Dalam dunia pertanian, air menjadi faktor penting yang menentukan berhasil atau gagalnya tumbuhan yang ditanam. Tanpa air yang cukup dan sesuai, tanaman tidak bisa tumbuh optimal. Maka, sistem irigasi atau pengairan lahan memiliki peran yang begitu vital bagi para petani, terutama di negara agraris seperti Indonesia.
Berdasarkan pada hasil penelitian Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi, diperkirakan hingga tahun 2030, kebutuhan air untuk sektor pertanian masih menempati urutan tertinggi bila dibandingkan kebutuhan domestik dan industri.
Secara garis besar irigasi adalah usaha pemenuhan kebutuhan air bagi tanaman agar tumbuh optimal. Irigasi merupakan suatu proses untuk mengalirkan air dari suatu sumber air ke sistem pertanian baik secara alami maupun buatan.
Sistem irigasi menurut Peraturan Pemerintah No 20 Tahun 2006 adalah prasarana irigasi, air irigasi, manajemen irigasi, kelembagaan pengelolaan irigasi dan sumber daya manusia. Jadi, sistem irigasi dapat diartikan sebagai satu kesatuan yang tersusun dari berbagai komponen, menyangkut upaya penyediaan, pembagian, pengelolaan, dan pengaturan air dalam rangka meningkatkan produksi pertanian.
Saat ini perubahan iklim cukup mempengaruhi petani. Jika sebelumnya petani sudah bisa memperhitungkan kapan waktu tanam yang tepat hingga bisa dipanen sesuai waktu yang diharapkan, kini perhitungan tersebut sudah tidak begitu akurat. Hal tersebut dikarenakan musim hujan sudah tidak lagi memiliki pola konsisten.
Maka, penting untuk bersama-sama memperhatikan sistem irigasi, agar pertanian sebagai salah satu pilar utama yang bisa menghasilkan ketahanan pangan bisa terus berproduksi.
Beberapa alasan mengapa Irigasi menjadi begitu penting dalam pertanian adalah
Pertama, keberadaan sistem irigasi diharapkan bisa meningkatkan hasil panen atau produktivitas dalam pertanian.Tanaman yang mendapat cukup air akan tumbuh lebih baik dan menghasilkan panen yang melimpah. Sebaliknya, yang kekurangan air bisa menyebabkan tanaman kering dan gagal panen.
Kedua, Irigasi bisa menjamin ketersediaan air sepanjang tahun. Di Indonesia sendiri, tidak semua daerah memiliki curah hujan yang sama. Bahkan banyak juga petani yang dalam kesehariannya sulit untuk mendapatkan air dengan layak. Dengan adanya sistem irigasi air akan dikelola sedemikian rupa, air bisa terjaga sepanjang tahun tanpa kekurangan. Dengan demikian petani tidak perlu lagi mengandalkan musim sebagai waktu untuk panen, namun bisa terus bercocok tanam tanpa khawatir ketersediaan air.
Ketiga, mencegah kekeringan dan Menjaga Kelembaban Tanah. Sebab tanah yang terlalu kering akan retak, sedangkan tanah yang terlalu basah bisa membuat akar busuk. Maka Irigasi hadir untuk menjaga kondisi tanah agar tidak terlalu kering maupun tidak terlalu basah. Tanah bisa dikondisikan agar dalam kondisi yang ideal sehingga bisa ditanami oleh para petani.
Keempat sistem irigasi bisa Menjaga Lingkungan Tumbuh-Tumbuhan. Salah satu tugas dari irigasi adalah mengatur air sesuai dengan jenis dan kebutuhan masing-masing tanaman. Dengan adanya sistem irigasi petani terbantu untuk mengkondisikan lingkungan tumbuhan agar bisa tumbuh optimal. Misalnya pemberian air pada musim hujan dan musim kemarau tentu memiliki perbedaan. Dengan adanya sistem irigasi petani dapat menyesuaikan dan mengatur jadwal pemberian air agar sesuai dengan kebutuhan.
Kelima mendukung diversifikasi tanaman, Jika sebelumnya para petani mengandalkan padi maka dengan sistem irigasi para petani bisa menanam sayuran, buah, hingga tanaman hortikultura lain yang lebih bernilai ekonomi tinggi.
