Terdapat kaitan yang saling bersinggungan antara pertanian dan peternakan. Keduanya adalah aspek penting dalam kehidupan yang banyak memberikan manfaat. Produk-produk dari pertanian dan peternakan bahkan bisa membuat manusia bertahan.
Pada Pertanian modern, tanaman tidak bisa lepas dari kebutuhan akan pupuk. Namun, penggunaan pupuk kimia secara berlebihan dalam jangka panjang sering menimbulkan berbagai masalah, seperti penurunan kesuburan tanah, pencemaran lingkungan, hingga biaya produksi yang tinggi.
Disinilah keterkaitan antara pertanian dan peternakan dimulai, banyak petani yang kini mulai kembali memanfaatkan pupuk organik, untuk mengoptimalkan produktivitas pertaniannya salah satunya dengan penggunaan pupuk kandang.
Pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan. Kohe atau Kotoran Hewan merupakan limbah peternakan yang ternyata memiliki begitu banyak manfaat. Meski sudah menjadi limbah, namun kotoran hewan ini memiliki nilai manfaat dan nilai jual yang tinggi.
Dari segi ekonomi kotoran ternak yang sudah menjadi pupuk kandang bisa dijual ke produsen pupuk organik atau langsung ke petani, terutama petani yang memproduksi komoditas organik, seperti sayur organik.
Hewan yang kotorannya bisa diolah menjadi pupuk kandang ada begitu banyak seperti sapi, kambing, domba, ayam, kuda babi dan lain sebagainya yang bisa begitu bermanfaat dalam dunia pertanian.
Kambing dan domba merupakan hewan yang kotorannya bisa dijadikan sebagai pupuk kandang. kotoran pada domba bisa menjadi salah satu sumber nutrisi alami yang sangat bermanfaat bagi tanah dan tanaman.
Banyak petani yang menggunakan kohe domba sebagai pupuk untuk tanamannya. Sebab memiliki unsur-unsur yang bermanfaat bagi tanaman. Beberapa alasan mengapa kotoran domba digunakan untuk pupuk kandang pada tanaman :
1. Terdapat berbagai nutrisi yang berguna untuk tanaman. Kohe pada kambing merupakan limbah peternakan yang kaya akan unsur hara makro dan mikro, seperti seperti nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, magnesium, belerang, natrium, besi, tembaga, dan molibdenum.
Kadar nutrisi dalam kotoran domba umumnya lebih tinggi dibandingkan kotoran sapi atau kerbau. Hal ini karena domba mengkonsumsi hijauan yang lebih kering sehingga kotorannya lebih padat dan kaya unsur hara.
2. Meningkatkan kesuburan pada tanah karena didalamnya terdapat bahan organiknya memperbaiki struktur tanah dan memperkaya unsur hara. Berbeda dengan pupuk kimia yang justru saat digunakan mengurangi unsur hara yang ada pada tanah.
3. Kotoran kambing dapat meningkatkan kualitas tanah meningkatkan kualitas tanah, memperbaiki struktur tanah, membuat tanah lebih gembur, dan
4. Meningkatkan mikroorganisme baik di dalam hal ini dikarenakan adanya bakteri dan jamur yang mengurai bahan organik sehingga tanah lebih hidup dan subur.
5. Kohe domba dapat Mendukung Pertumbuhan Tanaman dengan nutrisi yan dimilikinya. Dengan pupuk kandang dari domba, daun lebih hijau, batang lebih kokoh, sehingga tanaman tampak segar.
6. Meningkatkan pembentukan bunga dan buah karena kandungan fosfor dan kalium yang cukup tinggi.
7. Mengurangi tercucinya nitrogen: Kohe kambing dapat mengurangi tercucinya nitrogen pada tanaman, sehingga tanaman dapat tumbuh lebih baik.
8. Meningkatkan ketersediaan unsur hara alami karena adanya perpaduan antara benih unsur hara alami yang dibawa oleh pupuk kandang dengan unsur hara yang sudah ada di tanah. Perpaduan tersebut menjadikan ketersediaan unsur hara untuk tanaman meningkat.
9. Meningkatkan ketahanan terhadap hama dan penyakit: karena tanaman yang sehat lebih tahan terhadap serangan organisme pengganggu.
10. Biaya untuk pupuk menjadi lebih hemat karena tidak semahal pupuk kimia dan perawatannya yang tidak begitu sulit.
Pupuk kandang dari kotoran domba memiliki banyak manfaat, baik untuk tanah maupun tanaman. Kandungan nutrisinya yang tinggi menjadikannya sumber pupuk organik yang unggul.
Dengan pengolahan yang tepat, pupuk kandang dari kotoran domba dapat menjadi solusi ramah lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Bagi petani dan peternak, memanfaatkan kotoran domba sebagai pupuk bukan hanya mengurangi limbah, tetapi juga meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
Kreator : Kakang Agung Gumelar