Makkah merupakan sebuah kota yang Allah SWT pilih untuk menyimpan rumah-Nya dimuka bumi. Maka didalamnya terdapat kesucian dan berbagai keutamaan yang tidak dimiliki oleh wilayah lain.
Makkah merupakan kota suci yang tidak bisa dilepaskan dalam sejarah umat islam. Bahkan Makkah sudah ada jauh sebelum fajar islam menyingsing. Makkah juga merupaka kota yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya.
Makkah adalah negeri yang paling dicintai Allah dan Rasulnya. Diriwayatkan dari Abū salāmah, dari Abdullāh bin Adi bin Hamra‟ az Zuhri, ia berkata, aku melihat Nabi SAW berdiri diatas Hazwarah seraya berucap: “Demi Allah, sungguh engkau adalah sebaik-baik bumi Allah dan bumi Allah yang paling dicintai oleh Allah. Seandainya aku tidak diusir darimu, niscaya aku tidak keluar.
Selain itu, begitu banyak kisah dan ajaran yang lahir disana, hingga Allah SWT mengabadikannya dalam Al-Qur’an.
Menariknya, Al-Qur’an tidak hanya menyebut kota suci ini dengan satu nama saja, melainkan dengan beberapa gelar yang mengandung makna mendalam. Setiap gelar memberikan perspektif berbeda tentang Makkah, baik dari sisi kesuciannya, sejarahnya, hingga perannya bagi kehidupan manusia.
Didalam Al-Quran Makkah disebutkan dengan 4 gelar yaitu; Makkah, Ummul Qura’, Bakkah, dan Al-Balad. Masing-masing memiliki maknanya sendiri yang begitu mendalam. Berikut adalah 4 gelar Makkah dalam Al-Qur’an :
1. Pertama, kota itu dijuluki Makkah sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Fath ayat 24 :
وَهُوَ الَّذِيْ كَفَّ اَيْدِيَهُمْ عَنْكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ عَنْهُمْ بِبَطْنِ مَكَّةَ مِنْۢ بَعْدِ اَنْ اَظْفَرَكُمْ عَلَيْهِمْۗ وَكَانَ اللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرًا ٢٤
”Dan Dialah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Makkah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka, dan adalah Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”
Dalam ayat ini Allah SWT menyebut Makkah secara langsung, seperti yang kita kenal hari ini. Menurut tafsir Ibnu Katsir 2/78, Tahqiq: Sami as-Salamah Makkah, nama Makkah berasal dari kata “imtakka” yang artinya mendesak atau mendorong. Kota ini disebut Makkah karena manusia berdesakan di sana.
Ayat ini turun pada saat Perjanjian Hudaibiyah. Diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Abi Syaibah, ‘Abd bin Humaid, Muslim, Abu Dawud, dan an-Nasa’i, dari Anas bin Malik, bahwa ia berkata, “Pada Perang Hudaibiyyah, 80 orang musyrik Mekah dengan bersenjata lengkap telah menyerbu perkemahan Rasulullah dan para sahabat dari bukit Tan’im. Berkat doa Rasulullah saw, serangan itu dapat dipatahkan dan semua penyerbu itu dapat ditawan. Kemudian Rasulullah saw membebaskan dan memaafkan mereka maka turunlah ayat ini.”.
