Inilah Keutamaan Sholat di Masjidil Haram, Sayang Apabila Dilewatkan

Masjidil Haram terletak di Makkah Al Mukarramah. Jika ditilik dari segi historis, masjidil haram merupakan masjid tertua yang ada di muka bumi. Masjidil Haram didirikan dan dibangun pertama kali oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail Alaihissalam. Kemudian tak lama dari sana Allah memberikan perintah kepada Nabi Ibrahim untuk mendirikan Masjidil Aqsha.

Hal tersebut sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, Abu Dzar bertanya, “Wahai Rasulullah masjid mana yang pertama kali ada di muka bumi?” Jawab beliau, “Masjidil Haram”. Aku bertanya lagi, “Lalu  masjid apa lagi setelahnya?”  Beliau menjawab, “Masjid Al-Aqsha”.  

Beragam peristiwa penting terjadi di Masjidil Haram yang ditengahnya terdapat Kabah ini. Seperti peristiwa isra mi’raj yang diabadikan dalam Al-Qur’an, bahwa tempat pemberangkatan Rasulullah dimulai dari masjidil haram ini. Maka tak heran jika masjdil haram memiliki berbagai keutamaan. 

Selain itu, Allah SWT juga memberikan keberkahan pada masjidil haram dan sekelilingnya, seperti dalam Al-Quran Surat Al-Isra penggalan dari ayat 1 : “Yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” 

Sebagai tempat suci yang penuh keberkahan juga kiblat umat muslim, masjidil haram sellau ramai didatangi oleh kaum muslimin dari seluruh dunia. Setiap hari masjid ini tidak pernah sepi, selalu ada banyak orang yang berbondong-bondong bahkan berpeluh kesha untuk bisa mendatangi Masjidil Haram untuk melaksanakan sholat lima waktu dan ibadah lainnya.

Bahkan banyak sekali jamaah yang rela menanti dari waktu sholat satu ke sholat berikutnya. Tentu dengan alasan supaya bisa menghemat tenaga dan agar bisa melaksanakan sholat tepat waktu di Masjidil Haram. Sembari menunggu banyak jamaah yang mengisi waktu dengan membaca Al-Qur’an, berdzikir, berdo’a atau mengikuti kajian-kajian yang dilaksanakan disana.

Banyaknya orang yang ingin shalat ke Masjidil Haram, membuat pelataran dan tempat terbuka lain digunakan juga untuk saf shalat berjamaah.

Semangat untuk selalu berada di Masjidil Haram dan bisa melaksanakan sholat disana  adalah karena besarnya pahala yang akan didapatkan jika dapat sholat terlebih berjamaah disana. 

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Jabir Radhiyallahu Anhu :  “Sholat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih baik dari 1000 (seribu) kali sholat di masjid lainnya kecuali di Masjidil Haram, Makkah, dan sholat di Masjidil Haram lebih baik dari 100.000 (seratus ribu) sholat di masjid lainnya.” (HR Ibnu Majjah, dishahihkan oleh Al-Bani).

Siapa yang tidak menginginkannya ? Ketika sholat di Masjidil Haram kita  bisa mendapatkan pahala lebih baik dari seratus ribu dibandingkan dengan shalat di Masjid lainnya yang ada di dunia ini. Maka, wajar jika banyak jamaah ingin menggunakan kesempatan saat berkunjung ke Baitullah dengan sholat  dan beribadah lainnya. 

Momentum ini memang sangat disayangkan apabila disia-siakan. Banyak jamaah yang mengatur waktunya agar bisa minimal dalam sehari ada satu atau dua kali waktu untuk melaksanakan sholat di Masjidil Haram.

Misalnya ada jamaah yang berangkat ke Masjidil Haram sebelum subuh agar bisa melaksankaan sholat malam dan subuh berjamaah disana kemudian pulang ke hotel setelah waktu syuruq. Ada juga yang datang diwaktu Dzuhur hingga Ashar. Bahkan ada pula yang memang mengupayakan bisa melaksanakan sholat lima waktu di Masjidil Haram.

Tentu semuanya bis disesuaikan dengan kondisi masin-masing. Yang terpenting adalah bagaimana memanfaatkan sebaik-baiknya kondisi ini. Jangan sampai kita tidak mendapatkan keutamaan besar di masjidil Haram ini.

Semoga kita bisa berkunjung ke Baitullah dan melaksanakan sholat disana.

Sampai Jumpa di Baitullah..

Creator : Kakang Agung Gumelar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *