Al-quran hadir memang sebagai pedoman hidup bagi seorang muslim. Didalamnya terdapat pembahasan mengenai berbagai hal yang selalu sesuai dengan zaman. Al-Qur’an memuat secara mendasar tentang berbagai hal. Termasuk didalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menjelaskan tentang pertanian, salah satu sektor yang kini menjadi perhatian banyak kalangan.
Berikut adalah ayat-ayat yang berhubungan dengan Pertanian yang terdapat dalam Al-Qur’an :
1. Allah Menumbuhkan Buah-Buahan Lewat Hujan Lebat atau Gerimis
Hal ini Allah SWT jelaskan dalam Surah Al-Baqarah [2] ayat 265:
وَمَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمُ ابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ وَتَثْبِيْتًا مِّنْ اَنْفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍ ۢ بِرَبْوَةٍ اَصَابَهَا وَابِلٌ فَاٰتَتْ اُكُلَهَا ضِعْفَيْنِۚ فَاِنْ لَّمْ يُصِبْهَا وَابِلٌ فَطَلٌّۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ ٢٦٥
“Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan harta mereka untuk mencari rida Allah dan memperteguh jiwa mereka adalah seperti sebuah kebun di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, lalu ia (kebun itu) menghasilkan buah-buahan dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, hujan gerimis (pun memadai). Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”
Allah SWT menggambarkan permisalan orang yang menginfakkan harta di jalan Allah dengan tumbuhnya buah-buahan karena air hujan. Sejatinya air merupakan sarana utama dalam pertanian yang bisa menumbuh suburkan hasil pertanian maupun perkebunan.
2. Berbagai Tanaman dan Rasanya
Dalam Al-Qur’an Surah Al-Ra’du [13] ayat 4 Allah SWT menjelaskan tentang karakteristik dalam sebuah tanaman. Meski disirami dengan air yang sama namun masing-masing tanaman memiliki keunikannya sendiri.
وَفِى الْاَرْضِ قِطَعٌ مُّتَجٰوِرٰتٌ وَّجَنّٰتٌ مِّنْ اَعْنَابٍ وَّزَرْعٌ وَّنَخِيْلٌ صِنْوَانٌ وَّغَيْرُ صِنْوَانٍ يُّسْقٰى بِمَاۤءٍ وَّاحِدٍۙ وَّنُفَضِّلُ بَعْضَهَا عَلٰى بَعْضٍ فِى الْاُكُلِۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّعْقِلُوْنَ ٤
“Di bumi terdapat bagian-bagian yang berdampingan, kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman, dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang. (Semua) disirami dengan air yang sama, tetapi Kami melebihkan tanaman yang satu atas yang lainnya dalam hal rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar (terdapat) tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengerti.”
3. Kisah Dua Pemilik Kebun
Dalam Surah Al-Kahfi ayat 32-34 Allah SWT menggambarkan perkebunan lewat kisah dua pemilik kebun. Dimana satu orang beriman sedangkan yang satu lagi inkar. Orang yang beriman dalam kisah ini, Allah ﷻ uji dengan kesempitan hidup. Sedikit rezeki, harta, dan barang yang ia miliki. Tapi Allah memberinya nikmat terbesar, yaitu nikmat iman, yakin, dan ridha dengan takdir Allah.
Sedangkan Temannya yang ingkar, Allah uji dengan kelapangan rezeki. Kemudahan duniawi. Dan Allah beri untuknya harta dan materi yang melimpah. Allah uji dia, apakah bersyukur atau malah kufur.
4. Allah Menyediakan Hasil Pertanian Untuk Makanan
Sebagaimana kita ketahui bahwa pertanian merupakan salah satu penunjang adanya ketahanan pangan. Pangan adalah kebutuhan dasar manusia, yang manusia tidak bisa bertahan tanpa pemenuhan pangan. Dalam Alqyr’an Surah Yāsīn ayat 33-35 Allah SWT menjelaskan :
وَاٰيَةٌ لَّهُمُ الْاَرْضُ الْمَيْتَةُۖ اَحْيَيْنٰهَا وَاَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُوْنَ ٣٣
وَجَعَلْنَا فِيْهَا جَنّٰتٍ مِّنْ نَّخِيْلٍ وَّاَعْنَابٍ وَّفَجَّرْنَا فِيْهَا مِنَ الْعُيُوْنِۙ ٣٤
لِيَأْكُلُوْا مِنْ ثَمَرِهٖۙ وَمَا عَمِلَتْهُ اَيْدِيْهِمْۗ اَفَلَا يَشْكُرُوْنَ ٣٥
“Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bumi yang mati (tandus). Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, maka dari (biji-bijian) itu mereka makan. Dan Kami jadikan padanya di bumi itu kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air, agar mereka dapat makan dari buahnya, dan dari hasil usaha tangan mereka. Maka mengapa mereka tidak bersyukur?”
5. Jenis Pohon yang Berbeda dan Perintah Berzakat
Dalam surah Al-An’ām ayat 141 Allah memberikan penjelasan tentang jenis-jenis dari tanaman. Selain itu Allah juga mengingkatkan agar tidak menikmati hasil pertanian secara berlebihan dan mengharuskan adanya zakat yang ditunaikan.
وَهُوَ الَّذِيْٓ اَنْشَاَ جَنّٰتٍ مَّعْرُوْشٰتٍ وَّغَيْرَ مَعْرُوْشٰتٍ وَّالنَّخْلَ وَالزَّرْعَ مُخْتَلِفًا اُكُلُهٗ وَالزَّيْتُوْنَ وَالرُّمَّانَ مُتَشَابِهًا وَّغَيْرَ مُتَشَابِهٍۗ كُلُوْا مِنْ ثَمَرِهٖٓ اِذَآ اَثْمَرَ وَاٰتُوْا حَقَّهٗ يَوْمَ حَصَادِهٖۖ وَلَا تُسْرِفُوْاۗ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَۙ ١٤١
“Dialah yang menumbuhkan tanaman-tanaman yang merambat dan yang tidak merambat, pohon kurma, tanaman yang beraneka ragam rasanya, serta zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak serupa (rasanya). Makanlah buahnya apabila ia berbuah dan berikanlah haknya (zakatnya) pada waktu memetik hasilnya. Akan tetapi, janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”
Itulah beberapa ayat yang menjelaskan tentang pertanian dalam Al-Qur’an. Tentu masih banyak ayat lain yang akan kita kai. Sebab Al-Qur’an begitu memerhatikan pertanian sebagai salah satu sektor yang utama yang bukan hanya menjawab persoalan individu melain banyak orang.
Kreator : Kakang Agung Gumelar