2. Kedua, kota Makkah digelari juga dalam Al-Qur’an dengan nama Ummul Qura’ yang dalam bahasa Arab artinya ibu kota, sesuai dengan firmanNya dalam surat Al-An’aam ayat 92 yang berbunyi:
وَهٰذَا كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ مُبٰرَكٌ مُّصَدِّقُ الَّذِيْ بَيْنَ يَدَيْهِ وَلِتُنْذِرَ اُمَّ الْقُرٰى وَمَنْ حَوْلَهَاۗ وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْاٰخِرَةِ يُؤْمِنُوْنَ بِهٖ وَهُمْ عَلٰى صَلَاتِهِمْ يُحٰفِظُوْنَ ٩٢
Dan ini (Al Qur’an) adalah kitab yang telah kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) ‘Ummul qura’ (Makkah) dan orang orang yang di luar lingkungannya”
Dalam ayat ini Allah SWT menggunakan nama Ummul Qura’ untuk menyebutkan Makkah. Arti dari ‘ummul qura’ adalah ibu kota. Makkah bisa disebut sebagai ibu kota dari seluruh tempat yang Allah ciptakan. Hal tersebut dikarenakan makkah merupakan tempat yang pertama diciptakan sebelum tempat lainnya.
Imam Al-Nawawī Al-Jāwī mengatakan, “Makkah dinamakan Umm al-Qurā karena menjadi tujuan umat manusia untuk melaksanakan ritual haji. Dimana disana berkumpullah umat manusia ibaratkan dengan anak kecil yang berkumpul bersama ibunya.
3. Ketiga, kota Makkah dijuluki juga dengan nama Bakkah, sesuai dengan firmanNya dalam surat Al’Imran ayat 96 yang berbunyi:
اِنَّ اَوَّلَ بَيْتٍ وُّضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِيْ بِبَكَّةَ مُبٰرَكًا وَّهُدًى لِّلْعٰلَمِيْنَۚ ٩٦
Artinya: “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.”
Dalam ayat ini Makkah disebut juga dengan “Bakkah.” Penamaan Bakkah menimbulkan banyak pendapat dan penafsiran dari para ulama.
Imam Al-Qurthubi mengatakan yang dimaksud dengan Bakkah, yaitu tempat berdirinya Baitullāh, sedangkan Makkah adalah tanah haram seluruhnya.
Sedangkan, Ibnu Jarīr AlTobarī berpendapat bahwa Bakkah adalah Makkah. Artinya baik Makkah maupun Bakkah memiliki makna yang sama.
Selain itu banyak juga pendapat yang menyatakan bahwa bakkah adalah bagian bumi terdapat Ka’bah. Pendapat lain juga berpendapat bahwa bakkah adalah hanya yang ada disekitar Baitullah.
4. Keempat, kota Makkah dijuluki juga dengan nama Al-Balad yang artinya dalam bahasa Arab kota, sesuai dengan firmanNya dalam surat Al-Balad ayat 1 yang berbunyi:
لَآ اُقْسِمُ بِهٰذَا الْبَلَدِۙ ١
”Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Makkah)”
Selain disebut sebagai A-Balad, dalam Al-Quran Allah SWT juga mengunakan kata ”al-Balad al-Amin” (Negeri yang Aman) untuk menyebutkan kata Makkah. Hal ini ditegaskan dalam surat al-Tin :3
وَهٰذَا الْبَلَدِ الْاَمِيْنِۙ ٣
”Dan demi kota (Makkah)ini yang aman”,
Menurut Ibn al-Jauzi bahwa orang yang merasa takut pada masa jahiliyah dan pada masa Islam akan aman jika berada di dalam Makkah, dan orang arab jika mengatakan kepada sesuatu yang dapat memberikan rasa keamanan mereka menyebutnya dengan “al-Amin.”
Selain itu Makkah juga merupakan kota yang suci maka didalamnya dilindungi hak-hak sebagai manusia yang bisa menyebabkan rasa aman. Dalam Al-Qur’an setidaknya ada tujuh ayat yang secara gamblang menyebutkan Makkah sebagai Kota Aman.
Demikianlah 4 gelar atau penamaan yang ada pada Al-Qur’an mengenai kota Makkah. Semoga semakin meningkatkan pemahaman kita dan juga menjadi pemicu semangat untuk terus berikhtiar dan berdo’a agar kita bisa dimudahkan mengunjungi kota Makkah yang mulia ini.
Kreator : Kakang Agung Gumelar