsi secukupnya dan jangan makan berlebihan. Karena jamur mengandung purin, yang bisa memicu asam urat jika dikonsumsi dalam jumlah besar.
Kreator : Kakang Agung Gumelar