Keenam, sistem irigasi diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan adanya sistem irigasi yang baik, maka petani bisa tetap bercocok tanam tanpa harus takut akan musim, selain itu juga dipastikan bahwa tumbuhan mendapatkan air yang cukup sehingga bisa menghasilkan hasil pertanian melimpah. Dengan kondisi tersebut maka petani bisa mendapatkan kesejahteraannya.
Lalu apa saja jenis-jenis sistem irigasi itu ? Berikut beberapa jenis irigasi yang umum digunakan:
- Irigasi Permukaan
Irigasi permukaan merupakan irigasi yang banyak dikenal oleh mayarakat sejak zaman dahulu. Pada sistem irigasi permukaan, air dialirkan melalui saluran terbuka dan menggenangi lahan. Dalam praktik irigasi ini, air dialirkan melalui saluran-saluran terbuka atau parit yang disusun dengan cermat di sepanjang lahan pertanian. Contohnya sawah padi.
Aliran air inilah yang akan menyebar secara merata di atas permukaan tanah, membasahi akar dan memberikan kelembaban pada tanaman.
Metode irigasi permukaan memiliki keunggulan dalam menyalurkan nutrisi yang larut dalam air dan mengendalikan gulma di area terbuka, tetapi perlu pengawasan ekstra agar air tidak menggenang di area tertentu dan menghindari pemborosan air yang berlebihan.
- Irigasi Tetes (Drip Irrigation)
Sesuai penamaannya Irigasi tetes adalah metode yang melibatkan penggunaan sistem pipa atau selang dengan lubang-lubang kecil yang mengalirkan air secara perlahan atau diteteskan ke tanah di sekitar akar tanaman. Dalam praktik irigasi ini, air disalurkan dengan tetesan-tetesan kecil langsung ke area tersebut, sehingga mengoptimalkan pemanfaatan air dan mengurangi risiko pemborosan yang sering terjadi pada metode penyiraman tradisional.
Siste irigasi tetes sangat membantu untuk mengefisiensikan penggunaan air. Selain itu sistem ini juga bisa membantu menjaga kelembaban tanah, mencegah erosi dan mengurangi risiko tumbuhnya gulma pada tumbuhan
- Irigasi Sprinkler
Irigasi sprinkler adalah sistem perairan dengan cara disemprotkan seperti hujan buatan. Caranya adalah dengan menyebarkan air melalui nozzle atau sprinkler head yang dapat berputar atau tetap dalam posisi tertentu. Air akan menyebar ke udara sebelum akhirnya turun ke tanaman menyerupai hujan. Dengan demikian air bisa diberikan secara konsisten dan terukur ke seluruh area pertanian.
Penggunaan irigasi ini efektif untuk lahan sayuran atau perkebunan juga untuk lahan pertanian yang luas dan memiliki beragam jenis tanaman. Irigasi sprinkler memberikan keunggulan dalam mengairi area yang luas dengan efisien, serta mengurangi waktu dan tenaga yang dibutuhkan.
- Irigasi Bawah Tanah atau Subirigasi
Cara bekerja sistem irigasi bawah tanah adalah dengan mengalirkan air melalui pipa ataupun saluran kecil di bawah permukaan tanah sehingga air bisa disalurkan ke lapisan tanah dekat akar tanaman.
Dengan sistem ini, dapat membantu menghindari genangan air di permukaan tanah yang dapat merusak tanaman. Selain itu metode ini bisa meminimalisasi pemborosan pada air. Metode ini cocok digunakan di lahan yang memiliki tanah dengan drainase yang buruk sehingga bisa membantu meningkatkan efisieni penggunaan air.
Demikianlah beberapa hal mengenai irigasi yang begitu penting dalam pertanian. Irigasi bukan hanya urusan teknis pertanian, melainkan fondasi yang menentukan masa depan ketahanan pangan. Tanpa irigasi yang baik, mustahil kita bisa memenuhi kebutuhan pangan bagi jutaan penduduk.
Bagi para petani, memahami dan mengelola irigasi dengan benar adalah langkah strategis untuk meningkatkan hasil panen, menjaga kualitas tanah, sekaligus memastikan keberlanjutan usaha tani. Karena itu, sudah saatnya kita bersama-sama menaruh perhatian lebih besar pada sistem irigasi sebagai urat nadi pertanian modern.
Kreator : Kakang Agung Gumelar